306. S2, Tebar pesona.

 306, S2. Tebar pesona

★★★★★★


Tentu saja mas Kharisma pun mulai ngobrol ngobrol bareng para ceweknya. 

Tentu hal itu menimbulkan rasa kecemburuan para cowoknya yang tidak bisa seperti apa yang dilakukan oleh mas Kharisma.


Tentu saja mereka para cowoknya tidak bisa menyaingi mas Kharisma yang punya pesona tersendiri dengan para ceweknya. 


Para ceweknya sangat antusias dan terlihat senyum dan bahagia. 


Para cowok cowok langsung berwajah kecut karena tindakan yang dilakukan oleh mas Kharisma. Aku hanya tersenyum senyum dalam hati dari tadi, aku tersenyum penuh arti pada mas kharisma dan berterima kasih. 


"Lihat mas Kharisma tuh, tebar pesona pada cewek cewek, huh,,," sungut para cowoknya. Entah siapa yang bicara aku tidak tahu, aku hanya duduk santai mendengarnya. Karena berada dirumah simbah. 


Mereka lagi menikmati minuman serta camilan yang dibawa Riko begitu banyak. 


Sengaja mereka menunggu kedatangan Riko hari karena sudah diperbolehkan pulang.


Tak terasa waktu bergulir, mereka kawan kawanku dan sahabatku masih asik ngobrol.


Diluar terdengar deru motor, ku yakin kalau itu Riko dan yang lainnya sudah pada pulang. 


Ada perasaan lega sekalipun ada  rasa khawatir namun, hal itu aku tepisnya. 


Tentu saja yang lain pada berhamburan keluar menyambutnya. 


"Rikooo,,,," jerit para cewek, pun para cowoknya berseru girang melihat kedatangan Riko yang kelihatan membaik. 


Aku anteng saja didalam, cuma memperhatikannya bersama mas Kharisma didekat.


Mereka memberi selamat pada Riko karena telah pulang, serta keadaannya sudah pulih kembali.


Bahkan mereka ada yang berbasa basi menyatakan rasa kangen, dan lain lain. 


Aku hanya senyum senyum lihat tingkah laku mereka karena mereka telah dijanjikan sesuatu oleh Riko yaitu bagi bagi hp baru lagi gratis dengan ram 8gb, Rom 128gb siapa yang tak tergiur akan hal gratis.


Alex baru saja keluar dari kamar, dalam keadaan malas, karena suara berisik dirumah, jelas hal itu mengusiknya. 


"Ada apa sih kalian rame banget?" celetuknya, bertanya sambil lihat keadaan yang sudah sangat ramai didalam, karena banyak sahabat serta teman temanku sekampung. 


"Kalian semua ada disini" tutur simbah putri tersenyum bahagia. Melihat  teman temannya cucunya. 


Mereka langsung menyalami simbah putri takjim layaknya orang tua mereka sendiri. 


Itulah tradisi dikampung yang tak hilang, menghormati orang yang lebih tua, juga maupun muda ada rasa toleransinya. 


Wajah simbah putri diliputi rasa kebahagiaan karena melihat mereka semua pada kumpul disini rame rame. 


Kemudian kepada Riko dan yang lainnya, tentu nya para ceweknya sangat antusias melihat cowok ganteng pada kumpul disini. 


"Banyak cowok gantengnya, aku betah disini kalau gitu?"


"Iya, betul. Aku gak bisa bayangin"


"Ganteng ganteng banget ya cowok kota itu. Kulitnya pada bening bening, kinclong gitu"


"Pengen pegang. Gak. Pengen peluk"


Itulah ungkapan mereka meluncur begitu saja. 


Dasar cewek cewek GANJEN....


Aku hanya bisa tersenyum kecut melihat kelakukan mereka yang belingsatan melihat ke gantengan mereka. 


Alex terlihat malas menanggapi, melihat kearah mereka. Padahal aku tahu kalau dia pernah keluyuran, kemana. Mungkin cari suasana baru. Walaupun aku tahu, cewek cewek disini memang kelasnya standar karena rata rata mereka belum begitu mengenal skincare seperti cewek  cewek kota yang doyan ke salon untuk make over penampilan supaya tampil glowing. 


"Kenapa tuh cowok ondolan lagi manyun" gumamku, bermolog melihat tingkah Alex yang tampak berbeda dari biasa. 


Aku kira sikapnya akan berubah setelah sekian lama disini, sekalipun waktunya tinggal beberapa hari lagi, masa liburan di sini. 


Sebaiknya aku gunakan waktu ku yang tinggal beberapa hari ini untuk mengukir kenangan, tentunya tidak dengan yang lainnya yang gak konsisten kecuali mas Kharisma sekalipun pernah melakukan kesalahan yang amat FATAL tapi kini sikapnya telah berubah bahkan ingin menolongku melepaskan belenggu yang kini ku alami. 


Bahkan Riko juga ikut andil didalam nya apa yang tengah ku alami saat ini. Sekalipun aku juga memiliki kemampuan lain yaitu bisa melihat kedepan jika aku dalam masalah maupun bahaya besar. 


Jika aku tidak dalam dua hal itu maka aku dalam keadaan aman. Aku juga bersyukur memiliki kemampuan seperti ini karena bisa menghindari masalah yang terjadi, ku hadapi.


Akan tetapi, aku lebih suka dengan kemampuan ku yang dahulu karena aku bisa melanglang ke alam mimpi siapa saja ku inginkan bahkan BALAS DENDAM. 


Namun, aku tahu situasi, tidak sembarang orang aku akan lakukan hal itu, terlebih menyakitinya hingga sampai harus MEMBUNUH. 


"Simbah putri" ucapku ikut menyalami beliau. 


Simbah putri tersenyum bahagia, tapi tidak dengan Riko terlebih lagi ada mas Kharisma di sampingku, mendampingiku.


Sorot mata Riko menyimpan kebencian dan dendam yang mendalam. Tapi, aku tak peduli dengan sikapnya. 


"Le, kok kamu gak ikut jemput tadi. Kemana saja kamu?" tanya simbah putri masih dengan senyum mengembangnya.


"Iya, malah enak enakan dirumah, pacaran" timpal Riko sangat sewot. Tentu hal itu timbul pertanyaan, membuat simbah putri kebigungan, menyingkapinya.  Apa maksud kata 'PACARAN' yang dikatakan oleh Riko karena tidak ada siapa siapa, apalagi cewek, sedangkan yang bersama ku yaitu mas Kharisma. 


"Maksud mu apa Rik?" tanya ku cepat. Setelah aku memilih diam. Suasanan langsung hening. 


Simbah putri pun hanya memilih diam dalam bingung.


'Bisa bisa dia ngomong gitu, didepan simbah putri. Pasti yang lainnya NGEH dengan perkataan Riko tadi. Bener bener ya tuh anak, pengen aku PITES, bejek bejek sampai gak berbentuk. Tapi aku masih menghormati simbah putri dan tidak mau bikin ulah dan keributan lagi. 


"Maaf kan simbah putri, tadi adik Bening aku ajak ke sawah, sulam, karena untuk temani aku" jawab mas Kharisma membelaku karena aku merasa terpojok dan tak enak harus beralasan apa. 


"Tuh, denger kata mamasku, weekkk,,,!" cibirku pada Riko yang baru pulang juga baru pulih dari sakit karena dirawat dipuskesmas, rumah bidan Nur yanti, Edi. 


"Jadi, jangan asal main tuduh" lanjutku lagi. Lama lama aku jadi GEDEK sama kelakuan Riko.


Akhir akhir ini kelakuan orang orang disekitarku pada nyebelin termasuk Riko yang baru sehat, pulang kerumah. 


"Sudah, sudah, kenapa malah ribut. Kayak anak kecil" lerai simbah putri. 


Mas Surya juga memperhatikanku, ada kerinduan mendalam dari tatapannya. 


Angga juga pun sama, namun seperti ditahan, karena banyak teman temanku disini. 


Ferdy sedari tadi cuma diam saja, bahkan tidak bicara padaku. Terlebih ada Latifah, padahal Latifah keganjenan sama mas Kharisma. 


Terlebih lagi, kelihatan Latifah itu suka pada cowok kota yang aku bawa. Dasar cewek tidak punya pendirian, he he heeee...

*******


"Masakan simbah putri itu emang is the best. Uenak-e pool,,,," seru Riko memuji masakan simbah putri. 


Dapatkan pujian seperti itu membuat simbah putri bangga juga agak tersipu malu. 


Yang lainnya pun juga sama sama memuji juga, hingga saat makan sore pun agak riuh. Karena gelar tikar serta lesehan dibawah, jadi suasana seperti kekeluargaan. Rasa hangat berbaur.


Tentu saja ada  lauk ikan, sangat banyak karena di kulkas masih masih banyak, jadi di masak serta di hidangkan untuk mereka sama simbah putri. 


Rasanya sungguh terasa nikmat makan bareng bareng seperti ini. 


"Nanti malam kalian aku udang datang kesini. Selain aku mau bagi bagi hadiah GRATIS, kita akan ada acara manggang. Disini. Usai magrib. Siapa yang gak datang, berarti gak dapat! Ingat, ya kalian wajib datang kalau ingin hadiah gratis dari aku" celetuk Riko saat makan bersama. 


Tentu saja wajah wajah mereka terlihat berbinar binar, siapa yang tidak senang dan bahagia akan dapat serta dijanjikan hadiah gratis, itu secara cuma cuma dan akan ada acara mangga bersama.


"Huhuhuuuu,,,, baik, nanti kami akan datang Riko. Tenang saja, pasti akan datang" sahut mereka antusias.


"Aku mau dandan cantik ah, buat nanti malam"


"Ya, pokoknya aku harus tampil beda"


"Aku juga ah, siapa tahu ada yang kecantol"


Celoteh mereka, para cewek tertawa riang dan riuh. Mulai ke ganjenan lagi, untuk acara nanti malam. 


Aku sudah bayangkan bagaimana penampilan mereka yang akan tampil cantik dihadapan para cowok cowoknya. 


Simbah putri dan yang lainnya pada dengar cuma geleng geleng kepala dengan kelakuan mereka  yang over power, padahal acara masih nanti malam, usai magrib. Tapi, mereka sudah berencana sekarang. 


Akhirnya mereka pun bubar, dan pamitan satu persatu hingga keadaan menjadi agak sepi karena mereka pada pulang termasuk Ferdy. 


Hal itu jadi tanda tanya buat simbah putri karena tidak biasanya Ferdy akan pulang, biasanya bertahan bahkan tetap disini, sering nginap dirumah. 


Sambil beresi dari makan mereka, aku dan yang lainnya ikut bantu juga.


"Kenapa Ferdy pulang ya, tidak biasanya Ferdy bersikap seperti itu"


Yang lainnya cuma diam. Riko duduk santai karena baru saja sehat. Dia juga diam saja. 


Aku tidak menjawabnya,  takut salah, nanti simbah putri malah curiga padaku.


"Kamu gak ada masalah dengan Ferdy kan, Le?" tanya simbah menatapku penuh tanya.  


(Rb 7/6/2023).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.