108. Tak Terbendung.
Bab 108. Tak terbendung
★★★★
"Ouggghhh,,, awww,,, heeesshhh,,,!" lenguhnya panjang sambil mendesis, keenakan. Tubuhnya nampak bergetar hebat saat ku sentuh bahkan ku elus dengan lembut.
Ada lendir ku rasakan mengenaiku. Rasa penasaran menggelitik. Ingin ku rasakan bagaimana rasanya, walaupun aku pernah tahu rasanya, pasti tidak akan berubah.
Kini sudah tidak fokus ke layar yang entah adegan apa lagi yang ditonton kan karena perasaan kami masing masing sudah tak karuan.
Bahkan nafas pun seperti orang berlari berkilo kilo meter.
"Emhmmm,,," saat ku jilat penuh rasa, rasa cairan yang tadi mengenaiku tanganku. Rasanya, asin, bercampur gurih.
Ketika mas Surya melihatku tentu saja dia seperti terpacu. Bahkan...
Cup,,, cupppp,,,
Ciuman hangatnya mendarat dibibirku dengan lembut serta penuh rasa.
Dengan rakus mas Surya melumat, mencucupnya, bahka di tariknya, nafasnya panas membara,,,
Tentu saja aku megap megap mendapati serangan yang tak terduga, bahkan sisa lorotan yang tadi di betis dibuangnya sembarang kini benar benar seperti nabi Adam yang diturunkan ke bumi.
Sempurna!
Kembali, ciumannya mendarat ke bibirku, hangat penuh nafsu menggelora.
Untuk kali ini aku telah siap dengan serangannya.
Bertukar saliva, cukup lama. Saling menahan nafas dengan detak jantung yang berpacu, menghentak cepat.
Cukup lama,,,
Aaccchhhh,,,,!
Saling lepas.
Tapi tidak ada jeda, hingga dahi saling tempel, mata meredup...
Nafas memburu saling tertaut, kita terbakar gairah yang membara.
Pakaianku dilucutinya dengan lembut, aku seakan pasrah apa yang diperbuatnya. Aku seperti kena sihirnya hingga aku setengah telanjang seperti di film tadi. Bedanya kini mereka sudah tidak memakai apa apa lagi, bahkan ada yang berada diluar dengan gaya...
Mata mas Surya berbinar menatapku, nafasnya tentu saja belum reda. Memburu penuh nafsu berkobar, maka belum akan padam bila belum tuntas.
Matanya mengisyarat meminta lebih...
Senyum cool terkulum, aku megap megap karena nafasku agak berkurang karena rasa didadaku.
Aku belum....
Detik selanjutnya, tak sabaran, diciumnya kembali, cuma sesaat, menyusur kebawah kearah leherku, sepertinya jadi sasarannya selanjutnya.
Di endusnya, dijilat seperti menikmati es krim yang lezat, di kecup pelan penuh rasa, ditahan. Lalu ku rasanya sedotan lembut penuh perasaan. Kissmart...
Pikiranku sudah blank ketika aku dikecup, membuatku melayang ke alam mimpi yang penuh dengan keindahan. Terlebih lagi, kissmart dileherku pasti membekas karena begitu dalam ku rasa sampai kerasa ke hati hingga menimbulkan perasaan yang begitu indah.
Dibeberapa tempat ku rasakan kissmart, dan itu sangat membekas. Aku tidak tahu jika nanti itu akan membuat masalah, yang tak dapat ku bayangkan.
Lidahnya menyusur kebawah dengan penuh perasaan, lagi pikiran terbang ke angkasa. Terombang ambing tak menentu. Hingga ku rasakan kecupan lembut penuh rasa dibagian rasa sebelah kanan. Hampir aku terpekik karena saking nikmatnya ku rasakan.
"Ahhhhhh,,,," desisku tanpa malu.
"Hmmm,,, terus, nikmatkan dek" ledeknya, tapi dalam artian manja.
Tak dapat ku lukisan lagi perasaanku sangat ini, bagaikan bintang bertaburan ku rasakan mengelilingiku.
"Iyahhh,,, mmmaaaasss,,," desahku tak bisa ku kontrol. Terlebih lagi secara bergantian melakukannya kanan kiri dan saking nikmatnya hampir membuatku tak sanggup menahan didalam diriku.
"Mas, mas,,, hentikanhhh,,," cegahku karena aku gak kuat menahannya.
Bahkan aksinya tidak di hentikan bahkan menyusur kebawah diarea perut, dijilat disedotnya.
"Massss,,,, " pekikku gak kuat menahan akibat rangsangan yang menderaku yang dibuat oleh mas Surya. Bobol sudah pertahanku karena milikku sudah keluar duluan saking nikmatnya dicumbu oleh pejantan tangguh seperti mas Surya.
Aku terengah,,,!?
Meredakan nafasku yang hampir putus dengan apa yang telah dilakukan mas Surya padaku.
Mas Surya menghentikan aksinya yang mengeksekusi tubuhku padahal belum yang intimku aku sudah kelabakan serta crot dibuatnya.
Ku redakan nafasku beberapa saat hingga kembali normal. Rasanya celana basah dan lengket, tentu akibat semburan larva hangat milikku yang semburkan tanpa kompromi karena nikmat tak terperikan.
"Dek mau lagi,,," suara berat dan serak dari mas Surya yang sedang menahan golakan dalam dadanya yang belum surut. Tentu saja karena hasratnya belum padam karena masih on the.
Aku belum bertindak, jika ku lakukan, aku yakin pasti tidak butuh waktu lama mas Surya mengalami ejakulasi.
Kini masih menenangkan diri karena deraan tadi yang dibuat oleh mas Surya.
Tadi saja tidak aku jawab karena rasa letih ku rasakan. Enta mengapa, aku bisa merasakan seletih ini, padahal dulu dulu aku tidak pernah mengalami hal seperti ini. Baik itu dengan Angga, Riko, mas Kharisma bahkan sama mas Surya terakhir kali pun aku tidak mengalami hal seperti ini. Namun, kali ini terasa berbeda. Sebenarnya,,,
Ah, ku enyahkan pikiran seperti itu? Aku tidak mau suudhon atau berburuk sangka pada mas Surya, lebih baik aku khusnudhon atau berbaik sangka pada mas Surya.
Keadaanku lebih baik....
Mas Surya menatapku sendu, mengharapku.
Kini giliran ku yang memuaskan, kau akan rasakan mas, karena sesuatu hal akan mengejutkan sesuai apa yang telah kau lakukan padaku. Aku juga punya rencana kelanjutan, he he he....
Kini, aku bangkit dan duduk. Ku rebahkan tubuh besar berotot, terlentang pasrah. Dada gempalnya turun, matanya redup menatapku.
Senyum coolnya mengembang membuatku ingin mencicipi rasa bibirnya walaupun tadi aku sudah.merasakan kedasyatan lumatannya yang mampu meluluh lantakan duniaku.
Bagaimana jika aku menciumnya bahkan melumatnya cukup lama karena aku seperti dikerjai hingga hampir membuatku kehabisan nafas.
Kini giliran ku yang memanjakan seperti apa yang telah dilakukan ke aku sungguh....
Saat mendekat, malah bibirku disambar, belum apa apa aku dibikin gelagapan karena aku penuh rencana dipikiran. Gak apa apa, aku ikuti permainannya sejenak.
Setelah agak tegang, kini aku yang ganti peranan. Maka, dengan rasa, aku sesap bibirnya bahkan lidahku bergerilya, mas Surya tak mau menyia nyiakannya hingga kami bertukar saliva, tarik menarik sebentar kemudia ku kasih ludah, ditelannya tanpa rasa jijik.
Cukup lama permainan adu saliva hingga membuatku terengah engah lagi, hampir kehabisan nafas begitupun mas Surya mengalami hal sama. Permainan yang penuh gairah.
Kini lehernya yang jadi sasaranku selanjutnya.
Kalau tadi yang dilakukannya membuat sepongan atau kissmart dibeberapa tempat dileherku dan itu masih terasa dan tentu mem-be-kas.
Begitupun yang akan ku lakukan sama, mungkin lebih....
Ku kecup lembut, sebelumnya ku endus lalu ku ciumi, lalu ku sedot pelan, lembut, hingga agak lama...
"Exzzzzhhhhh,,," desahnya jantan, nafas nya terengah. Ototnya bertonjolan hingga nampak lebih garang.
Mulutnya sedikit terbuka, deru nafasnya kian menjadi.
KUAT!
Ku sedot,,,,
Kini, mas Surya merasakan sendiri, tadi apa yang dilakukannya padaku. Maka ku balas lebih dari yang dilakukan.
Bahkan jilatanku kini mengarah ke dadanya yang gempal. Bagai mandi kucing!
Mataku berbinar menatap kedua buah yang mencuat didadanya. Menahan sesuatu didalam. Hasrat yang terpendam selama ini...
Ku usap, sebelah kanan. Ada sesuatu yang menjalar, laksana ada setruman ribuan volt merasuk kedalam tubuh.
TAHAN,,,?
#bersambung....
Minggu 07 Agustus 2022.
Komentar
Posting Komentar