110. Komplit.
Bab 110. Komplit
★★★★
Pov Raya.
Beda kelas aku harus ekstra mencari cari pacarku Riko, sudah lama aku tidak bertemu semenjak insiden Bening menyekapku di alam mimpi hingga aku disiksa, membuatku tidak berani bermain main lagi dengan maut, karena bagiku Bening itu seperti malaikat maut yang mengintai nyawaku, kini aku mencari aman tidak berani mengusik Bening lagi karena dia mengancam ku jika aku mengusiknya lagi maka dia tidak akan segan menghilangkan nyawaku dialam mimpi.
Sejak saat itu aku tidak berani mengusik Bening lagi, bahkan ku lihat Bening juga akrab dengan Riko pacarku.
Aku pun menyelidiki kenapa sikap Riko berubah bahkan sama aku juga berubah.
Ku ketahui Riko juga mengalami hal sama seperti apa yang ku alami hingga membuatnya jera tidak berani mengusik Bening lagi.
Namun, yang membuat ku tidak habis pikir Riko begitu dekat dengan Bening, bahkan sedikit mengabaikan ku.
Berkali kali ku tanyakan alasannya kenapa, tapi Riko tidak menjawabnya dengan tegas. Bahkan plin plan.
Ada rasa tenang saat sekolah ada liburan yang panjang, aku pikir bisa memperbaiki keadaan aku dengan Riko untuk menjalin hubunganku lebih dekat.
Tapi, Riko seperti menjauh bahkan kontakku dengannya seperti hilang karena nomornya tidak bisa ku hubungi lagi. Hal itu membuatku putus asa. Tapi, aku berusaha untuk memperbaiki keadaan aku tidak akan nyerah.
Namun, kenyataan tetap saja, hubunganku dengan bukanya membaik tapi makin tegang, bahkan aku tidak mengenal sosok nya lagi, yang dulu perhatian, mesra, sayang bahkan penuh cinta, kini terasa hambar.
Aku telah banyak berkorban sama pacarku Riko semua telah ku serahkan pada nya baik kesucian yang ku miliki karena seharusnya untuk nantinya, saat akad nikah untuk suami yang menikahi ku. Tapi, karena rasa cintaku yang terlalu besar maka aku rela berkorban.
"Ayolah sayang, kamu masih ragu dengan kesetiaan ku, sama cintaku ini. Aku tidak akan berpaling dengan wanita manapun, percayalah" rengeknya, penuh permohonan. Tubuhnya sudah toples memakai celana jeans panjang warna biru hingga celana dalamnya terlihat dipunggungnya yang nampak kokoh.
Tentu saja aku sedikit ragu dengan rayuan mautnya, dengan ucapan setia, sayang bahkan cintanya.
Aku terus berpikir baik buruknya...
"Aku bersumpah, jika kamu hamil aku akan bertanggung jawab. Percayalah" rengeknya lagi.
Dengan mata sendu membuatku terenyuh dengan sikapnya.
Ku belai lembut wajah tegasnya yang selama ini ku impikan dalam mimpi.
"Satu hal yang pinta darimu. Aku mau menuruti semua permintaanmu, asal kamu setia dan cinta sama aku sampai mati. Maukah kamu berjanji untukku?" pintaku karena hanya itu yang bisa ku lakukan untuk menyakinkan hatiku akan perasaan Riko padaku.
"Baiklah. Kamu bisa pegang ucapanku. Aku akan setia sama kamu sampai mati. Apa itu belum cukup, Hemmm,,," yakinnya dengan senyum cool yang sulit ku lukiskan membuatku terpesona, itulah senyum yang membuatku selama tergila gila padanya. Karena tak akan cewek yang dapat bersaing dengan ku untuk menggapai cinta Riko idola para cewek di kelasku.
Hingga...
Ku anggukan kepalaku menuruti segala permintaannya.
"Lakukanlah. Aku pegang janjimu!"
"Percayalah!" Tatapan meredup, mendekati dengan nafas hangatnya menyapu wajahku.
Bisa ku rasakan hangatnya deru nafasnya.
Di sentuhnya daguku hingga mendogak, kami saling tatap, tersenyum penuh arti.
Bibirku merekah, lalu ku rasakan sentuhan hangat bibirnya yang membuatku membayangkan kapan bibirnya bisa menyentuh bibirku. Kini bisa ku rasakan sentuhan bibirnya.
Ahhh,,, hessshhh...
Desisku manja ketika kecupan serta lumatan, ciuman pertama Riko membuatku terlena. Sungguh ini ciuman yang luar biasa yang ku rasakan seumur hidupku.
Lumatannya makin dalam, lidah menjulur hingga saling tertaut.
Hemmmm....
Acchhhh...
Lidah Riko menyusuri leherku dikecupnya, dalam hingga ku rasakan sepongan kuat.
Tentu meninggalkan jejak...
Pakaian atasku dibuka kancingnya, hingga tubuh atasku hanya mengenakan penutup gunung kembarku, mata kekasihku langsung berbinar melihat ingin menerkamku mentah mentah.
Deru nafasnya makin menjadi, mendekat kearah gunung kembar milikku yang masih tertutup walaupun tidak sepenuhnya.
Deru nafasnya mengenai dadaku, diendusnya penuh nafsu, nafasnya makin panas terengah.
Dijilatnya...
Lalu tanpa sabaran di buka hingga kini aku terekspose.
Dijilatinya gunung kembar milikku satu persatu, tak lupa dicucupinya dengan penuh rasanya. Gunung milikku yang ranum dan belum tersentuh. Kini tersentuh oleh kekasihku dengan kelembutan.
Ohhh,,,,,
Ini sungguh tidak bisa ku lukisan rasanya. Rasanya membuatku melayang layang, kini lidahnya menyapu area perutku, dikecup kecup lembut, di sepong sepongnya, membuatku tubuhnya bagai kena setrum. Nafasku terengah engah dibuatnya, ini sungguh niat tiada tara.
Aughhh,,, hahhh,,, heehhh,,,,
Pekik ku kenikmatan!
Rasanya organ intimku terasa basah, karena tidak bisa ku bendung rasa nikmat menderaku.
Tentu saja membuatku merem melek apa yang di lakukan pacarku ditubuh mulusku.
Aku terengah engah didera rasa nikmat yang tiada tara.
Dilucuti rok bawahku, dengan tidak sabaran. Kini menyisakan secarik kain yang menutupi bagian intimku yang sudah kebas dan lembab akibat ulah Riko pacarku bagian atas yang menimbulkan getaran nikmat yang tiada tara.
Di endusnya lagi, di giginya bagai mengigit makannya yang ada didalam berupa makan lezat, siap santap.
Deru nafas nya seperti menggelitik, gairahku kembali bangkit, menyebar ke seluruh pori pori yang ada ditubuhku. Rasa nikmat yang tak terperi.
Aggghhhhhhh? Pekikku terkejut tak kala sapuan lidah Riko menghatam area sensitifku.
Duh Gusti! Ini sungguh kenikmatan yang hakiki ku rasakan. Luar biasa.
Auuugggghhhhhhh,,,? Tubuhku menggelinjang kala permainan lidah Riko menggelitik area indahku yang tentu masih virgin.
Ahhhhh!?
Aku terkejut saat jari telunjuk Riko mengulik bagian yang menonjol kecil dibagian intim ku, rasa geli nikmati.
Hahhh,,,!
Nafas Riko makin memburu, detak jantung bertalu, naik turun dadanya.
Jari telunjuknya ditelusupkan perlahan dilubang virginku karena memang belum tersentuh, terjamah oleh laki laki manapun.
Geli geli nikmat, ada asing. Itu masih jari telunjuk. Aku tidak tahu jika itu nanti benda lain, aku tidak tahu rasanya seperti apa.
Karena mata ku terkadang juga merem melek menikmati sensasi yang menjalar di tubuhku terkadang deras hingga darahku berdesir diseluruh tubuhku. Bahkan didalam rahimku rasanya ada yang setiap saat meledak.
Seperti halnya saat ini....
Riko telah menghentikan aksinya. Entah apa yang dilakukannya? Karena telah menghentikan aktivitasnya.
Mataku menatapnya sayu, tak kala ku lihat Riko melucuti celananya bahkan cd-nya sekaligus.
Hingga menyembul sesuatu yang menurutku luar biasa...
Aku belum pernah melihatnya secara langsung, tapi kali ini begitu jelas, begitu nyata membuat aliran darah ku seperti bolak balik, dalam tubuhku seperti ada getaran yang hebat hingga membuat nafasku berpacu dengan sendirinya. Tidak hanya itu saja, dalam bawahku, ada sesuatu yang mengalir secara perlahan, hingga rasanya basah, nikmat. Entah apa yang terjadi, aku begitu hebat merasakan deraan gairah yang begitu meluap.
Keperkasaan Riko ada didepanku. Mengacung kencang dan keras, menambah libidoku bangkit membuatku terengah.
"Oughhh,,, sayang, kamu akan merasakan rudalku yang ini" pamernya, ku lihat diujungnya seperti ingusan, entah air apa itu. Mungkin pelumas bagi benda tumpulnya yang ada kulupnya, karena bagian kepala agak menyembul, lucu.
Kemudian tangan Riko seperti menarik kebelakang sehingga membuat kepala terbuka serta menampilkan warna maron yang menggoda. Aku terengah melihatnya juga rada ngeri dalam hatiku.
Benda itu akan memasuki ku. Apakah nantinya tidak sakit dan membuat luka serta berdarah darah.
Kini makin ngacung, pamer dan terlihat gagah dan sangar, jembutnya belum begitu rimbun, mulai tubuh, sedangkan punya ku masih mulus.
Aku sangat suka melihatnya, tampak macho dan semakin gagah dalam pandanganku tersenyumnya yang cool membuatnya makin jantan.
Nafasnya kian tak terkontrol, memburu, setelah itu pahaku dilebarkan dengan memegang kakiku hingga nantinya Riko bebas membenamkan miliknya ke lubang nikmatku yang masih virgin.
Cuih, cuihhh,,,
Riko meludah dan membalurkan ke kepala serta batang perkasanya hingga makin nampak mengkilap.
"Siap sayang" ucapnya dengan nafas tertahan.
Aku hanya mengangguk pasrah.
"Oke,,,hhh,,,!" Mantapnya, kini lebih mendekat.
"Tahan yahhh,,, oughhh,, nikmat sayanghhhh,,,!" lenguhnya tertahan saat miliknya menempel diujung milikku yaitu lubang virginku.
Sentuhan itu membuat ribuan rasa jadi satu m, darah ku juga nafasku tidak terkontrol. Ingin rasanya aku cepat merasakannya. Merasakan benda tumpul milik Riko merasuki ku. PASTI....?
RIKO berusaha memasukinya, terasa sempit, pastilah aku masih virgin dan belum tersentuh.
Ku tahan rasa yang menjalar, rasanya bawahku sudah kebas sedari tadi karena cairan milikku berkali kali keluar dengan sendirinya.
Kepalanya sudah menyentuh lubangku yang sempit, rasanya tak karuan campur aduk?
Bahkan kini, perlahan mulai masuk kepala....
"Hooohhh,,," nafas Riko dilepas. Dia masih berusaha memasukannya secara perlahan walaupun kepala kontolnya sudah masuk.
"Aughhh,,, heessh,,," desisku meringis tertahan merasakan sensasi nyeri yang datang.
Riko masih menahan, sepertinya akan melakukan sesuatu hal.
"Heeggggkkkk,,,, Ouggghhh!" Tak diduga, Riko menghentakkan dengan kuat. Hingga semua kontolnya masuk seluruhnya dilubang kenikmatanku.
"Akkkkkkhhhhhh!" jeritku, tak terkontrol.
Pov Raya End!
#bersambung....
________
Ikuti kisah selanjutnya...
Selasa 09 Agustus 2022.
Komentar
Posting Komentar