169. RASANYA KEPERGOK?.

 Bab 169. RASANYA KEPERGOK?.


★★★★


Tentu saja hal itu mengundang rasa penasaran kedua orang tua Alex yang berada didalam atas teriakan Angel yang tiba tiba ketika melihatku. Terlebih datang kerumahnya tanpa ada undangan.


"Sayang, ada apa? Kenapa teriak histeris seperti itu, kayak melihat setan?" seru bu Shella tertahan menatap putrinya heran.


"Ya Jel, apa yang membuatmu sampai ketakutan seperti ini. Gak ada siapa siap" geleng pak Remond keheranan melihat putrinya Angel.


"Itu nak bening dengan adikmu Alex kamu harusnya senang bukannya malah ketakutan seperti itu kayak melihat penampakan. Nak Abil bagaimana kabarmu tumben datang ke sini ada perlu apa?"


Tentu saja aku bingung untuk menjawabnya karena aku datang kesini itu pun atas ajakan Alex entah apa maksud Alex membawaku ke rumahnya atau mungkin ada maksud tertentu aku tidak tahu.


"Ma aku yang ngajak Bening ke sini buat main ke rumah, aku ingin ngobrol-ngobrol dengan Bening karena udah lama aku nggak masuk sekolah jadi banyak pelajaran yang ingin kutanyakan padanya. Mama kok sensi gitu sih" Alex seperti tahu posisiku karena aku tidak mampu untuk menjawab pertanyaan mamanya.


Bu Shella hanya tersenyum ramah ke arahku namun aku tidak berani kontak mata dengannya karena aku takut nanti Bu Shella timbul rasa curiga tapi aku sudah merasa lega karena Alex yang telah memberi alasan jadi aku bernafas dengan lega.


Bu Shella seperti menghentikan tangisnya bisa kulihat kalau matanya merah habis menangis begitupun dengan Pak Remond matanya juga memerah terlebih lagi Angel, sepertinya cewek itu pun juga menangis bisa kulihat ada perban di wajahnya juga di kedua lengannya, sebenarnya aku merasa kasihan melihat keadaanya tapi karena sikapnya yang keterlaluan, Jadi perasaan itu ku tepis. Biar gadis arogan itu merasakan hukuman dariku untuk sementara karena toh nanti aku juga akan menyembuhkannya tapi bukan aku yang melakukannya tapi atas bantuan seseorang.


"Hiks hiks hiks,,,," isak tangis terdengar, kulihat Angel menitikan air matanya, aku tahu apa yang sedang dia rasakan mungkin dia sudah berobat atau konsultasi ke seorang dokter tentang luka yang dideritanya bisa disembuhkan atau tidak namun aku yakin kalau lukanya itu tidak akan pernah sembuh karena aku pernah ku bilang padanya kalau luka itu akan permanen jika aku tidak menyembuhkannya. Mungkin hal itu yang menyebabkan Angel menangis.


Alex hanya diam saja, dia tahu apa yang dirasakan oleh kakak perempuannya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa terlebih untuk menolongnya, dia tahu kesalahan kakaknya itu, mungkin sangat fatal sehingga aku menghukum kakaknya namun Alex hanya tersenyum miris ke arahku.


Mungkin Alex berharap aku bisa memaafkan kakaknya, namun ku balas dengan tatapan kalau aku sudah memaafkan kakaknya tinggal tunggu waktunya saja.


Alex hanya senyum, senyum simpul yang ditunjukkan olehnya ke arahku, aku bisa mengerti sekarang, kalau Alex sudah merasa tenang dengan apa yang kukatakan melalui pandangan mataku.


Bukan hanya Angel saja Bu Shella juga menangis, menangisi anak lelakinya bernama Niko yang sekarang keadaannya sedang terbaring di badnya. tentu saja Bu Shella akan merasa sangat terpukul melihat keadaan putranya.


begitupun Pak Remond hanya diam di tempatnya menatap ke arahku juga Alex serta Angel.


"Silakan masuk nak Bening, anak saya Niko sedang mengalami sakit apa yang dialami oleh Alex kemarin" jelas Pak Remond dengan tatapan sendu serta sedihnya.


"Iya nak Bening kemarin saja Alex baru bangun dan paginya kakaknya Niko sudah tidak sadarkan diri lagi seperti apa yang dialami oleh Alex, Ibu bingung untuk menyembuhkannya karena Ki Ageng juga sudah angkat tangan dan tidak pernah datang ke sini lagi. Ki Ageng juga ketakutan jika sampai menolong Alex karena mendapat ancaman dari orang yang telah membuat Alex mati suri itu kata Ki Ageng" terang bu Shella dengan berurai  air mata kepedihan.


Tentu saja aku terdiam, tidak mungkin aku akan mengatakan jikalau akulah pelakunya tentu aku akan mendapat perlakuan yang tidak baik mungkin juga aku akan bunuh di tempat ini, jika aku membeberkan apa yang tengah terjadi baik, Alex, Niko ataupun Angel itu aku yang melakukannya bahkan juga Ki Ageng kubuat jera supaya tidak berurusan denganku lagi.


Mata Angel membulat ke arahku, aku tahu kalau dia juga menyimpan dendam tapi tidak mungkin dia akan melawan ataupun mengatakannya karena baik bu Shella ataupun Pak Remond terlihat diam dan biasa saja seakan tidak pernah terjadi sesuatu apapun bahwa yang dialami oleh Angel itu adalah ulahku.


Kini tatapan Angel tidak lagi mengarah padaku sesekali dia nampak menunduk bahkan untuk kontak mata denganku dia enggan mungkin karena dia takut jika nantinya akan kubalas ataupun marah. Padahal aku sudah melupakan.


Aku tidak menyadari jika akan ada dokter Miko di dalam kalaupun dokter Miko tidak bersuara mungkin aku tidak akan menyadarinya karena baik aku dan Alex masih berada di ambang pintu kamar milik Niko.


"Hiks hiks hiks,,, silah masuk nak Bening,,," kata bu Shella berharap aku melihat keadaan Niko.


"Ayo Bening" ajak Alex ramah bahkan rona wajah biasa. Kesannya sungguh berbeda saat aku bertemu dengan Alex untuk pertama kali dia begitu membenciku. Sengaja juga membullyku jika ingat hal itu rasanya bikin aku tersenyum sendiri suatu hal yang tak terduga jika kalian bisa berubah seperti sekarang ini.


Ku anggukkan kepalaku atas ajakan Alex rasanya ini seperti Dejavu aku tidak tahu harus berkata apa atas semua perhatiannya aku diterima dengan baik bahkan diperlakukan sangat baik sungguh suatu hal yang sangat mengharukan bagiku. Andai saja sikap Riko seperti Alex mungkin perasaanku padanya tidak akan pernah pudar karena selama ini  Riko seperti sibuk dengan dunianya sendiri.


Pernah aku bertemu Angga dan sikap Angga pun seperti berubah bahkan aku melihat dengan kepala mataku sendiri kalau Angga punya hubungan khusus dengan Raya ingin rasanya aku menanyakan hal ini padaku, apa mungkin Riko tidak tahu mengenai hubungan Raya dengan Angga?. Ah, sudahlah aku tidak ingin mengenang kembali hal itu.


Aku bersama Alex melihat keadaan Niko yang terbaring. Ada selang infus di tangannya. Tak ada nafas bahkan tubuh Niko juga tidak dialiri darah namun bukan berarti dia mati hanya saja Niko terkurung di dunia mimpi. Karena aku yang melakukannya baik Angel maupun Alex mereka sama-sama tahu tapi mereka bungkam di depan kedua orang tua mereka entah apa maksud mereka menyembunyikan hal itu di depan orang tua mereka.


"Bening bagaimana kabarmu? kamu makin manis aja" rayu dokter Miko dengan tersenyum ramah. Aku tahu dokter Miko adalah orang yang ganteng selain ganteng dia juga sangat perfect pasti banyak gadis ataupun cewek yang mengaguminya maupun naksir sama dokter Miko tetapi entah mengapa dokter Miko seolah belum punya pasangan.


Dokter pribadi keluarga Pak Remond yaitu dokter Renaldi lalu ke mana dokter Renaldi, sedangkan kini digantikan oleh dokter Miko tentu saja dokter Miko sangat kenal baik denganku karena dia sebagai dokter pribadi keluarga Sanjaya.


Karena dokter Miko sudah pernah menangani kasus yang seperti ini begitupun juga dengan dokter Carmila. Dokter cantik itu juga pernah menangani kasus yang sama dialami oleh Raya ketika waktu itu Raya sedang dalam keadaan koma. dokter Miko tentu saja di daerah nagih dengan apa yang dialami oleh Niko karena sama persis apa yang dialami oleh Riko namun tetap saja apa yang dilakukannya tidak membuahkan hasil namun dokter Miko selalu optimis.


"Alhamdulillah dok, keadaanku baik-baik saja, dokter sendiri gimana kabarnya, kok masih jomblo, hehehe,,," aku hanya mengulum senyum ke arah dokter Miko yang sedang sibuk mengurusi Niko.


"Bukannya nggak laku ya Bening aku masih mengejar karirku nanti kalau sudah punya istri banyak hal yang harus dikerjakan harus ngurus istri harus ngurus kerjaan ngurus ini itu jadi untuk saat ini aku belum memikirkan ke hal itu" terangnya lagi lagi tersenyum simpul.


Entah mengapa Alex terdiam melihat keakrabanku dengan dokter Miko sepertinya Alex ada something atau dia ah,,, entahlah aku tidak mau menafsirkannya biar saja itu urusan Alex yang penting aku sama dokter Miko enjoy toh aku dengan dokter Miko tidak pernah ada hubungan apa-apa hanya sebatas mengenalnya saja.


"Bening kamu begitu akrab dan mengenal dokter Miko dari mana?" Tanya Alex seperti menaruh curiga dengan keakrabanku sama dokter Miko. tentu saja aku sangat mengenalnya dengan baik karena aku sering bertemu dengan dokter Miko. karena dokter Miko adalah dokter pribadi dari keluarga Sanjaya yang menangani kasus yang sama apa yang dialami oleh Riko.


Apa perlu aku jelaskan pada pada Alex bahwa aku mengenal dokter Miko bukan hanya hari ini karena aku sudah lama mengenal dokter Miko karena Alex tidak tahu kalau aku begitu kenal dengan dokter Alex karena keadaan Alex sedangkan dan penanganannya penanganannya diurus oleh dokter Miko, dokter Carmila, dokter Renaldi serta dokter Rendy Pratama. Tentu para dokter punya ikatan tertentu dan mereka mempunyai hubungan kerjasama, buktinya saat ini dokter Miko lah yang menangani keadaan Niko.


"Alex tentu saja aku mengenal Bening karena orang tuanya bekerja di rumah Riko. Pasti kau kenal dengan Riko kan Alex karena sekolah kalian satu sekolah mungkin beda kelas" jelas daftar Miko dengan senyum ramahnya, kulihat Alex seperti manggut-manggut dengan penjelasan dari dokter Miko sehingga aku tidak perlu menjelaskan lagi pada Alex, bahkan Alex pun pernah bertemu dengan Riko itu pun beberapa kali.


"Bening kamu kenalnya orang yang  ganteng-ganteng. Gimana kabarnya Riko apa dia baik-baik saja karena sudah lama aku tidak ditelepon oleh keluarga Sanjaya, ada satu hal yang selama ini masih jadi ganjalanku yaitu mengenai kasus pelecehan yang dialami oleh Riko apakah orang yang telah melecehkan Riko itu sudah ditangkap karena sudah tidak ada kabar beritanya lagi. Kudengar yang melecehkan Riko itu adalah guru yang mengajarnya kalau tidak salah Pak Dwi dan Pak Lexy" cerita dokter Miko dan itu didengar oleh Alex beserta keluarganya yang hadir di ruangan kamar milik Niko yang sedang terbaring koma.


Semua mata menatap ke arahku seakan aku adalah pelaku utama dan yang tahu dari semua pokok masalah yang terjadi aku tidak tahu apakah keluarga Pak Remond dan Bu Shella itu mengenal keluarga Sanjaya atau mungkin mereka masih ada ikatan persaudaraan. Semua pertanyaan itu berputar di pikiranku aku hanya bisa terdiam dan balik menatap mereka satu persatu lalu ku arahkan pandanganku pada tubuh Niko yang terbujur di bad miliknya.


Rasanya aku tidak enak sendiri dengan pandangan mereka.


"Jadi Riko pernah mengalami pelecehan seksual?. Aku seperti mengenal nama mereka berdua tapi aku seperti lupa wajah mereka" Alex seperti mengingat ingat, itu terlihat dari dahinya yang mengernyit.


"Padahal Alex yang pernah mengalami, kini hal sama Niko alami. Penyakit apa itu namanya karena dokter tidak bisa mendiagnosa penyakit yang dialami oleh Niko maupun Alex bahkan dokter Miko pernah menangani kasus yang serupa yaitu di alami oleh Riko, juga Raya itu dialami oleh dokter Miko" ucap Bu Shella miris air matanya masih bercucuran di pipinya dia tidak tega melihat keadaan putranya yang terbaring.


"Bahkan Alex bangun dengan sendirinya dalam keadaan tidak kurang suatu apapun sungguh ini suatu penyakit yang sangat aneh dan langka mungkin sejuta banding satu" lanjut Bu Sheila menatap ke arah Miko sesekali nampak menatapku dengan tatapan tajam ke arah suaminya serta ke arah Alex juga Angel maupun dokter Miko.


"Bu Shella, Pak Remond saya permisi dulu masih ada tugas yang lainnya, selamat siang" sepertinya pemeriksaan dari dokter Niko hari ini terasa cukup sehingga dia berpamitan pada keluarga Pak remon sesekali nampak dokter Miko menatap ke arahku itu mengundang kecurigaan Alex karena selalu mencuri pandang ke arahku begitupun dengan Angel yang sudah dari tadi tidak pernah berkata sepatah kata pun seolah takut jika berbuat kesalahan mungkin juga karena ada aku di rumahnya sehingga Angel berpikir keras untuk tidak berbuat ulah karena mungkin merasa akan berakibat fatal baginya jika sampai mengusikku kembali, itu sudah cukup pelajaran bagi Angel wajah dan lengannya.


Setelah kepergian dokter Miko suasana sedikit agak lengang.


Aku merasa sedikit tidak enak dengan suasana yang terjadi, aku juga merasa bingung apa yang harus aku lakukan. Terlebih Alex cara bersikap biasa saja seolah tidak terjadi sesuatu padahal aku tahu kalau tadi sempat menaruh curiga padaku karena keakrabanku dengan dokter Miko terlebih dokter Miko banyak mengetahui tentang pribadiku yang selama ini tidak diketahui oleh Alex.


Mana sekarang sudah siang perutku rasanya sudah lapar namun aku malu untuk untuk sekedar minta minum jadi perut lapar kutahan walaupun rasanya agak perih. Alex  seakan tidak tahu tentang hal itu hanya diam saja. Aku juga tidak mungkin mengatakan hal itu pada aneh hanya membikin malu seperti seorang pengemis yang meminta makan kepada orang kaya terlebih sikap Angel yang sejak pertama sudah tidak menyukaiku jika aku mengatakan hal itu tentu akan membuat diriku malu sendiri. sebisanya aku tahan rasa lapar dan juga rasa harus ku karena hari sudah semakin beranjak sore.


Rasanya sudah cukup aku melihat keadaan Niko. entah kapan aku akan membebaskan Niko aku sendiri tidak pernah tahu namun aku hanya memberi sedikit pelajaran supaya Niko tidak macam-macam serta menghinaku sesuka hatinya.


Namun ada satu hal yang ingin kusampaikan pada Alex sebelum aku merencanakan untuk pulang dari sini entah siapa nanti yang akan mengantarku pulang masih aku pikirkan. Ini ada sangkut pautnya dengan kesembuhan Angel, kasihan gadis itu karena Niko, Angel sampai terseret ke dalam masalahku dan terkena imbasnya.


"Bu Shella, pak Remond, permisi ada sesutu yang inginku sampaikan Alex, mengenai hal penting" kataku merasa tak enak sendiri terlebih, tatapan Angel seperti tak mengenakkan hati namun aku tepis itu semua, toh Angel juga tidak akan berani mengusik lagi.


Bu Shella dan Pak Remond hanya mengangguk memberi ijin, Alex bergegas membawaku menjauh dari keluarganya keluar kamar Nilo supaya aku tenang untuk berbicara seperti yang tadi akan kusampaikan, ini ada sangkut pautnya mengenai diri Angel kakak perempuannya.


Setelah suasana tenang dan tidak ada gangguan aku pun mengatakan pada Alex dan itu pun aku tidak berani berkata dengan keras. Aku masih mengedarkan pandanganku berkeliling bisa saja ada yang memata-mataiku untuk itu aku perlu waspada.


"Alex,,, Alex sebelum aku pulang aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Dengarkan aku, kamu harus melakukan ini karena aku tidak ingin nantinya aku yang mengobati kakak perempuan mu Angel karena kau tahu dia tidak menyukaiku"


"Maksudmu apa Bening, kamu tidak ingin menginap di rumahku?"


"Maaf Alex, aku tidak bisa, aku harus pulang ibuku pasti mencariku begitupun juga dengan ayahku pasti beliau sangat panik karena aku tidak memberinya kabar" jelas ku supaya Alex mengerti dengan keadaanku.


"Aku jika dekat dengan kamu ada perasaan aneh yang kurasakan aku,,, aku,,,  SA-NGE,,," bisikku hal itu membuat mataku membulat ke arah Alex karena dia mengakui dari perasaannya.


Bukan hal itu yang ingin aku dengar tapi dari ucapannya tadi membuat dadaku makin berdebar jantungku makin berpacu.


Tak perlu lama-lama lagi aku ingin melaksanakan rencanaku yang sudah tertunda.


Aku tidak tahu maksud ucapan tadi, aku-nya Alex jika dekat dekat dengan terlebih saat ku sentuh dia seperti tersetrum. Jika ku ku cium Alex langsung tak terkontrol bahkan sampai sampai ngecrot tanpa bisa dicegahnya.


Karena keadaan aman sudah ku pastikan...


Maka selalunya, ku tatap tajam Alex, mendekatinya.


Lalu,,,


"Hmmm,,,," ku lumat bibirnya karena itu jalan satu satunya. Ludah ku berikan, ku rasanya sudah cukup.


Nampak tubuh Alex mengejan hebat. "Hahhh,,,!" Nafas Alex terputus putus, masih saling lumat.


"Kaliannn,,,,! Aleeexxxx,,,! Sungguh menjijikan kaliannnnn,,,!"


#bersambung.....


-----------


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Lalu masalah apa lagi yang akan menimpa Bening?


Ikuti kisah selanjutnya...


Jm 07/10/22.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.