170. Harus ku miliki.
Bab 170. Harus ku miliki.
★★★★
Pov Alex
--------
Semenjak ku kenal Bening, entah mengapa dunia seperti berbalik seratus delapan seratus derajat.
Kejadian yang ku alami saat ku jejakan kaki disekolah ini lagi karena aku pindah dari sekolah dulu.
Ku akui kalau papaku pemegang saham utama di sekolah elite Permata bangsa, jadi siapun guru guru tidak akan ada yang berani mengusikku siapapun itu termasuk kepala sekolah.
Namun, di antara ribuan murid yang ku kenal ada salah satu siswa cowok yang mengusikku.
Dia bernama Bening Ria saputra, dia murid pintar dikelasku, tak ada bisa mengalahkan, dia juga pendiam. Bukan Alex namanya kalau tidak bisa membuatnya jera dan takut padaku. Hingga aku senang membullynya.
Namun, bukan itu tujuanku karena Bening bukan prioritasku sekolah lagi disini akan tetap para ceweknya yang akan ku buat bobol perawannya.
Aku suka sekali dengan lubang memek yang membuatku bersemangat untuk mencicipi semua cewek terutama di kelas dua belas A. Yang memang notabenya terkenal cantik cantik juga pintar serta cerdas.
Maka aku pun membuat geng tujuanku buat jebak ceweknya satu persatu masuk kedalam perangkap.
Hingga ku rencanakan suatu untuk melaksana keinginanku.
Satu persatu cewek dikelas dua belas ku buat tak berdaya, karena sebagian besar telah jadi korbanku. Puas rasanya aku bisa merasakan tubuh mereka, terutama lubang mereka yang legit, juga masih perawan, tentu sangat sempit menjepit batangku. Nikmat syurga dunia ku rasakan. Membayangkan saja membuat batang milikku langsung tegang, berurat serta agak melengkung seperti bulan sabit.
Ingin ku rasakan kembali aku merasakan lubang sempit para gadis perawan.
Tentu saja mereka dibawah kendali ku tidak bisa berbuat apa apa karena ku ancam mereka denngan menyebar aib mereka dengan menyebarkan gambar bugil mereka tentu akan dikeluarkan dari sekolah Permata bangsa bukan itu saja sekolah dimana pun pasti tidak akan diterima dengan perilaku mereka yang tidak senonoh karena menyebarkan tubuh telanjang mereka.
Tentu mereka akan sangat malu dengan keadaan itu, bahkan juga keluarganya pun ikut imbasnya. Siapa yang akan berani melawan aku jika sudah seperti itu. Tentu tidak akan ada.
Aku makin menekan mereka yang telah kena jeratku, hampir tiap hari aku mau jika hasratku berkobar maka salah satu dari mereka harus melayani gairahku yang setiap menggebu gebu.
Mungkin sudah naasku aku harus berhadapan dengan seseorang yang akan membuat duniaku berubah bahkan dalam hitungan hariku semua berubag total.
Aku dipermalukan, bahkan dilecehkan secara nyata, hingga aku tidak terima. Namun, aku bukanlah apa apa. Aku dibuat tak berdaya. Jika begini aku bisa bisa mati konyol.
Aku disekap didunia mimpi. Sungguh mimpi yang aneh tapi nyata hingga aku terkurung didalam tanpa aku bisa keluar. Karena tidak ada celah ataupun pintu keluar dari tempat itu. Namun, herannya sosoknya bisa muncul kapan saja dia suka, entah dari mana, dan lewat mana karena dia begitu saja muncul di hadapanku.
Bening!?
Bocah yang penuh dengan misteri.
Penuh kejutan serta tak terduga.
Bisa saja aku mati di tangannya tanpa ada yang mengetahuinya kalau aku jadi korban kematian dari alam mimpi.
Setelah aku telusuri ternyata aku korban dari Ilmu yang sungguh sangat mengerikan bernama ILMU PENJERAT MIMPI. Maka orang yang terkena ilmu penjerat mimpi tidak akan pernah selamat dari kematian. Sungguh pembunuhan yang sangat rapi tidak ada bekasnya. Bahkan mengalahkan dari pembunuh profesional sekalipun.
Bahkan pernah suatu saat ku hirup aroma bunga, lama ku ingat tentang aroma itu bahkan tercium sangat menyengat dihidungku. Wangi itu seperti jadi belenggu jiwa. Bahkan untuk berpikirku pun aku tak mampu. Tubuhku tak berdaya, tidak punya tenaga sama sekali. Lemas, lunglai. Setiap hari tubuhku makin lemah dan semakin lemah, hanya saja ketika kedatangannya, aku seperti punya kekuatan.
Yang membuatku heran tubuh Bening seperti transparan tidak bisa tersentuh sama sekali hingga aku tidak bisa menyentuhnya sama sekali terlebih ingin menyakiti ataupun melukainya sedangkan aku tidak bisa menyentuhnya, seperti angin saja.
Bahkan Bening begitu mudahnya menyentuhku, bukan itu saja bahkan menyakitiku maupun melukaiku, rasanya itu sangat sakit luar biasa padahal ini di alam mimpi, tidak masuk akal. Sakitnya melebihi saat aku ketabrak, itu lebih menyakitkan lagi, pedih. Bahkan saat dicekik, aku tidak bisa bernafas sama sekali, seakan sekarat, nyawaku seperti mau terbang.
Bukan hanya itu saja yang ku rasakan bahkan, saat aku menciumnya, entah mengapa bibirnya begitu terasa manis, membuatku heran, bahkan aroma bunga kenanga yang yang menebar membuatku seakan langsung on berat.
Batang milikku begitu mendesak, bukan hanya itu saja, aku bahkan tidak bisa menahan hasratku. Hasrat ku tak terbendung, bahkan aliran darahku langsung naik ke ubun ubun. Detak jantungku kian berpacu, nafasku terputus hingga tak bisa ku kendalikan.
Ini sungguh nikmat yang sangat luar biasa, bahkan aku tak bisa mengontrolnya hingga saat menciumnya batangku mengeras sangat keras, rasanya ngilu tak tertahankan hingga ku rasanya, aku pengen crot saja. Bahkan tidak butuh waktu lama batangku terpancar sangat deras sekali, langsung tak bisa ku cegah maupun ku kontrol.
Rasanya ingin crot yang sangat luar biasa ku rasakan, bahkan melebihi memek cewek cewek yang pernah ku GASAK memek beceknya. Anganku melayang, sangat indah, bahkan powerku pulih.
Ciuman yang ternikmat yang pernah ku rasakan bahkan dengan cewek manapun, rasanya bibirnya begitu manis.
Kok ada bibir cowok begitu semanis yang dimiliki oleh Bening tiada duanya didunia ini. Candu. Itu yang ku rasakan.
Hingga di akhir pertemuanku dengan Bening karena aku tak bisa membendung hasratku, pun kelihatannya Bening fine fine saja maka tak bisa ku cegah lagi. Maka aku pun juga ikut apa keinginannya sambil dia berbisiknya untuk aku menyembuhkan kakakku Angel.
"Alex, ludahmu yang bakal menyembuhkan luka kakakmu. Ingat, waktumu tidak banyak Alex hanya berjeda dua jam, maka pengaruhnya akan hilang, gunakan waktumu sebaik baiknya. Selamat tinggal, Al. Ass,,,-!?"
Maka ciuman yang sangat hot pun terjadi saling lumat bahkan saliva saling tertaut bahkan saat Bening memberiku ludahku dengan senang hati ku terima lagi lagi rasanya candu dan legit sekali.
Membuatku terlena, dunia terbalik. Tak bisa berpikir waras lagi. Hingga lagi dan lagi aku ingin lebih dan lebih dalam menciumnya. Nafaspun putus putus, hal seperti itu terulang kembali bahkan sampai ejakulasi ternikmat yang pernah ku rasakan. Aku terbuai. Bahkan anganku yang membubung tinggi belum juga memulihkan kesadaranku sepenuh dari ciuman dengan Bening. Nikmat. Sampai sebuah teriakan mengagetkanku begitupun dengan Bening sangat shock.
Blippp....
Tubuh Bening dalam sekejab menjadi transparan, bukan hanya itu aroma bunga tercium kuat.
Bersamaan dengan teriakan kak Angel yang begitu kencang hingga menimbulkan kehebohan.
"Angel, kenapa kamu teriak seperti itu? Gak punya aturan, mana saudaranya lagi sakit malah bikin keributan?" dengus mama kesal dengan sikap kak Angel yang masih melototiku. Dia tak percaya dengan kenyataan yang terjadi.
Aku sendiri juga tak percaya jika tidak mengalaminya sendiri karena sosok Bening entah hilang kemana.
Padahal tadi jelas jelas didekatku, dekat sekali bahkan kami melakukan kissing yang cukup dalam bahkan masih ku rasakan basah di celana seragamku. Lengket, lembab tidak nyaman tapi karena ulah kakakku semua jadi kacau, Bening entah kemana, dia begitu penuh misteri.
"Ada apa kamu teriak kenceng kayak kesetanan Angel, bikin orang kaget, takut kamu ada apa apa?" ulas papa marah dengan ulah kak Angel.
Tentu saja akibat ulahnya seisi rumah jadi heboh mana kak Niko sedang sakit tentu papa, mama memarahi kak Angel.
"Ma, pa ak, aku,,, tadi lihat,,, Al- Alex,,,, " tentu saja kak Angel tidak punya alasan untuk menjawab karena sosok Bening sudah tidak ada, aku sendiri tidak tahu kemana pergi menghilang.
"Alex kenapa? Adikmu baik baik saja, kenapa sampai bikin kehebohan" sewot mama pada kak Angel dengan mata membulat karena tidak bisa memberi alasan.
"Alex ada apa sebenarnya yang terjadi?" tanya papa, sepertinya penasaran sekali.
Waduh! Mana papa tanya lagi, harus jawab apa aku terlebih Bening tidak ada, pergi, menghilang kemana tuh orang aku kagak tahu.
"Temanmu Bening kemana Alex?" selidik mama mulai timbul rasa curiga karena baru saja keluar dari kamar Niko bahkan sempat ngobrol panjang dikamar, kini begitu cepatnya tidak ada.
"Itu yang ingin ku beritahu ma, pa. Ta- tadi,,, Bening itu sama Alex itu,,,"
Mataku membulat ke arah kak Angel, bukan tatapan biasa tapi penuh ancaman.
"Ma, pa tadi Bening pamit sama aku, tapi sebelum pamit Bening pesan sama aku, bisik gitu supaya gak ada yang dengar"
"Apa pesannya Alez?. Kamu jangan bohong, jelas jelas aku lihat kamu sama Bening. Kamu dan Bening itu lagi ci-,,,"
"Enak aja kamu ngomong gitu. Sini aku buktikan. Kalau luka kak Angel itu bisa sembuh, tak perlu di operasi maupun obat medis karena itu akan percuma. Sini kak Angel" pintaku supaya kakak Angel tidak ngenyel karena aku dapat pesan singkat dari Bening.
Kini akan aku buktikan kebenerannya karena waktu yang diberikan oleh Bening tidak banyak, takutnya pengaruhnya akan luntur.
Kedua lengan kak Angel diperban, begitu wajahnya, tapi tadi, waktu teriak kencang sekali terus gitu gak ngerasain apa apa, tetapi kini meringis kesakitan. Aneh?.
Bahkan dengan rasa dongkol kak Angel mendekat. Kalau tangan mungkin masih bisa ku jilati serta meninggalkan bekas dengan ludahku tapi kalau wajah, masih ku pikirkan caranya.
Sambil bicara aku pun meminta mama untuk membuka perban dilengan serta wajahnya.
"Nak, apa maksudnya?" Tentu saja mama dibuat bingung. Tapi nanti mama, papa pasti akan tahu sendiri.
"Tahan kak" ucapku supaya kak Angel menahannya. Aku tidak tahu reaksinya bakal seperti apa.
Luka yang cukup dalam dan parah tidak ada perubahannya sama sekali.
Tanpa ragu, ku sapu lukanya dengan lidahnya ku baluri dengan ludah ku yang bercampur dengan ludah milik Bening.
Kanan gantian yang kiri, pun sama dengan yang kanan. Setelah itu aku agak bingung dibuatnya dengan luka di wajahnya yang juga cukup parah, menganga serta dalam.
"Awww,,, aaaahhhhh,,," ringis kak Angel saat lukanya terkena ludahku.
Kini ku alihkan pada luka di wajahnya. Aku pun sedikit panik, waktunya tidak banyak.
"Cuiiiihhhh,,, cuuuiiiihhhh,,,!"
Wajah kak Angel basah oleh ludahku.
Kembali kak Angel meringis karena rasa perih yang mendera.
Sedetik,,,
Dua detik,,,
Tiga detik,,,
Empat detik,,,
Lima detik,,,
Maka yang terjadi selanjutnya....
Sungguh diluar dugaanku. Ku saksikan sendiri.
Ma, pa juga tak percaya jika tidak melihatnya sendiri apa yang terjadi.
"_______&&&&&______"
Bagai besi panas tersiram air, itu lah bunyi yang tetdengar saat ludahku tadi bereaksi.
"Ccceeeeeessssshhhhhh!?"
"Aaaaaaaaakkkkkkkkkhhhhhhhhh,,,,!" jerit bercampur teriakan seperti lolongan anjing sangat kencang hingga ruangan didalam memantul bahkan gendang telinga rasanya mau pecah mendengarnya.
Mama sampai tutup telinganya rapat rapat begitu papa dan aku juga ikut menutup telinga karena pekak.
Air mata kakakku langsung mengucur deras. Menangis pilu, namun hanya sesaat karena rasa sakit yang dirasakan menghilang.
Keadaan kak Angel telah biasa. Bahkan kini ada seulas senyum, senyum yang merekah karena suasana hatinya sedang baik, merasa bahagia tiada tara.
Mata mama yang semula terpejam, terbuka menatap kearah kak Angel, senyumnya lamgsung mengembang, bahagia.
"Mama, aku,,, sembuh maaa,,,,!" teriak kak Angel sumringah.
"Iya sayang, kamu sembuh, syukurlah. Terima kasih Tuhan,,," mama pun langsung memeluk kakak penuh haru juga sekaligus bahagia. Lebih bahagia lagi kak Angel.
Setelah pelukan mama lepas mengagumi kulitnya yang telah pulih bahkan nampak lebih glowing.
Papa menghembuskan nafas lega, menatapku penuh tanda tanya terlebih dengan yang barusan ku lakukan padahal sejak awal ku jelaskan tapi papa kelihatan masih penasaran.
Mama tak peduli bahkan tidak seperti hal papa karena berkali kali papa melihat kearahku.
Rasanya aku mau beranjak pergi, ingin ke kamar, lalu mandi membersihkan diri.
Tentu saja agak risi dengan keadaanku yang tadi crot, agak lengket dan gak nyaman.
Biarlah kak Angel dan mama lagi bahagia, serta luka yang di alami sudah sembuh bahkan pulih seperti sedia kala. Tanpa bekas sama sekali.
"Pa aku mau ke kamar dulu" pamitku pada papa karena sedari memperhatikan gerak gerikku jadi akh gak enak hati. "Sampaikan ke mama ya pa" sambungku melangkah berlalu.
"Nak,,," sepertinya papa ingin mencegahku, ingin bertanya tentang sesuatu. Tapi aku tetap melanjutkan langkahku menuju ke kamarku. Tentu banyak pertanyaan dipikiran papa tapi ku abaikan, karena aku perlu menenangkan pikiran juga karena semua hal yang ku alami hari ini.
Ku kunci rapat kamar, tak ada yang menganggu.
Ku lepas satu persatu pakaian satu persatu dari atas saat aku berada dikamar mandi hingga menyisakan celana dalamku menutupi area terlarangku. Bukan hal apa apa jika aku berada dikamar mandi seperti ini maka aku akan menatapi setiap incinya terutama bagian yang selalu membuatku merasakan kenikmatan.
Perlahan mulai tegang sedikit demi sedikit. Bentuknya selalu ku kagumi karena telah menjebol beberapa memek perawan para cewek cewek yang jadi korbanku.
Tapi bukan itu yang kini ada dipikiranku melainkan sosok lain, sosok seorang cowok yang mampu membuatku klimaks hanya dengan menciumnya saja. Itu hal keanehan yang ku rasakan bukan hanya itu saja namun juga tentang Bening yang menghilang secara tiba tiba, sosoknya transparan, menghilang juga ludahnya yang bisa menyembuhkan kakakku serta dia bisa muncul di alam mimpiku, menyakiti padahal ku lihat dia seperti cowok biasanya seumuranku yang selalu tenang, tidak banyak tingkah selalu ramah tapi kenapa banyak yang membencinya, tapi setelah mengenalnya lebih dalam maka membuatku JATUH CINTA.
Aku seperti terosebsi pada Bening sekarang, aku ingin mengejarkan, ingin memilikinya apa pun yang terjadi. Aku tidak peduli. Apapun resikonya akan ku hadapi. Ha ha ha.....
Ku mainkan secara perlahan. Dengan gerakan eksotik...
"Aougghhhh,,,!" erangku pelan, membayangkan ciuman panasku dengan Bening hingga nafasku menderu, dadaku berpacu. Beberapa menit selanjutnya aku nafasku makin memburu, aku terengah engah.
Batangku makin tegang, sempurna. Melengkung masih ada kulupnya karena aku belum sunat. Aku tidak mau pun papa mama juga tidak mempermasalahkannya, aku enjoy saja menikmati hidupku.
"Oughhh,,,!" Lenguhku panjang saat batang ku menyemburkan lahar hangatnya. Sungguh begitu nikmatnya. "Oh Bening,,, aaahhhhh,,," tetes terakhirnya, ku bersihkan dari ujunngnya. Kulupnya menutup tapi tidak menutup sempurna.
Ku lepas dengan rasa nikmat ku rasa.
"Bening...?"
Pov Alex end!
#bersambung....
_________
Sn 10/10/22.
Komentar
Posting Komentar