181. Duel yang tak seimbang.
Bab 181. Duel yang tak seimbang.
★★★★
Ku amati sesekelilingku, memang sepi, agak sejuk suasananya karena Ac.
Alex masih menarikku, tentu saja aku tak enak hati karena aku bukan siapa siapa.
"Eh,,, Bening, tumben mampir kesini?"
Tentu saja aku terkejut dibuatnya...
_________
Wanita itu tersenyum ramah padaku, seakan masalah yang dulu pernah terjadi seolah tidak pernah ada. Dia kakak perempuannya Alex, bernama Carollin Angel.
"Maaf kak Angel,,," aku bersikap ramah padanya karena dia bersikap ramah padaku.
Angel nampak bahagia sekali, seolah melupakan masalah yang pernah terjadi.
"Aku senang kamu kesini terus, biar Alex ada temannya. Alex gak pernah bawa temannya kesini. Kamu orang beruntung bisa berkunjung kesini, terlebih masuk memasuki kamarnya. Dah ya enjoy aja, anggap rumah sendiri gak perlu segan" kelihatan kak Angel begitu rapi dan wangi. Sempat tadi kak Angel menghirup udara, dia terlihat canggung, sikapnya nampak aneh setelah membaui.
"Kakakmu mau kemana Al?" tanyaku ada rasa penasaran.
"Mau kuliah, dia kuliahnya sore. Kalau pagi takutnya telat" terang Alex sembari tersenyum.
"Parfumnya wangi banget tadi, sekarang masih tertinggal" obrolku lebih lanjut.
"Wangian parfummu Bening" bahasnya lagi, seolah aku pake parfum mahal.
'Di kira aku bohongan, karena aku memang gak punya parfum' pikirku. Ku hembuskan nafas pelan.
"Ngeyel. Terserah kamu lah, dibilang aku gak pakai parfum. Di kiranya parfumku mahal. Kalau gak percaya boleh cari aroma yang seperti ini"
"Iya aku percaya. Lagian uangmu sekarang banyak kan"
"Dari mana kamu tahu?"
"Ada deh, pokoknya aku tahu. Kamu gak perlu tahu dari mana aku bisa tahu mengenai soal itu. Oiya kamu suka main game online gak?"
"Suka, tapi dikit"
"Banyak juga gak apa apa. Bagaimana kalau bye one, mau gak"
"Boleh"
"Oke"
Setelah itu Alex mengajakku masuk ke kamarnya. Apa benar yang dikatakan kakaknya kalau Alex itu tidak pernah membawa temannya baik itu cewek mau pun cowok. Toh, dulu aku belum mengenalnya sama sekali, karena insiden yang terjadi maka kini sikap Alex berubah drastis.
"Al, aku gak bawa ganti" setelah Alex mandi sudah bersih dan ganti pakaian.
"Kamu mandi dulu, nanti aku siapin buat kamu"
Keadaan kamar Alex lebih besar juga komplit, semua serba ada.
Beberapa saat akhirnya aku selesai mandi.
Di bad Alex ada pakaian ganti buatku. Pakaian seragamku tentu aku masukan ke tas gendongku. Tadi sepatu ku ada didepan, ku lepas, ada rasa khawatir tentang sepatuku.
Alex nampak mengotak atik hpnya, aku tahu itu hp bermerek mahal yang sangat terkenal itu.
Aku juga tidak minder dengan hp yang ku miliki walaupun aku diberi hp yang mereknya sama kayak milik Alex, aku malu pakainya karena itu pemberian Riko.
Dengan cepat aku pakai pakaian yang di siapkan Alex. Namun, perutku merasa lapar karena belum makan siang.
Rasa gelisah ku rasakan, terlebih perutku tidak bisa dikomprom lagi.
"Al,,," rasa ragu menderaku. Terlebih aku tidak dapat menahannya lagi.
"Ada apa,,,?" Alex tersenyum. "Kita makan siang dulu, yuk,,," ajak Alex, karena aku lapar mengikutinya. Walaupun tadi beli mie ayam tapi kini sudah lapar lagi.
__________
Ku keluarkan hpku yang ke beli dengan hasil jerih payahku dibantu oleh orang tuaku. Pede saja android yang ku punya.
"Hpmu lumayan bagus Bening,,," lirik Alex, kini fokus pada layar hpnya.
"Alhamdulillah" balasku, aku coba buat buka hpku karena aku jarang mengotak atiknya.
Sudah lama sekali aku tidak bermain game online, 5vs5 terakhir memainkan milik mas Surya.
Ku ingat betul begitu berat perjuanganku untuk memain game online, karena hp yang dulu sangat tidak mendukung hingga aku punya hp baru lagi.
Namun, aku malah tidak punya waktu untuk memainkannya, karena seakan waktuku terbatas.
"Siapa Bening? Kamu mau pake hero apa?" tanya Alex, setelah tadi follow idku. Tentu saja Alex seperti tidak asing dengan id milikku, tapi dia hanya diam saja.
"Pake mm, kamu pake apa?" balasku sekenanya
Ku lihat Alex tersenyum miring kearahku. Senyum yang kesannya meremehkan.
"Jika kamu menang, kamu bisa minta skin apa saja, kalau apa yang kamu minta aku kabulku" tantangnya, seolah aku akan kalah jika melawannya.
Ku anggap itu hal biasa jika mereka akan meremehkan kemampuanku.
"Jika pun aku kamu kalah satu kali saja, maka kamu boleh menciumku sampai kamu puas" ku beri tantangan seperti itu supaya konsentrasinya terpecah. Nampak Alex leletkan lidahnya, menelan ludah, pikirannya sudah kemana mana, tersenyum miring kearahku.
"Ku terima tantanganmu. Aku akan mengalahkanmu, lihat saja nanti" seperti sebuah ejekan saja. Kita lihat sampai dimana kemampuan yang dimilikinya.
#Welcome to mobile legend,,,#
Permainan game online pun dimulai. Ternyata Alex pake hero fighter, yang bisa gali tanah ketika ulti.
Tentu para pemain game online moba tidak akan pernah asing dengan hero itu.
Alex tersenyum miring kearahku. Meremehkan karena aku pake hero cantik pembawa panah. Itu pun skinnya gratisan. Pernah aku ditawari Riko skin legend tapi ku tolak, malah ketika mabar maka ku larang squadnya pake skin yang bagus, ku mereka pake skin biasa saja. Kadang mereka kesal, gak bisa keren keren sok pamer skin hero yang bagus.
Beberapa menit telah berlari sudah level empat, aku lock oleh Alex sama hero. Ku tanggapi dengan santai, sampai dimana kekuatan hingga terjadi duel sengit.
Tentu saja hal tak terduga dialaminya...
#First blood!#
Ku dapat kill pertama,,,
"Bangke!" umpat Alex tak menyangka jika aku begitu mudah membantainya.
"Tunggu balasanku!" sambungnya geram, tak terima jika aku telah meng-kill nya.
'Aku tunggu aksi Alex, seberapa kuat heromu, aku punya penangkal heromu' bisik batinku.
Kali ini Alex tidak berani berduel dengan ku lagi, lagi stuck, namun aku tidak bodoh bodoh amat, kecepatan skill dari hero yang ku mainkan ke gunakan sebaik baik dibanti dengan makhluk kecil kecil yang disebut minion membereskan tower mid line karena Alex masih tetap fokus pada stucknya hingga mengabaikan tower. Bahkan saat ku tunggu tidak meng-lock ku.
Sampai menit, entah yang ke berapa tower Alex hanya sisa tower utama. Aku berada dekat dengan nya.
Kembali heronya lock punya, ku hadapi dengan tenang, saat dekat.
'Oh maaf,,, tidak bisa'
Tap....
Karena hero wanitaku tentu punya momentum yang sangat apik. Menghilang, lock dengan hujan panah. Selanjutnya...
"Mari kita bantai!" gumamku lirih dengan tersenyum simpul.
Hero Alex lock,,,,
Ssseeettttttttt
Tak dapat dielakan lagi, ku hadapi dengan tenang.
"WIPE OUT,,,,!"
"BANGKE,,,! ANJING,,,!" umpatan, sumpah serapah Alex semua keluar dari mulutnya karena hero tak berkutik menghadapi heroku.
Karena aku tidak mau kalah dari Alex, maka kesempatan itu ku gunakan sebaik baik nya, aku tak mau menyia nyiakan kesempatan yang ada.
Bibirku tersenyum lebar. Puas rasanya telah mengalahkan Alex dengan mudahnya.
Sssrrreeeeettttt,,,, Duaaarrrrrrrrr,,,,
"VICTORY,,,!"
Itu terdenga dari pihakku.
"DEFEAT,,,?"
Itu dari milik Alex, wajahnya ditekuk. Ekspresi nya sudah tentu sangat tidak baik.
"Kita tanding ulang!" dengusnya kesal, tidak terima dengan permainan awal. Seakan ingin membalas kekalahan.
"Siapa takut,,," jawabku. Aku tidak ingin memperlihatkan kemenanganku, ku anggap itu hal biasa. Jika aku pamer takutnya Alex tidak terima, aku tahu Alrxy itu orangnya seperti apa.
"Huh,,, sok sok-an" Alex makin kesal saja.
"Atau kamu yang milih heronya. Atau pake hero yang sama?" tantangku memberinya kesempatan biar Alex yang tentukan.
Sesaat aku nunggu putusan dari Alex sambil ku klaim hadiah gratis. Karena cukup lama aku tidak main banyak event yang tidak ku ikuti.
Entah dengan Riko yang masih kumpul dengan gengnya apa masih main game online moba.
Ku ingat sekali kalau Angga sering dijemput oleh Riko pergi. Entah pergi kemana? Mungkin Riko dan gengnya punya markas sendiri.
"Terserah kamu,,,"
Permainan dimulai...
#bersambung...
___________
Sn 17/10/2022.
Komentar
Posting Komentar