189. KHAWATIR.
Bab 189. KHAWATIR.
★★★★
Suasana makin kacau balau, Alex seakan tak pernah puas melumatku, tidak merasa serta merasakan keadaan sekeliling, atau itu hanya perasaanku, aku yang merasakannya, sedangkan Alex tidak, seperti saat ibuku panik bahkan pergi dengan secepat. Apa yang di alami ibu sama dengan apa yang ku alami. Entahlah?.
Perlahan kekuatanmu pulih, seandainya saja Alex memberi saripati kehidupannya mungkin keadaanku akan membaik, tenaga bisa pulih. Namun karena keadaanlah mungkin hal itu tidak bisa ku lakukan, mungkin jikalau Alex bisa maka aku tidak bisa membayangkan betapa perasaanku akan senang.
"Ouggghhhh,,, B-Bening,,, Achhhh,,, ak- aku mau keluar, bisa kamu emut, pengen rasanya punyaku diemut kamu" ucapnya disela sela suaranya yang serak, terbata juga deru angin yang menerpa seolah ingin menerbangkan apa saja yang dilalui.
Sungguh ini hal yang ku inginkan. Rasanya perasaanku tidak dapat ku lukisan saat ini.
"Yahhh,,, ak-u, mau Al. Cepat Al!" Karena waktuku makin mepet.
Entah bagaimana kejadiannya, tubuhku melosoh kebawah, karena dengan tidak sabaran ingin mengeluar isi dalam batangnya.
Sedetik kemudian, batangnya yang sudah mengeras tak dapat ditahanya lagi. Maka saat batangnya diujung mulut maka dihujamkannya makin dalam.
"Yeahhh,,, oughhhh,,, hahhhhh,,,!" Dengan sekali hentak, seluruh batang milik milik Alex amblas hingga jembut tembalnya mengenai hidungku. Tercium aroma kelelakiannyan.
Crottt, crotttt, croootttttt,,,
Entah beberapa kali semburan larva hangatnya memenuhi dalam mulutku, masuk kedalam tenggorokanku, sampai di lambungku. Perlahan kekuatan ku pulih.
Batang milik Alex masih berdiam di mulutku, tersumpal, terdiam. Sesekali bergerak, aku pun punya inisuatif buat mencet serta membersihkan sisanya. Sambil ku kenyot. "Awwwhhh,,, hesshhh,,, awwww, ngilu Bening. Kamu,,, nakal ya,,," tubuh Alex kelojotan merasakan antara geli geli campur nikmat juga ngilu jadi satu, tapi juga sangat nikmat terasa. Deru nafasnya yang tidak teratur perlahan mulai teratur. Namun, ada suatu hal keanehan terjadi. Mendadak suasana yang kacau balau kini tampak tidak terjadi apa apa, namun aku tidak berani membuka mataku karena takut.
Tubuhku rasanya sudah segar di alam mimpi, tapi tubuhku sedang menderita di alam nyata. 'AWAS KALIAN, KU BUNUH KALIAN SATU PERSATU DI ALAM MIMPI!' geram batinku dengan apa yang ju alami bersama Riko.
"Bening,,, aku say- ah,,," tubuhku ditariknya keatas. Detik selanjutnya ku rasakan bibirku dilumat kembali oleh Alex. Tadi Alex tidak meneruskan ucapannya. Say,,, hmmm, itu artinya Alex benar benar sayang, bahkan cinta padaku. Lalu Riko bagaimana?.
'Terima kasih Alex, kini keadaanku pulih, pengorbananmu sungguh sangat besar' batinku, ku peluk erat tubuhnya, bak gayung bersambut Alex balas memelukku.
Blippp....
____________
"Ah,,,?" Kini aku kembali ke alam nyata. Alex pun pasti juga sama.
Kini aku resmi pacarnya Alex, entah bagaimana perasaanku nantinya jika bertemu Alex?. Dan bodohnya aku tidak mengatakan keberadaanku saat ini karena aku sedang di sekap. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Berkali kali ku rutuki diriku atas kebodohan ku. Ku yakin kalau saat ini hari sudah pagi. Itu hanya fellingku saja.
Karena aku tidak tahu dunia luar seperti apa.
Ku berharap ada pertolongan yang membebaskan kami berdua. Pastinya ibuku telah memberitahu lokasinya pada papa Riko serta ayahku. Mereka pasti bergerak cepat untuk segera menolong, membebaskan kami.
Kini aku benar benar merasakan sakit diseluruh sekujur tubuhku. Baik kedua tanganku dan bagian yang lainnya. Namun, ku rasa energi sudah cukup. Yang terpenting, bisa ku gerakan jari jariku jika memang keadaanku benar benar darurat.
Mengapa gelang yang ku pakai tidak berefek, atau mungkin aku tidak sadarkan diri. Atau mungkin ada hal lainnya. Karena aku tidak apa apa hanya ditembak kedua tanganku bagian lengan atas serta dikasih obat bius pelumpuh tubuh hingga keadaanku benar benar tak bisa ku gerakan.
"Rik, Riko,,,," panggil ku pelan tak ingin ada yang dengar, aku takut disini ada cctv yang dipasang untuk mengawasi tempat ini yang letaknya disembunyikan. Bisa saja hal itu terjadi.
Riko seolah meresponku, mengarahkan tatapan padaku, seketika senyumnya terasa getir. Ku air matanya kini luruh, entah apa yang menyebabkan bersedih dan menangis.
"B-Bening, maafkan aku, karena telah membawamu kedalam masalahku. Entah kita bisa selamat dari tempat ini atau tidak? Penculik itu membuatku sebagai sandra serta meminta tebusan pada orang tuaku. Mereka telah melecehkanku, Bening. Rasanya, aku tak sanggup untuk hidup lagi. Aku sangat malu dengan keadaanku. Aku manusia,,, hiks, hiks, hiks,,," Riko menangis tersedu sedu. Sungguh berat cobaan yang dihadapinya. Mungkin, jika hal itu menimpaku, akan ku akhiri hidupku.
"Tenang Rik, kita pasti bisa keluar dari sini. Alloh tidak tidur, aku yakin pasti ada pertolongan" hiburku supaya Riko tidak makin terpuruk dengan keadaan, terlebih mengenai hal yang sedang menimpanya.
"Kamu tidak bersalah dalam hal ini Rik. Kamu tidak perlu meminta maaf padaku" sambungku, tak ingin Riko diliputi rasa bersalah.
"Bening, andai nyawaku tak bisa ku pertahankan lagi di ragaku, aku punya satu keinginan,,," Riko terlihat ragu. Menarik nafas pelan, terasa berat.
Entah apa yang akan dikatakan oleh Riko. Hatiku mendadak berdebar tak ku mengerti?.
___________
Pov Alex!
####
"Yess,,, akhirnya aku bisa mendapatkan apa yang ku angankan selama ini. Tunggu, tunggu,,,? Sepertinya keadaan Bening sedang tidak baik baik saja. Kenapa keadaannya begitu lemah, tidak seperti biasanya?. Bening kamu berada dimana? Sudah tiga hari kamu tidak masuk sekolah. Kamu dimana, Bening?" gumamku memikirkan kejadian yang ku alami.
Saat aku bermimpi ada seseorang yang mendatangiku, memintaku untuk ikut bersama wanita setengah tua itu. Aku tidak sempat untuk menanyakan siapa namanya. Karena ketika itu seperti diburu oleh waktu. Seakan sosokku ditarik kuat, dibawa entah kemana, karena hanya kegelapan yang ku rasakan.
Hingga aku dipertemukan dengan Bening, sosok ibu itu tiba tiba menghilang entah kemana?.
Kejadian sama pun seperti terjadi pada Bening, wajahnya pucat dan ketakutan serta aku disuruh untuk cepat menciumnya. Hingga aku pun punya syarat jika aku mau melakukannya.
Bening menyetujui syarat yang ku ajukan. Tentu saja aku senang sekali, akhirnya obsesiku tercapai. Tinggal selangkah lagi Bening jadi milikku ha ha ha,,,. Walaupun saat itu seperti dalam tekanan. Mungkin aku terlalu jahat, serta mementingkan egoku saja.
"Hmmm,,, " ku raba bibirku yang telah melumat bibir milik Bening yang rasanya sangat manis. Beberapa kali ku usap sambil tersenyum.
Aku tidak tahu kenapa bibir cowok seorang Bening bisa begitu terasa manis, tentu sangat mengherankan bahkan gairahku sampai melambung hingga tak bisa ku kendalikan.
Setelah aku memikirkan hal itu cukup lama baru ku sadari kalau celanaku rasanya lembab. Tentu saja aku mengeluarkan cairan kenikmatanku yang tak bisa ku hentikan.
Membayangkan Bening, juga bibirnya kembali batang milikku mengembang dengan cepat, bergerak gerak sangat imut. Bikin aku gemas ingin memainkannya. Namun, karena waktuku tidak banyak, maka aku pun bergegas untuk mandi serta persiapan untuk sekolah.
Saat berada dimeja makan, dan sudah selesai sarapan pagi papa berpesan...
"Nak hati hati, sekarang marak penculikan. Bahkan bukan hanya sekedar menculik, tapi juga memperkosa" pesan mamaku. Terdengar aneh menurutku dari apa yang ku tangkap. Mama begitu mengkhawatirkan ku padahal aku cowok. Apa maksudnya dari ucapan mama ku, coba?. "DIPERKOSA"!.
"Aku kan cowok ma, masa aku diperkosa sih. Mama aneh aneh deh. Gak mung-,,,"
"Alex, mamamu benar. Sekarang sering terjadi penculikan dan juga pemerkosaan, tidak pandang bulu baik itu cewek atau pun cowok. Modusnya sama, yaitu ingin minta uang tebusan, dan itu fantastis. Para penculik tidak main main, karena sasarannya anak anak orang kaya" jelas papaku serius. Tadinya aku pikir papa bercanda tapi melihat papa begitu serius maka membuatku jadi berpikir kalau papa memang tidak pernah main main.
"Iya sayang, kamu harus berhati hati terlebih dengan orang yang belum kamu kenal" ibu benar benar khawatir bahkan begitu serius.
"Kamu dengar tidak berita akhir akhir ini bahwa Riko dan Bening temanmu sudah hampir empat hari tidak pulang. Menurut kabar yang papa dengar mereka berdua diculik saat malam hari, ketika pulang dari nonton bioskop" terang papa, tentu saja aku kaget mendengarnya.
"Apa pa, diculik?. Tap- tapi semalam aku bermimpi bertemu dengan Bening. Tapi keadaannya begitu tersiksa pa, ma, sepertinya memang keadaannya sangat memprihatinkan. Bening tidak ngomong apa apa" tentu saja ku cerita kan mengenai mimpiku walaupun pada kenyataannya itu bukanlah mimpi, tapi memang benar benar aku menemuinya. Mama, papa pasti tidak percaya jika aku bercerita hal yang sebenarnya kalau itu memang nyata.
#bersambung....
________
Sl 25/10/2022.
Komentar
Posting Komentar