191. PENGHIANATAN!

 Bab 191. PENGHIANATAN!


★★★★


Keadaan sepi, tentu karena disini berada digudang sekolah, tidak akan gangguan dari siapapun.


Aku bilang ada waktu, tapi nanti saat istirahat saja kita ketemu disuatu tempat. Dan gudang satu satunya tempat yang paling aman karena jarang ada siswa kesini. Jadi tidak ada rasa khawatir kepergok.


Aku berhadapan dengan Revika, sesekali menunduk, tapi terkadang berani menatapku.


Gadis ini terlalu berani, tidak ada rasa takut sedikitpun, bahkan tampak santai. Dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?.


Semula aku biasa saja menghadapinya, tapi lama lama gerah juga, bahkan tanpa ragu sedikitpun Revika memegang tanganku. Seperti ada yang diharapkan nya.


Sepertinya Revika agresif, pegang pegang tanganku, mengelusnya lembut. Tentu saja ku dapat elus elus seperti itu membuatku, darah dalam tubuhku langsung berdesir. Sepertinya gadis ini sangat lihay mempermainkan perasaan ku hingga jadi tak karuan.


Ku coba untuk menenangkan debaran yang tiba tiba saja menderaku. Debaran dadaku mulai bergemuruh, detak jantungku mulai berpacu. Hingga aku pun tidak ingin bertele tele...


"Hal penting apa yang ingin kamu katakan, bicaralah,,," ungkapku, sembari ku tekan rasa karena golakan dalam diriku mulai berontak.


"Gak penting,,," Revika menarik dalam dalam nafasnya, bukan hanya itu saja ada seulas senyum dari bibirnya yang merekah, seakan ingin dikecup. Ku tahu itu sebuah isyarat karena gesture nya mengatarkan hal itu.


"Kok gak penting. Lalu apa yang...." Tentu aku tergagap, terlebih dengan perlakuan Revika mulai ke hal yang tak terduga.


Ku coba untuk bertahan dari godaannya, karena bisa saja aku khilaf hingga membuatnya jatuh kedalam jurang kenikmatan.


"Yang ingin ku katakan,,,, aku suka kamu Alex. Sudah lama ku pendam perasaanku ini. Aku tidak perduli gunjingan mereka, isu miring tentangmu, aku tidak peduli, aku cuma peduli dengan perasaanku, juga kamu. Maukan kamu jadi kekasih ku Alex. Aku sudah jatuh cinta padamu. Perasaan ini sudah lama, kini aku tidak bisa membendungnya lagi. Baru kali ini punya kesempatan buat ini. Alex,,, kamu maukan" desaknya sangat mengharapkan.


Padahal baru saja semalam aku nembak Bening buat jadi pacarku. Aku bahkan sampai ejakulasi di mulutnya, ku muntahkan semuanya dimulutnya, aku puas, aku bahagia merasakan itu semua. Kini, aku dihadapkan pada pilihan yang tak bisa ku hindari.


Bahkan tangan Revika yang menggenggam tanganku yang diusapnya perlahan dituntunya dan itu ketempat yang tak terduga, ditempat kenikmatan tercipta.


Tadinya aku menahan nafas, tak bisa ku kendalikan, aku terengah dibuatnya. Kenyal, begitu lembut, membuai anganku sampai membuat melayang.


"Awhhh,,, hess,,, Lex" desah Revika tertahan. Ketika tanganku dibimbingnya untuk meremasnya lembut, inten masih dibalik bajunya yang tak mampu menampung miliknya.


Detak jatungku berpacu dengan cepat...


Ya Tuhan!


Sungguh ingin godaan terindah serta ternikmat yang tak bisa ku hindari, terlebih aku sudah masuk terjerat didalamnya tanpa bisa aku keluarga dari dalamnya lagi.


"Alex, maukan kamu jadi kekasihku?" suara Revika serak basah, resah, menggoda.


Tentu saja aku langsung bungkam dengan tawarannya yang menggiurkan. Mengugah gairah.  Tubuhku panas dingin dibuat. Tapi tak pernah secepat meluap gairah ku ketika berdekatan dengan Bening. Beda dengan gadis yang kini ada didekatku seakan ada jeda, ada waktu untuk menarik gairahku hingga memuncak. Tapi, rasanya tidak sebegitu menggairahkan saat bersama Bening. Seperti biasa saja. Namun, ku nikmati alurnya. Toh, Revika yang agresif duluan terhadapku, memancingku memintaku lebih untuk melakukan hal yang enak enak padanya.


Dengan pelan namun pasti, Revika ku lucuti pakaian yang dikenakannya satu persatu, dia hanya pasrah. Bahkan tangannya juga aktif melepaskan kancingku satu persatu, hingga kini aku topless dihadapannya. Mata Revika membulat tak percaya, dengan mulut menganga seolah tak percaya dengan apa yang dilihat dihadapannya hanya jeda beberapa centi, bahkan nampak menelan ludah, nafasnya memburu, membuatku tersenyum bangga melihatnya penuh nafsu gairah.


Hal sama pun terjadi padaku, melihat keadaan Revika didepanku dengan buah dada montok dan kencan, membuatku on, tapi masih dalam batasan.


Tangan lembut Revika menyentuh dada bidangku, rasanya sungguh nikmat, dibauinya aroma tubuhmu yang wangi cologn serta campur keringatku.


"Woww,,, ohh,,, Alex,,," desahnya lirih. Dengan tatapan sayu. Ku akui dengan cewek cewek yang pernah ku gauli jarang sekali aku melakukan kissing, entah mengapa aku tidak terlalu suka.


Tatapan Revika makin meredup, pasrah seoalah memintaku melakukan lebih, setelah menyentuhku, bagian depan. Dia takut menyentuh bagian bawahku yang kini sudah tegang, terkadang bergerak gerak meronta.


Ku kecup bibirnya, tak yang istimewa, tak ada rasa manisnya, bahkan terasa hambar. Maka, selanjutnya sasaranku, leher jenjangnya, itu cuma dua  kissmart saja, hal itu menyebabkan tubuh Revika mengejan dengan nafas ngos ngosan.


"Oohhh,,, nikmat Lex, aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya" dadanya turun hingga buah dadanya makin mengencang, buah cerrynya makin mencuat berwarna kecoklatan.


Yang kiri ku elus elus, sambil ku remas pelan, serta yang satunya sudah masuk ke mulutku, ku nenen dengan rakus.


"Aaaahhh,,, hahhh,,, A-lexxx,,, auwww,,,," jeritnya tertahan, nafasnya naik turun, mengejang hebat. Matanya merem melek menikmati sensasi yang merajai tubuhnya.


Tangan Revika menggapai gapai cari pegangan. Tak ku biarkan hal itu, hingga hal yang sama dilakukan, dadaku diremasnya penuh nafsu.


Tangan kini berani memegang area bawahku. Disana sudah mendesak ingin dilepaskan.


Sesekali ku cucupi putignya bergantian, ku sedot penuh rasa nikmat, membuat Revika kelojotan. Ternyata permainannya masih payah. Tapi aku malah lebih suka mempermainkannya, mempermainkan hasrat serta tubuhnya yang bagai cacing kepanasan.


Tidak sampai disitu, kini aku agak kebawah dengan bagian perutnya yang langsing putih mulus. Ku kecup beberapa kali serta ku tinggalkan beberapa cupangan disana bahwa aku pernah memilikinya.


"Aughhhhh,,, hahhh,,, nikmat Alex, nikmat,,, hahhhh,,," rintihnya lirih tak bisa membendung lagi.


"Teruslah merintih, terus,,," pancingku.


"Hahhh,,, ahhh,,, ak- ku mau,,, pi- piss,,, nikmat,,, ahhhh,,," tubuhnya mengejang sesaat, nafasnya tak karuan saat ku kecupi bagian perutnya. Ternyata bagian sensitifnya perut hingga membuatnya sampai tumpah ruah. Tentu lubangnya telah basah kuyup. Aku tersenyum melihatnya terkapar seperti itu.


Ku lucuti penutup bawahnya agak tidak sabaran. Bahkan disela selanya ku lepas penutup bagian bawahku hingga cd yang tersisa.


Dalam keadaan masih agak lemas Revika menatap bagian bawah, tentu ada basah basahnya karena aku juga bergairah.


Terlebih Revika tadinya tak berdaya, kini mulai lagi.


Bahkan menyisakan penutup warna pink bergambar love. Tentunya sudah basah kuyu oleh cairannya sendiri.


Dengan tak sabaran ku buka serta ku buang, maka kini Revika sudah polos dengan rambut panjang tergerai.


Lubangnya begitu menggoda, ku elus pelan....


"Aaahhhhwwww,,, Alex, indah, ohhhh,,, hmm,,," Revika seperti tak tahu dirinya lagi.


Direnggutnya cdku hingga milikku langsung mencuat. Lagi lagi matanya membulat kagum. Nafasnya yang tadinya biasa, kini mulai tersengal, memburu kembali dengan tatapan sayu.


Sama sama berdiri, ketika dia mencium pipiku gemas, maka dia akan sedikit berjinjit.


Tentu aku telah sunat itu atas permintaan Bening. Kini aku teringat wajahnya. Gairahku tiba tiba memuncak tak bisa ku kendalikan.


Tubuh Revika yang sudah mirip Hawa ketika turun ke bumi kini ku rebahkan di atas meja berukuran sedang, serta berbantalkan kardus seadanya.


Revika sudah pasrah dengan tatapan sayu, meredup. Terlebih melihat batangku yang melelehkan airnya. Ingin rasakan aku memasukan, karena golakan dalam diriku begitu besar.


"Lakukanlah Alex, aku pasrah, aku milikmu seutuhnya" desahnya penuh pengharapan.


Maka, dengan senyum tersungging Alex pun membuka paha Revika hingga lubangnya nampak merekah.


Sesaat,,,,


#bersambung....


__________


Km 27/10/2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.