192. MENDAPAT PERAWAN!.

 Bab 192. MENDAPAT PERAWAN!.


★★★★


Aku  nampak tertegun. Menelan ludahku, rasanya tenggorokanku kering, menyebabku menelan berulang.


Nafasku sudah tak terkontrol lagi,,,


Darah ditubuhku begitu deras mengalir hingga membuatku terengah engah seperti berlari.


Lubang merona milik Revika sudah lembab, bahkan sudah basah, bahkan agak bergerak minta di sodok oleh milikku yang besar agak melengkung keatas.


Maka dengan penuh rasa, ku dekati Revika, ku arahkan batang milikku yang sudah berlendir, ku pencet, ku basahi batangku dengan air madziku hingga terasa licin.


Paha Revika sudah diregangkan, lubangnya nampak menggodaku.


Batang milikku sudah dekat kini ku sentuhkan.


"Aahhhh,,," lagi lagi Revika kelojotan kayak cacing kepanasan.


Sentuh pelan lubangnya, masih sempit hanya sejari telunjukku. Berarti benar jika Revika itu benar benar masih perawan.


Ku tusuk dengan jari telunjukku. Masuk pelan, keluar pelan, itu pun tidak mendalam karena seperti ada yang menahan didalam.


"Aww,,, hesss,,, perih,,,!" jeritnya tertahan. Merasa kan sensasi yang menyergapnya


Senyumku makin mengembang.


Kini saatnya babak selanjutnya, karena sudah basah dan siap untuk ku terjang.


"Siap ya,,," ingatku karena mungkin efek untuknya akan berbeda dengan yang ku rasakan. Karena aku tidak mungkin merasa kesakitan, bahkan sebaliknya, kenikmatan, dan itu legit menggigit.


Ku sentuh sentuh, ku usap usap bagian bibir lubangnya, bagian dalam makan lembab membasah.


Kini ujung batangku dibibir lubangnya yang nampak berkedut. Pelan ku lakukan, hingga ku rasakan sentuhan bibir lubangnya yang lembut, legit menggoda.


Revika menatapku sendu, dengan apa yang sebentar lagi ku lakukan padanya terutama miliknya yang berharga yang diserahkannya padaku.


Ujung kepala batangku, mulai ku desaknya, rasanya ngilu ngilu gak tahan, nafasku kian terpacu.


"Hessshhhh,,, aaawww,,," ringis Revika, antara takut juga enak yang dirasakannya.


"Ouggghh,,," lenguhku pelan. Rasanya ini nikmat sekali. Kepala batangku sudah setengah. Batangnya bergerak, berkedut.


Tentu aku bersiap akan memberinya kejutan yang tak diduga oleh Revika.


Karena aku sudah sering melakukan dengan cewek cewek para korbanku tentu aku berpengalaman dalam hal ini.


Karena kurasa sudah tepat.


Maka....


Slep....


Dengan gerakan terarah, tepat sasaran, dengan hujaman serta hentakan yang keras maka tak ada ampun lagi buat Revika yang tadinya matanya sayu, penuh harap. Kini mata Revika membeliak tak percaya.


"Aaakkkkkhhhhhh,,, aaaawwwwww,,,, sakittttt,,,!" Jeritnya keras saat ku hujam dengan paksa batangku langsung amblas serta merobek selaput daranya.


Revika tak bisa menahanku karena kini batangku tertelan sempurna oleh lubangnya. Tentu ada noda darah, dan masih ku diamkan untuk beberapa lamanya hingga nanti Revika bisa tenang.


"Awwww,,,, hikz hikzz hikzzz,,, awwww,,,, sakithhh,,,," rintihnya tapi hanya diam saja karena tak bisa berbuat apa apa. Terlebih aku telah menahannya sehingga diam dan pasrah saja.


"Oughhhh,,, hmmm,,," erangku pelan, hampir saja aku ejakulasi saking nikmat dan legit menggigit lubang perawan milik Revika.


Cukup lama batang diam menamcap, aku belum menggerakannya karena Revika masih menangis, serta kesakitan.


"Tenang ya, nanti bakal nikmat kok. Kamu pasti akan ketagihan,,," hibur ku ku elus pipinya, air matanya. 'Huh,,, coba nanti kalau tidak sakit lagi, pasti ketagihan, minta minta dan minta lagi' sungutku dalam membatin.


Karena tidak sabaran, maka...


Ku tarik pelan, ku genjot pelan. Namun, lama lama aku tidak kuat, tidak sabaran lagi, aku tidak peduli dengan ringisan kesakitan Revika.


Aku makin gencar menusuk nusuknya tanpa ampun...


"Hmmm,,, " gumam Revika sepertinya sudah menikmatinya. Lubangnya masih terus ku tusuk dengab batangku hingga kini timbul bunyi yang syahdu.


"Aouhhhhh,,, Alex,,, hahhh,,, aku mau pipis,,, ahhhh,,,," kembali tubuh Revika mengejan hebat, tubuhnya tak berdaya. Aku masih terus menghajarnya. Ku dorong, ku hentakan kuat kuat.


"Oughhhhh,,, yeeahhhhh,,,!"


"Hmmm,,, yeahh,,, hmmm,, yeahhh,,,enak,,, Alexxx,,, hehhmmm ,,," kini Revika nampak tersenyum kegirangan setelah tadi sudah keluar duluan.


Aku masih saja menusuknya tanpa lelah.


Plok plok plokkkk...


Terus saja aku menggejotnya tanpa ampun...


"Ahhhh,,, Alexxx,,, aku mau pipis lagihhh,,,"


Tubuh Revika tak berdaya lagi. Tapi, aku terus saja memompanya, memang akan aku beri pelajaran supaya Revika kapok tak kan mengulanginya lagi.


Bila perlu akan ku buat dia pingsan. Ha ha ha ...


Kini, ku balikan tubuhnya yang berkeringat. Tentu saja aku juga berkeringat.


Terus ku hajar Revika dari belakang, lagi lagi air miliknya keluar hingga milikku seperti dimandiin, badah kuyup.


Ku balikkan kembali tubuhnya, ku hajar dengan cepat, benar juga mata Revika setengah terpejam, mungkin akan pingsan karena tidak ku beri jeda sedikit pun untuk istirahat, sengaja.


Aku semakin menghentaknya kuat kuat, aku juga ingin keluar, sebelum Revika menutup matanya, batangku sudah mau muntah. Maka saat ku cabut, serta ku dekatkan ke wajahnya. Mulutnya terbuka maka batangku ku masukkan.


Ku hentak dia diam saja, sepertinya setengah sadar...


Crottttt, croooottttt, croooottttt,,,


Entah beberapa kali ku tembakan lahar hangatku didalam mulutnya sebagian tertelan, sebagian meluber dimulutnya sangat banyak.


"Ughhkkkk,,," Revika mau muntah, tapi keburu dia pingsan duluan, hingga sisanya tertelan.


Aku tersenyum puas melihat terkapar, terkapar tidak berdaya, serta dalam keadaan pingsan. Entah mengapa hasratku begitu besar tak bisa ku bendung ketika ku ingat akan Bening hingga ku lakukan kebrutalan pada diri Revika. Kasihan.


Aku pun membenahi pakaianku, tersenyum penuh kepuasan. Selesai. Melihat kearah Revika yang meringkuk terlentang tak berdaya dalam keadaan tak sadarkan diri. Ku tinggalkan Revika sendirian digudang, ku tutupi tubuhnya dengan pakaiannya yang tadi tercecer kini punguti untuk menutupi tubunya lalu ku tinggal, serta ku tutup pintu gudang tidak terlalu rapat.


Rasanya aku telah puas mereguk asmara dengan Revika yang masih perawan.™


________


Tidak ku pedulikan lahi nasib Revika yang ku buat pingsan, pikiran ku kini tertuju pada Bening, karena sudah lima hari aku tidak bertemu, walaupun dalam alam mimpi aku bertemu itu pun seperti ada yang mendatangkan ku sana.


"Bening, kamu dimana? Apa benar kamu diculik. Tapi oleh siapa? Bening, aku menyesal tidak bisa menjaga diri. Sebenarnya aku berniat batangku yang telah disunat hanya kamu yang memiliki nya tapi aku telah melubangi memeknya Revika. Maafkan aku Bening, aku tidak bermaksud menghianatimu" pikiranku kalut, saat ku jalankan mobilku.


Entah akan membawaku kemana, karena ku lajukan dijalan beraspal. Tentu aku tahu dan paham seluk beluk daerah sini, Jakarta karena dari kecil serta dibesarkan di Jakarta.


Aku terus berpikir mengenai keberadaan Bening, apa benar dia diculik atau hilang.


Saat mobilku melaju, ku sadari ada yang mengikuti ku dari belakang, aku bersikap tenang, aku anggap itu bukan siapa siapa hanya pengendara mobil biasa yang sekedar mengikutiku.


Namun, ada sedikit kecurigaan saat mobilku ku tambah kecepatan mobil dibelakangku juga mengejarkan.


Tentu saja, yang tadinya tenang aku dilanda kepanikan.


Bahkan kini mendahuluiku dengan cepat lalu berhenti didepan ku. Saat ku sadari aku berada ditengah hutan, ternyata aku sangat kencang membawa mobilku. Aku digiring oleh mereka.


"Turun kamu,,," kaca mobil belum ku turunkan. Tapi, secepatnya aku kirim pesan singkat pada papa serta mamaku.


Setelah itu hpku ku banting hingga rusak. Aku tersenyum puas, karena mereka tidak bisa meneror atau minta tebusan pada keluargaku.


Aku pun keluar, dan saat berada diluar, ku lihat ada sepuluh orang dengan penutup kepala hingga aku tak bisa mengenali mereka. Ku pikir inilah para penculik. Ku rasa mereka ada hubungannya dengan hilangnya Bening.


"Tangkap..." teriak salah satu dari mereka sepertinya pemimpinnya.


Setelah itu aku ditangkap, mulutku dibungkam oleh sesuatu yang basah dan beraroma yang menyengat.


Aku tak bisa meronta karena dipegangi sangat kuat. Sampai aku tak bisa merasakan apa apa lagi, tak bisa bernafas.


Namun, aku masih sempat sebutkan nama seseorang...


"B E N I NG,,,,!?"


#bersambung....


___________


Km 27/10/2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.