193. ALEX DICULIK.
Bab 193. ALEX DICULIK.
★★★★
Ku dengar suara suara bentakan ketika pintu dimana aku dan Riko disekap. Entah siapa yang di culik lagi oleh mereka?.
Aku saja melihatnya dengan mata setengah terpincing, karena aku tak mau mereka tahu. Jika seperti ini, mereka tidak ada yang mengusikku.
Riko tentu saja melihatnya, ingin mengetahui siapa orangnya yang telah culik mereka kali. Tapi pura pura tertidur supaya tidak menimbulkan kecurigaan.
"Kurung dia bersama yang lain. Ikat yang kuat jangan sampai lepas. Anak ini juga aset yang berharga buat kita. Dia anak orang tajir" kembali terdengar bentakan keras, hingga bermunculan orang orang bertopeng sedang membawa seseorang.
Aku melihat siapa orangnya masih tertutup orang orang yang membawanya, karena seragam mereka mirip seperti militer hanya coraknya agak berbeda. Mereka komplotan yang terorganisasi, bermain rapi.
Yang mereka cari orang orang kaya untuk dijadikan sandera serta buat barter untuk keuntungan mereka.
Setelah agak dekat, betapa terkejutnya aku melihat siapa yang bawa oleh mereka.
"Ya Alloh, Alex,,,," hampir saja aku berteriak memanggil. Untung masih bisa ku tahan hingga semua aman terkendali.
"Boss ingin mencicipinya nanti malam" seru salah satu dari mereka yang berjumlah sepuluh, atau mungkin lebih.
"Apa? Alex akan dikerjai oleh bossnya nanti malam?" Pikirku.
Ekspresi Riko juga sama terkejutnya...
Keadaan Alex juga masih memakai seragam sekolah, tidak sepertiku maupun Riko. Keadaannya juga masih pingsan. Bahkan saat tubuhnya diikat pun dia tidak menyadarinya.
'Ya Alloh, Alex mau di perkosa juga seperti halnya Riko, itu oleh boss mereka' aku membantin, karena Alex berada disampingku, tidak begitu jauh, namun aku tak bisa menjangkaunya.
"Lihat pemuda ini, keadaannya sangat mengenaskan"
"Tapi bagaimana dengan satunya lagi?, tidak bisa menghubungi orang tuanya, gegara hpnya rusak"
"Bukan masalah buat boss. Pasti bisa dilacaknya. Kita tinggal menjalankan tugas kita"
"Boss banyak akal. Tapi oriental sex-nya aneh"
"Hus, hati hati bisa ditembak nanti kepalamu"
"Kalau kita bisa jaga rahasia, hal itu tidak akan pernah terjadi"
"Jangan sampai boss dengar. Bisa bisa semua yang jadi bawahannya, pada sakit gegara disuguhi hal hal yang menurutku aneh"
"Husss, sudah. Bisa bisa kita tidak punya kepala keluar dari sini. Jaga ucapanmu"
"Sudah, sudah,,, beres belum. Ikat yang kuat, jangan sampai lepas. Kalau itu terjadi habislah kita"
"Tidak mungkin, kalaupun bisa keluar pasti kepergok penjaga. Lalat saja gak bisa masuk pasti mati, nyamuk keluar pasti hangus, apalagi manusia, penjagaan disini sangat ketat"
"Husss,,, boss pernah bilang apa? Salah satu dari mereka itu ada yang sangat berbahaya. Kamu lihat sendiri bocah manis itu, tangannya ditembak oleh,,,
Mana dikasih pelumpuh urat syaraf, bukankah itu sangat sadis"
"Boss sebenarnya sangat takut sama tuh bocah. Sangat berbahaya. Tapi melihat keadaannya itu sangat takut"
"Eh, bukankah boss sekarang dekat dengan seseorang. Mana keren, ganteng, perfect, macho. Boss sampai tergila gila, hingga lupa keadaan. Bahkan membiarkan bocah bocah itu terlantar. Boss sibuk dengan urusan pribadinya, sampai lupa misinya"
"Iya benar. Mana sudah bulan tua nih?"
"Iya, sama aku juga"
"Beres"
"Bener"
"Oke. Tapi diperiksa dulu, siapa tahu ada cela"
"Percayalah, taliku sangat kuat"
"Bener sudah ku periksa aman. Kita cabut. Tunggu tugas selanjutnya?"
Akhirnya mereka pun pergi, tadinya Riko mau interaksi tapi dirasa tidak aman pura pura diam.
"Bening, ternyata yang mereka culik Alex" ucap Riko lirih. Ikut prihatin padahal keadaannya cukup memprihatinkan.
Tak ku balas Riko. Aku hanya diam, rasanya aku tak percaya jika Alex sampai di culik oleh mereka. Keadaannya diikat sama persis dengan Riko.
Jika benar apa yang mereka kata mengenai bossnya itu benar jika Alex aku diperlakukan seperti yang Riko alami.
"Bening, Bening,,, kamu dengar aku kan?" seru Riko tertahan, karena aku diam tak merespon. Tentu saja aku menatapnya.
Riko terdiam sejenak...
Bagaimana aku mengatakan pada Riko mengenai perasaanku? Bahwa Alex telah mengatakan perasaannya disaat aku dalam keadaan sangat...
'Rik, andai kamu tahu saat ini sedang dilema karena aku telah menerima Alex jadi pacarku, karena telah menolongku' kata batinku. Nelangsa. Tapi, aku tidak berani jujur. Bukan belum berani untuk jujur karena aku hanya menerima syarat Alex untuk jadi pacarnya.
"Riko dengarkan aku,,," ini sangat berat buatku. Bagaimana aku harus mengatakan semua ini padanya? Sungguh ini terlalu berat buatku.
Keadaan Alex sendiri tidak baik baik saja. Belum tentu Alex selamat terlebih lagi mendengar dari mereka kalau boss mereka akan datang dan entah apa yang akan dilakukan oleh boss mereka pada Alex?. Semoga Alex baik baik saja, nanti.
'Ya Alloh, kenapa aku mengalami dan menyaksikan hal seperti ini. Dulu aku tidak pernah mengalami hal hal seperti. Aku kira hanya di film atau sinetron, ternyata aku mengalaminya sendiri didepan mataku' kataku membatin, terenyuh melihat apa yang terjadi depan mataku.
"Kenapa Bening, kenapa kamu diam? Kamu semakin bersikap aneh akhir akhir ini, apa sebenarnya yang terjadi sama kamu?"
Sungguh, pertanyaan yang sulit ku jawab. Terlebih sekarang tidak memungkinkan untuk ku jawab. Atau ku berbohong saja dengan Riko. Andai Riko tahu maka dia tidak akan bersemangat dan menyerah dengan keadaan. Riko terlihat untuk kuat dan tegar walaupun keadaannya tidak jauh beda sepertiku. Mungkin akulah yang paling parah keadaannya. Tapi, Riko juga parah.
Ku lihat Riko sesekali meringis ketika menggerakan tubuhnya, ekspresinya kelihatan sekali.
",,, Awhhh,,,," ringisku, karena sedari tadi aku menahan rasa sakit disekujur tubuhku. "Aku tidak bermaksud untuk diam. Hanya saja, aku tidak tahu harus menjawab apa? Keadaan seperti ini"
"Kenapa tidak kamu gunakan kemampuanmu?"
"Kau lihat sendiri keadaanku. Tanganku tak bisa ku gerakan, badanku terasa lumpuh, sepertinya mereka tahu tentangku sehingga membuatku seperti ini. Bukankah keadaanku juga sama?"
Yang tadinya Riko tampak tegar, wajahnya menjadi sendu...
"Aku telah dileceh,,,," kini mata Riko basah, seolah hidupnya tak berarti. Seperti kenangan masalalunya yang terulang kembali.
"Hidupku hancur, dia telah memperkosaku, Bening. Aku tidak bisa berbuat apa apa. Keadaanku terikat seperti ini" air mata Riko makin bercucuran. Hidupnya begitu hancur.
"Sungguh menjijikan laki laki laki itu" geram Riko penuh api dendam amarah yang tak terbendung.
Alex belum juga sadar, mungkin pengaruh obatnya masih kuat, hingga malam.
Baik aku dan Riko tidak di kasih makan. Tentulah keadaanku tidak punya tenaga sama sekali.
Tubuhku rasanya letih, lebih baik ku pejamkan mata untuk istirahat.
"Istirahat lah Rik, kamu jangan pikirkan hal itu. Kita pasti selamat, percaya lah padaku" yakinku, walaupun itu mungkin hal yang mustahil. Karena ku yakin kalau tempat ini penjagaannya sangat ketat. Memiliki banyak soldier.
Setidaknya untuk kali ini keadaan aman,,,
Namun, entah nantinya, atau malam nanti? Mungkin akan jadi malam yang sangat TRAGIS!.
__________
"Lepaskan aku, bedebah. Keparat, siapa kau. Manusia keparat, laknat, menjijikan!"
"Ha ha haaa,,,,,"
Ku terbangun ketika ku dengar teriakan keras dari Alex, dan disertai derai tertawa dari seseorang entah siapa, namun suaranya tidak begitu asing?.
Tadinya aku ingin membuka mataku lebar lebar untuk melihat kejadian yang terjadi, namun ku pikir untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi.
Riko nampaknya juga membuka matanya walaupun terlihat geram dengan orang yang baru saja tertawa.
Orang tersebut tidak berbicara melainkan hanya tertawa penuh kemenangan melihat tawanannya, sekaligus mangsanya. Suara tawanya begitu khas.
Ku coba untuk mengingatnya...
#bersambung....
----------
Sb 29/10/2022.
Komentar
Posting Komentar