195. Mimpi mimpi buruk.
Bab 195. Mimpi mimpi buruk.
★★★★★
"Aakkkkkk,,, maassssss,,,!?" Khatijah terbangun dari mimpi buruknya mengenai suaminya yang dalam bahaya. Betapa tidak, mimpi begitu nyata terjadi dihadapannya. Air mata Khatijah tak bisa dibendung lagi.
"Hiks, hiks, hiks,,,, mas, semoga keadaanmu baik baik saja" gumamnya berdoa untuk keselamatannya suaminya.
Terlebih putranya juga belum ada kabar beritanya.
Namun yang membuatnya sedikit heran yaitu sikap bu Kinasih seolah tidak terpengaruh dengan keadaan. Tidak panik, tidak bersedih ataupun menangis, biasa saja. Hanya saja bila bertemu pembantunya ataupun yang lainnya maka bu Kinasih akan histeris menangis nya.
"Aku harus berdoa pada Alloh. Aku tahu kekuatan doa itu melebihi segalanya" gumamnya lirih karena mengalami mimpi yang tak biasa. Mimpi yang begitu nyata terjadi.
"Ya Alloh yang maha kuasa, lindungilah suami dan putra ku dari segala marabahaya. Jadikanlah hidup kami bahagia hingga akhirat kelak. Berilah kami keselamatan dari dunia sampai akhirat. Amin, amin, amin ya robal 'alamin" Khatijah mengakhiri doanya dalam sholat malam.
Untuk beberapa saat lamanya Khatijah bermunajah dalam diam menunggu waktu subuh tiba.
___________
Dengan perasaan sedih Khatijah menuju ke rumah besar, seperti biasanya membuat makanan untuk keluarga Sanjaya.
Sekalipun sudah menguatkan hatinya, tetap saja tidak bisa menutupi kesedihan, bahkan tanpa disadarinya air mata terus menetes dipipinya karena baik putra dan suaminya tak ada yang kembali.
"Mbakyu, jangan sedih terus. Tawakal, pasti Alloh akan membantu kita. Jangan putus berdoa" ucap Rosmalia pada Khatijah karena melihat mbakyunya berurai air mata. Tentu hal itu sangat dirasakan olehnya melihat mbakyu beberapa hari ini menangis bahkan semenjak suaminya tak kunjung kembali bersama bossnya.
"Apakah Angga sudah ada kabarnya Ros?" tanya Khatijah penasaran, apakah ponakannya itu berusaha selama ini.
"Sudah mbakyu, bahkan seluruh temannya ikut mencari tapi nihil. Seolah hilang tanpa jejak" terang Rosmalia sejujurnya karena anaknya juga telah berusaha bahkan Putri anak perempuannya turut mencari hasilnya sama, mereka tidak ada yang menemukannya, jangankan jejaknya bahkan kabarnya bagai ditelan rimba belantara Jakarta. Karena Jakarta sangat luas sekali.
"Terima kasih, telah berusaha Ros" sesekali Khatijah mengusap air matanya.
"Bibi,,, " datang bu Kinasih di antara obrolan keduanya.
Semula bu Kinasih nampak santai, mendadak sedih, selanjutnya.
"Hiks, hiks, hiks,,," tangisnya langsung pecah melihat kedua pembantunya yang ada didapurnya menangis.
Sangat mengherankan sekali. Seperti melakukan acting, sangat pandai sekali.
"Bi ijah, bi Ros,,, hiks, hikss, hiks,,, put, putraku belum kembali bi, putraku belum ditemu hingga saat ini bi. Suamiku juga belum ada kabar beritanya. Aku takut mereka kenapa napa? Huu, huu, huuuuuu,,,," isak bu Kinasih meraung didepan dua art setianya yang sedang menangis juga.
"Sabar bu, sabar,,, pasti den Riko ditemukan kok. Tuan besar pasti selamat dan bisa menyelamatkan den Riko. Mereka pasti pulang dalam keadaan sehat dan selamat" yang berkata bi Ros karena bi Ijah tak dapat membendung kesedihannya. Karena sama sama kehilangan orang orang yang dicintainya. Tentu pembantunya sangat perhatian karena selama ini diberi naungan, serta diberi kesejahteraan, siapa orang yang diberi kebaikan tidak membalasnya.
Tentu hal itu membuat pukulan tersendiri bagi Khatijah karena orang orang yang disayangi dan dicintai tanpa kabar berita sampai saat ini.
Terlebih lagi, mimpi mimpi yang dialaminya sangatlah buruk sekali. Firasatnya tidak salah kalau suami sedang dalam marabahaya.
'Kelihatan sekali bu Kinasih bersandiwara, air matanya bukan air mata kesedihan yang sesungguhnya. Sebenarnya apa yang terjadi, sepertinya memang majikanku ini menyembunyikan sesuatu?' kata batin Khatijah berpikir tentang keaneh yang dirasakan pada majikannya.
"Mbakyu kenapa melamun terus, apa yang mbakyu pikirkan?" Rosmalia menyenggol Khatijah yang kedapatan merenung.
"Hiks, hiks, hiks,,," bu Kinasih masih saja nangis nangis seolah merasa kehilangan.
"Bi Ros tolong sarapan saya antar ke kamar" titahnya, pamitan pergi, sambil mengusap air matanya yang mengalir deras.
Tinggallah keduanya yang masih dalam kesedihan ...
"Mbakyu kenapa sesedih ini, aku ngerti gimana rasanya kehilagan?. Mas Rohman pasti baik baik saja karena bersama pak Mahendra, mereka sudah tahu lokasinya karena mbakyu sudah memberitahunya, jadi tidak perlu khawatir" Rosmalia coba menghibur, membuat tenang mbakyu-nya.
"Tapi aku bermimpi tentang mas-mu. Aku melihat mas mu dalam bahaya ka- karena dipukul tengkuknya hingga pingsan. Aku melihatnya sangat nyata Ros, tentu aku kepikiran mas mu terus. Karena tak ada yang menolongnya"
"Berdoa saja pada Alloh, semoga mas Rohma selamat dari marabaya. Lalu, bagaimana dengan mas Bening mbakyu, apa keadaannya baik baik saja?" kini Rosmalia menanyakan keadaan Bening, apakah keadaannya baik juga karena sedari tadi yang disebut dan dibahas hanya soal suaminya saja.
Tentu saja Khatijah menggeleng pelan...
Dirinya selama ini tidak pernah mimpi tentang Bening putranya, sedikit membuat hati nya tenang karena tidak memimpikan buruk.
",,," Ada helaan nafas sejenak hingga hening untuk sementara. "Tidak Ros" kini nafas dihempas pelan, lega. "Untuk akhir akhir ini tidak, untuk itulah, aku tidak kepikiran, karena aku merasa Bening masih aman" lanjutnya, ekspresinya tampak tenang. Air matanya tetap tak mau berhenti. Entah sampai kapan kesedihan yang akan dirasakannya. Tentu saja karena Khatijah pernah menemui Bening didunia mimpi karena keadaannya juga memprihatinkan, mencoba untuk menolongnya tapi tak mampu karena kekuatannya tidak memungkinkan dan hampir dirinya celaka sendiri.
"Ini aneh ya mbakyu? Mbakyu malah mimpi buruk tentang mas Rohman, tapi mas Bening gak" Rosmalia sedikit menggeleng, lemah.
"Aku belum cerita ke kamu Ros, sebenarnya Bening keadaannya juga tidak baik Ros. Bening kedua tangannya ditembak"
"Subhanallah, betul itu mbakyu. Kejam sekali mereka pada mas Bening. Alasannya apa?"
"Bening penguasa dunia mimpi,,,"
"Jadi, mas Bening punya ilmu Penjerat Mimpi"
"Iya Ros" akunya, karena percuma selalu ditutupinya karena Rosmalia bagian dari keluarganya.
Sambil keduanya tengah mengerjakan pekerjaannya, masih asik dalam obrolan.
Keduanya tidak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang mengintai, mendengarkan percakapan keduanya. Tanpa sedikitpun dari keduanya, mengetahui nya.
Mata orang tersebut membulat, mengawasinya. Ada kegeraman tersendiri dihatinya.
"Hhmmm,,, dia yang telah membuat putraku menderita, untuk itu dia harus lebih menderita lebih apa yang putraku rasakan. Sakit, kepedihan, bahkan penderitaan lahir batin. Aku tidak akan pernah puas melihat dia menderita semenderita apa yang putraku rasakan selama ini harus dibayar mahal" pancaran matanya penuh dendam dan amarah meluap.
Sungguh mengerikan!.
Jika Rosmalia tahu atau bahkan Khatijah mengetahui nya sendiri tentulah Khatijah akan menjauh, sejauh jauhnya dari sarang singa yang sangat berbahaya karena nyawa mereka dalam intaian maut.
'Ha ha ha,,,, tenang putraku, dendammu sebentar lagi akan terbalaskan. Tenang sayang, dia akan ku buat menderita seumur hidupnya. Tenang sayang, tenang, mama akan selalu dibelakang mu. Ha ha ha,,,,' batinnya tertawa penuh kemenangan. Meninggalkan kedua artnya yang masih keasikan ngobrol tak menyadari bahwa dalam bahaya yang mengerikan terutama Bening.
#bersambung...
---------
Sn 31/10/2022.
Komentar
Posting Komentar