197. JEBAKAN.

 Bab 197. JEBAKAN.


★★★★


Pov Surya


*****


Sungguh, aku tidak akan menyangka bakal begini nasibku. Betapa tidak, aku tidak bisa lari kenyataan hidup, bahkan kini telah membelengguku hingga aku tak bisa lepas. Lepas dari sebuah cengkraman, bisa dikatakan aib yang ku buat sendiri karena frustasi.


Cindy, pria kemayu yang telah menjeratku masuk ke kedalaman kehidupannya hingga aku terjerat, jika pun mundur maka aibku akan tersebar diseluruh jagad maya, tentu reputasiku juga nama baikku sangat dipertaruhkan. Aku harus berpikir ulang jika aku melakukan hal itu. Tentu Sandy tidak akan pernah main main dengan ancamannya itu. Pastilah sangat membahayakan diriku.


*Beb,,, tenang, masalah uang kamu tidak perlu khawatir, aku bisa membiaya hidupmu kok. Rumah, mobil,,, apapun yang kau inginkan aku penuhi, asal kamu jangan hianati akuhhh,,, yu paham, Bebzzz,,,*


Sungguh aku ingat dengan tawaran Cindy sekaligus itu bentuk ancaman halus. Tentu saat  itu aku tidak berpikir jernih dengan penawarannya bahwa hal itu menjerumuskanku kedalam jurang yang terdalam.


Ingat pertama pertemuanku pertama kali dengan makhluk lelaki jadi jadian di sebuah diskotik yang sangat ramai pengujung, aku melihat laki laki itu juga sedang sendirian, aku pikir senasib. Namun, persepsiku salah.


Hingga aku pun curhat dan curhat, Cindy seolah jadi pendengar yang baik buatku, mendengar semua keluh kesahku. Bahkan ku singgung mengenai Bening juga yang sangat ku rindukan, Cindy tetap jadi pendengar yang baik mendengar semua keluh kesahku.


Hingga pada suatu kesempatan aku di ajak oleh Cindy untuk nonton, tentu lah Cindy baru tahu mengenai Bening.


Aku juga tidak menyangka kalau Cindy juga kenal baik dengan Ki Ageng madyo santoso seorang ahli paranormal yang terkenal di sosmed, bahkan bekerja sama. Mereka seperti punya suatu jaringan, serta saling berhubungan. Bahkan terakhir, Cindy berhubungan erat dengan pak Mahendra papa dari Riko. Tentu aku terkejut sekali akan hal itu.


Ternyata, Cindy punya jaringan hitam binis, entah apa saja binis yang dijalani olehnya karena uangnya seperti tidak ada habisnya selama tujuh turunan.


Ku akui kalau masalah uang, aku tidak pernah kekurangan, berapa ku minta dari Cindy selalu diberikannya.


Bahkan Cindy juga sangat mengenal orang tuaku, entah dari mana dia tahu tentang orang tuaku juga keluarga ku tentu saja aku shock dengarnya. Tentulah aku mati kutu didepannya hingg aku hanya menikmati hidupku yang seperti dalam pengawasan dan tututan.


Hal yang tidak aku sukai, ternyata Cindy verse, entah dominannya apa? Namun, aku sangat menolak dijadikan bot, aku selalu jadi topnya dalam permainannya yang diinginkannnya. Ternyata lubangnya sudah tidak normal lagi alias losdol. Wkwkkkkkk ...


Jika ingat hal itu aku bergidik, takut jika aku tertular suatu penyakit, aku tidak tahu apakah Cindy itu  punya penyakit atau sehat, karena ku lihat sehat sehat saja keadaannya. Maka, selama aksi entotan dengan Cindy aku selalu pakai pengaman guna untuk mengantisipasi sekalipun Cindy komplain akan hal itu, aku menolaknya tegas, bahkan dua hal itu tidak mau, aku pun juga tidak akan peduli. Terpaksa Cindy memenuhi persyaratanku.


*Kau memang pejatan tangguh Bebzzz,,, uhhh, puas aku,,,* dalam keadaan terkapar, bersimbah peluh.


Aku duduk santai sambil ku nikmati sebatang rokok yang telah ku sulut, sungguh, rasanya bebanku plong.


*Nanti aku transfer uangnya ke rekeningmu, karena kau telah membuatku puassss, ha ha haaa,,,*


Aku beri anggukan kecil serta senyum simpul, terpaksa ku ukir untuk menyenangkan Cindy, walaupun sesungguhnya aku muak melihat muka manisnya yang dipoles topeng kepalsuan.


"Bebzzz,,, ayo ikut aku,,," ajak Cindy yang datang tiba tiba dari arah ruangan yang lain karena saat ini aku berada disebuah markas karena Cindy punya sebuah jaringan mafia.


"Kemana?" jawabku malas.


"Menghadap ke boss, ada bersama Ki Ageng madyo santoso. Ki Ageng itu guruku, jadi tak enak aku menolaknya"


"Termasuk kamu menembak kedua tangan Bening?"


"Kamu kenapa sih bebzzz?. Selama ini juga kamu gak peduli kok sama dia. Itu kan atas perintah Ki Ageng guruku. Tak mungkin aku menolak keinginannya, karena aku bisa sukses seperti sekarang itu atas bantuan guruku Ki Ageng madyo santoso" cerocos Cindy. Sesekali leletkan lidah kebibir untuk membasahinya. Menatap tajam kearahku.


'Sumpah, rasanya ku tahan perasaanku dengar kemesraan Cindy yang buat buat' batinku tak karuan.


"Andai Bening tahu, aku tidak tahu nasibmu bakal kayak apa. Kamu belum tahu sadisnya Bening, Cindy. Kamu menembaknya ketika tidak sadarkan diri. Bahkan jika aku tidak mencegahmu, kamu akan memotong kedua tangan Bening. Kamu kejam dan sadis sekali jadi manusia, Cindy" aku tak tahu makhluk jejadian dihadapanku ini hatinya terbuat dari apa. Bahkan begitu tega sampai tega menganiaya Bening.


Sekalipun itu atas perintah gurunya Ki Ageng. Sampai menembak Bening. Ya Tuhan! Rasanya aku terjebak, bahkan aku tidak bisa keluar dari lingkaran ini. 'Dek Bening, maafkan aku, kamu terseret dalam masalah ini. Aku juga salah satu yang jadi penyebabnya. Namun, berat dugaanku, boss mafia ayahnya Riko, Mahendra Sanjaya.


"Yah gimana lagi bebzzz, kalau tidak aku yang akam disalahkan oleh guru" Cindy mengendikan bahu, membuka tangannya lebar, seolah tanpa dosa.


"Sekalipun kamu di suruh masuk jurang, kamu juga akan melaksanakan perintahnya"


"Sudah ah bebzzz, yang penting hidupnya bahagia di samping aku. Kebutuhanmu terpenuhi. Apa lagi yang kau inginkan"


"Aku tidak ingin meneruskan huhungan yang gak sehat ini. Aku ingin hidup normal"


"Buktinya kamu belum bisa lepas dari anak ingusan, yang namanya BUTEK itu, eh Bening, kan,,,? Buat apa kamu masih saja mengingatnya. Kamu cinta sama tuh bocah bebzzz. Aku yang peduli sama kamu. Kebutuhan mu ku penuhi, ku tanggung, kamu gak perlu khawatir lagi bebzzz"


'Iya, segala kebutuhanku terpenuhi, tapi hidup terasa berada di neraka bersamamu!' tentu berbeda wajah yang ku perlihatkan dihadapan Cindy. Dia manusia muka tembok, manusia tidak punya hati, pikirannya sex dan sex, setelah apa yang di inginkan di dapat maka akan di LEPEH-nya. Andai Cindy tahu isi hatiku, mungkin hudupku akan segera berakhir.


Entah bagaimana caranya aku memberitahu kepada Bening kalau hidupnya, bahkan nyawanya dalam bahaya. Bukan itu saja, Alex pun sama.


'Ya Allah, kenapa aku masih memikirkan dek Bening, setelah apa yang dia lakukan padaku, sekalipun hampir membuatku celaka, hidupku hampir berakhir. Kekuatanku sepenuhnya belum pulih, hingga bulan suro tahun depan, apa yang ku miliki pulih sediakala. Itu sebabnya, aku sangat membenci dek Bening, itupun juga atas perintah ayahku. Padahal aku berusaha menolak, aku malah menyakatinya hingga membuatnya benci setengah mati padaku. Padahal aku sudah berusaha untuk membujuknya, namun usaha sia sia hingga membuat hidupku frustasi. Namun kini, aku malah kena JEBAKAN!.


ENTAH SAMPAI KAPAN INI AKAN BERAKHIR?.


"Melamun melulu dari tadi" sungut Cindy kemudian menarikku seperti menyeretku.


Aku bagai sapi yang dicucuk hidungnya, mengikuti langkahnya yang agak tergesa buat menemui guru dan bossnya. Namun, berat dugaanku kalau bossnya Cindy itu Mahendra papanya Riko.


Pov Surya end!


****


#bersambung.....


---------


Km 03/11/2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.