198. Keadaan, makin...?.
Bab 198. Keadaan, makin...?.
★★★★
"Apa Ros? Mas-mu hilang, tidak ada kabar beritanya?" tentulah Khatijah sangat shock, terpukul mendengar kabar dari Rosmalia itu dari istri manjikannya. Betapa tidak, air matanya baru saja mengering karena putra nya tidak pulang serta tidak tahu kabarnya ada dimana, kini ditambah lagi kabar yang sangat menyakitkan, suaminya hilang bahkan tidak tahu entah kemana.
Keadaan sudah beranjak siang...
"Ya mbakyu, aku juga mengerti semua ini terjadi sama mas Rohman, bahkan mas Bening belum juga ketemu, tidak ada kabarnya, mas Rohman ikutan menghilang" kata Rosmalia ikut sedih.
"Ya Alloh, cobaan apa lagi ini, ya Alloh" rintih Khatijah, tubuhnya serasa tak punya sendi. Beberapa hari ini, dirinya jarang makan, kodisinya kurang sehat karena pikiran nya pada putra dan suaminya.
Apa yang ditakutkan jadi kenyataan. Tubuhnya melosoh kebawah, air matanya deras bercucuran tak terbendung, sesenggukan. Meratapi nasibnya yang begitu malang.
Rosmalia ikut menangis, terduduk memeluk Khatijah yang sesungguhnya, dirinya beberapa kali mengusap air matanya, ikut merasa kan kesedihan yang dirasakan mbakyunya.
"Mbakyu,,," tentu Rosmalia tidak berani berkata sabar ataupun yang lainnya karena kata kata itu selalu saja diucapkannya. Yang bisa dilakukannya hanya memeluknya untuk menangkan mbakyunya.
"Ya Alloh, astagfirullah,,," sebut Khatijah berusaha menenangkan dirinya yang terlalu larut dalam kesedihan yang mendalam.
Rosmalia masih saja memeluk Khatijah....
"Bi Rossss,,,," teriak bu Kinasih. Entah sengaja dilakukan memanggil dengan bertetiak, atau hanya untuk menarik perhatian. Karena sesaat muncul dari balik pintu terlaihat raut kesedihan.
'Ha ha haaa,,, aku ingin lihat bagaimana reaksi bi Ijah, karena suaminya telah menghilang' bisik batinnya tersenyum, namun pura pura nangis dihadapan artnya.
"Bu Kinasih be-benar suami saya hilang. Sekarang berita nya bagaimana bu?" Dalam isak tangisnya Khatijah tidak menyerah, ingin tahu kabar suaminya. Terlebih lagi kabar tentang putranya juga tidak ada sama sekali.
"Huwaaaaa,,,, whaaa,,,,," jerit tangis bu Kinasih sangat kencang sampai Khatijah kaget sekali begitu pun Rosmalia. "Benar bi Ijah, huwaaaa,,, ka-karena,,, papa nyuruh paman ambil pistol buat jaga jaga, tapi pa- paman,,, tidak pernah kembali bi. Papa masih dalam pencarian, demi mencari Riko,,," jelasnya didepan Khatijah sampai menutup mulutnya tak percaya. Ternyata yang disampaikan oleh Rosmalia memang benar adanya. Bu Kinasih meraung dalam tangisan dengan bercucuran air mata.
"Bagaimana nasib suamiku bu Kinasih, hiks, hiks, hiks,,,?" meratap lirih, dengan pandangan samar karena matanya tidak berhenti.
Rosmalia memegangi tangan mbakyu nya takutnya jatuh atau kenapa karena tubuh serta lututnya terlihat goyah, untuk berjaga.
Sepertinya bu Kinasih sengaja memberitahu supaya Khatijah pembantu shock, mungkin suatu hal yang telah direncanakan.
'Nyonya majikanku ini benar benar manusia tidak punya rasa, bisa bisa membuat mbakyu ku sampai drop kayak gini. Sebenarnya apa yang terjadi pada majikanku ini? Dulu, sangat baik tidak seperti. Sebenar ada persoalan apa hingga kini berubah total?' kata batin Rosmalia masih memegang Khatijah dengan erat disampingnya, ikut menangis.
'Ya Allah, kemana suami dan anakku? Semoga keduanya Engkau lindungi dari marabahaya' derai air mata Khatijah tak bisa dibendung lagi. Tumpuan tubuhnya pada adiknya karena tubuhnya terasa tak bersendi.
"Mbakyu yang kuat ya,,, heks, heks, hekssss,,," Rosmalia juga menangis, makanpun tak berselera.
"Assalamualaikum,,,"
Ada salam dari dua orang yang baru datang, seorang cewek dan seorang cowok.
Mereka berdua tak lain Putri dan Angga yang sengaja datang berkunjung.
"Ibu, bude,,, bu Kinasih" Putri salim sama bu kinasih dulu, baru ibunya setelah itu budenya. Entah mengapa perasaan haru menyelimutinya tanpa disadari Putri ikut menangis.
Angga yang terlihat kuat dan tegar ikut nangis, entah mengapa perasaan ikut larut.
Padahal keduanya baru saja datang....
Bu Kinasih hanya geleng kepala, tak mengerti...
"Hihhh,,, kalian pada aneh?" gumamnya, walaupun itu seperti sebuah sindiran.
Putri dan Angga mendengar tapi hal itu dibiarkannya saja.
"Bi Ros, kamu bereskan tadi ya,,," pesannya setelah berlalu sambil geleng geleng kepala dengan keadaan keempatnya yang berempati.
Suasana ruang dapur penuh dengan air mata, untuk beberapa lama hingga hanya isakan yang ada dan terdengar.
"Mbakyu istirahat saja, biar nanti aku dan Putri yang beberes. Tenangkan diri dulu mbakyu dikamar. Put, kamu antar budemu ke paviliun,,," kata Rosmalia melihat kondisi Khatijah yang kurang sehat.
"Put antar budemu" ulasnya karena Khatijah masih ditempatnya.
"Bude ayo aku antar, bude harus istirahat, keadaan bude kurang sehat" tentu Putri tahu kondisi budenya, bukan hanya badannya, pikirannya kurang sehat karena memikirkan keadaan suami dan anaknya.
"Angga bawakan sarapan budemu, tadi belum sempat sarapan,,," ungkap Rosmalia.
"Ibu juga jaga kesehatan, kalau semua sakit nanti gak enak sama yang punya rumah" ingat Angga sepertinya mengerti keadaan.
"Iya nak, ibu ngerti. Makanya ibu juga minum vitamin. Sekolahmu sama Putri gimana?"
"Baik baik saja, gak ada masalah"
"Syukurlah. Kalau ada apa apa bilang ke ibu atau ayahmu ya" pesannya tersenyum tawar.
"Ma aku antar bude dulu ya"
"Iya Put"
"Ros maaf ya,,," ucap Khatijah tak enak, tapi kondisinya memang tidak baik.
"Mbakyu gak usah pikirkan kerjaan, nanti aku bereskan semuanya sama Putri,,," terangnya karena Khatijah seperti menarik nafas, tentu merasa tak enak.
Tubuhnya di amping oleh Putri karena merasa lemah, bahkan sarapan pun dirinya lupa karena kepikiran anak dan suaminya.
"Mbakyu istirahat yang tenang, jangan sampai mbakyu sakit, kasihan mas Rohman dan mas Bening" pesan Rosmalia sambil usut air matanya melihat derita kakaknya. Bahkan belum juga lama kerja disini, selalu saja ditimpa masalah bertubi tubi.
"Angga, nanti jaga budemu, biar Putri bantu ibu disini" karena kini tinggal Angga dan ibunya.
"Bu, gimana kabarnya mas Bening, dan pakde Rohman, sudah ada kabarnya?"
Tentu Rosmalia menggeleng dapat pertanyaan dari putranya, dengan desahan pelan.
"Entah lah Ga, sampai saat ini, belum ada kabar beritanya. Pakde mu pun menghilang. Entah pak Mahendra mencarinya atau dibiarkan nya saja?"
"Ya Tuhan, kok bisa seperti itu bu, gimana ceritanya?"
"Ibu tidak tahu nak, karena ibu cuma didapur. Tadi pagi bu Kinasih yang memberikan kabarnya. Bahkan bu Kinasih sendiri juga tidak tahu. Pak Mahendra yang ngajak Pakde mu"
"Ini aneh ya, bu. Kenapa cuma pakde yang di ajak, sedangkan ayah tidak?"
",,, Ibu sempat punya pikiran seperti itu. Tapi, sudahlah, kita siapa ikut urusan mereka. Jika yang ikut pakdemu mungkin pak Mahendra punya alasan tertentu"
"Iya bu, seperti masalah ini memang ada kaitannya"
Pikiran Angga seperti menerawang, walaupun selama ini jarang sekali interaksi dengan masnya Bening, tentu dirinya paham tentang keadaan yang terjadi.
Bahkan Angga turut mencari hilangnya mamasnya sekaligus dapat kabar jika pamannya juga turut hilang sampai saat ini mamasnya tidak ada kabarnya, tidak sekolah beberapa hari padahal mau di adakan camping bersama.
Masalah ini seperti penuh misteri???.
#bersambung....
-------------
Jm 4/11/2022.
Komentar
Posting Komentar