200. Tak percaya, Ternyata,,,?.

 Bab 200. Tak percaya, Ternyata,,,?.


★★★★


"Menghadap boss" kata Cindy bersama Surya didepan boss dan gurunya menunduk hormat. Sikapnya tidak kemayu lagi saat berada diruangan yang disediakan khusus untuk pertemuan.


"Ooh, ternyata gebetamu sudah ganti" sindir pak Mahendra menatap tajam kearah Surya, senyum penuh misteri. Beralih kearah Cindy.


"SANDY PRANATA, dulu kamu jadi asistenku tidak seperti ini. Tapi, tidak masalah buatku, kamu masih setia padaku sampai saat ini, ha ha ha,,," pak Mahendra tertawa penuh kebanggaan.


"Sayang sekali kau anak muda, ternyata kau bernasib sama sepertiku. Kau masih beruntung tidak kehilangan nyawamu. Pasti kau telah menyakiti anak itu hingga keadaanmu seperti ini" bahas Ki Ageng menatap kearah Surya yang sedari tadi hanya diam bahkan tangannya masih di pegang oleh Cindy yang tadi dipanggil Sandy oleh pak Mahendra.


Ternyata Sandy atau Cindy anak buahnya pak Mahendra sejak dulu, namun karena suatu hal hingga putus hubungan dan kini terjalin kembali.


"Kuasamu sebagian telah hilang hingga kau tidak bisa menggunakannya dengan maksimal. Andai kau tidak bermain main dengan perasaan anak itu mungkin keadaanmu tidak seperti ini. Aku bahkan juga mengalami hal lebih dari itu, kau bisa lihat dileherku" tunjuk Ki Ageng dilehernya seperti ada sinar yang transparan dan tidak semua bisa melihatnya.


"Dan kau Sandy, berhati hatilah karena kau akan MATI!" tegas Ki Ageng seperti sebuah peringatan.


"Ki Ageng, aku tidak sebodoh apa yang kau ramalkan. Sebelum semua hal itu terjadi aku akan melakukan sesuatu,,,?" Cindy nampak tersenyum simpul dengan perkataan Ki Ageng kalau dirinya akan mati dan itu oleh Bening. Karena yang menembak itu sebenarnya Cindy ketika dalam keadaan pingsan serta membuat obat bahkan itu racun untuk melumpuhkan urat saraf ditubuhnya.


"Maksud kamu apa?" tanya Ki Ageng sangat penasaran walaupun sudah tahu hal yang dipikirkan oleh Cindy.


"Katakan, Sandy,,," sentak pak Mahendra sangat penasaran.


"Ck, ck,,,, semua bukan atas perintahku, aku hanya sekedar melaksanakan perintah dan itu,,,," ucapan Cindy menggantung, tatapan di alikan sementara kearah pak Mahendra. Tentu yang hadir disitu sudah paham kalau dalang dari rencana yang terlaksana selama ini dari Pak Mahendra. Dan atas kerjasama semua yang bersangkutan. Termasuk Ki Ageng ikut andil di dalamnya.


Ki Ageng manggut manggut, paham.


Surya seakan tak percaya.


"Sudah jangan bahas hal yang tidak penting. Bagaimana wanita yang kemarin ku perintah kan untuk diculik, apa sudah dilaksanakan" tatapan pak Mahendra di edarkan.


Karena soldiernya memakai penutup kepala jadi pak Mahendra tidak paham.


"Beres boss!" sahut dari salah satu soldiernya.


_________


"Ibu,,,!?" pekik Bening tak percaya jika sosok yang kini tergeletak itu ibunya.


"Dek,,," Rohman sampai neteskan air mata, iba melihat keadaan istrinya.


"Bibi,,," kata Alex juga tak kalah kagetnya.


"Ibu, ibu,,, bangun,,," panggil Bening berusaha membangunkan ibunya yang tak sadarkan diri.


Entah, tidak ada reaksinya sama sekali dari Khatijah yang dipanggil anaknya berulang kali. Menyerah. Dengan derai air mata yang tidak dapat dibendung nya lagi.


"Ikat bareng bocah itu" seru dari salah satu orang orang berseragam.


"Siap!"


"Baik!"


"Ayo"


Dengan cekatan ada tiga orang mengikat Khatijah, agak dekat dengan Bening.


"Ibu, ibu,,, hiks, hiks, hiks,,,!" raung Bening nelangsa melihat ibunya yang diikat kuat didekatnya. Bahkan tubuhnya yang nyeri tak karuan tidak dirasakannya.  Air matanya tumpah ruah melihat orang yang disayanginya ikut menderita sepertinya, terseret dalam masalahnya.


"Dek, dek,,, sadar dek" seru Rohman ingin membangunkan istrinya yang karena tadi meronta maka salah satu dari orang orang berseragam memukul belakang kepalanya hingga tak sadar diri.


Khatijah perlahan sadar lagi, tapi keadaannya sudah terikat kuat.


"Anakku. Mas Rohman, kalian berada disini. Nak Alex, dan,,, den Riko?" suara Khatijah bergetar tak percaya bila menemui serta berkumpul dengan orang orang yang hilang selama ini ternyata diculik dan saat ini disekap dalam ruangan temaram kedap suara dan udara terasa agak pengap.


"Bibi Khatijah ikut diculik juga" kata Alex prihantin dengan apa yang di alami wanita paruh baya.


"Gak tahu nak Alex, karena bibi ketika itu sedang istirahat karena keadaan sangat sepi" jelas khatijah cerita kejadian yang di alaminya. "Kejadiannya begitu cepat, tubuhku dibukus setelah itu dibawa entah kemana, sampai ditempat ini" sambungnya sambil mengingatnya. Ada desahan lirih dan dalam.


"Kita akan dieksekusi nanti malam bu, ayah" terang Bening memperingati.


Bagaimana nasib mereka selanjutnya?


Sedangkan Riko masih saja diam, entah sakit, pingsan atau tidur.


__________


"Mama kenapa datang kesini?, Sendiri lagi. Keselamatan mama bisa terancam disini karena bukan hanya saja kelompok kita, tapi ada kelompoknya Remond. Mama terlalu berani" kaget Mahendra melihat kehadiran istri nya yang terlalu berani.


"Papa meremehkan mama, gini gini mama tahu jalan rahasia. Mama pernah belajar militer buat pertahanan diri" ulas Kinasih tak ingin diremehkan suaminya.


"Papa paham, tapi kalau ketangkap kan papa juga yang repot ma"


"Ah papa seh terlalu ngeremehin mama. Gak akan tahu, gak akan ketangkap. Jalurnya juga beda. Bila perlu papa harus hancurkan keluarga Remond" geram Kinasih, penuh dendam.


"Oh, sibencong hadir. Kirain lho udah mampus duluan" sindiran pedas dari Kinasih pada Cindy, menatap tajam kearah Surya dengan senyum penuh misteri.


"Surya,,," ucap Kinasih digantung. Suami sementara diabaikan.


"Mama jangan ulangi hal itu lagi"


",,, Iya pa, mama janji" tadi nampak sinis dengan Cindy beralih kearah Surya, kini fokus ke arah suaminya.


"Riko mana pa?" tanya Kinasih karena tidak melihat kehadiran putra tersayangnya.


"Ada ma, tapi bukan disini. Tapi bersama tawanan yang lainnya. Itu atas permintaannya sendiri. Mama sudah siapa dengan pertunjukannya..." tutur Mahendra, sangat terasa aneh ditelinga seperti punya maksud.


"Mama takut pa. Ihh,,, ngeri, kenapa Riko ngelakuin itu sih" gerundel Kinasih tak sampai berpikir sampai disitu.


"Apa Riko punya rencana pa?" sambungnya menanyakan pada suaminya.


"Entahlah ma?. Mungkin, karena itu Riko yang ingin. Papa juga merasa ada sesuatu yang direncanakan"


"Beneran, papa mau eksekusi mereka yang telah diculik"


Sejenak suasana hening...


Yang ada disitu sampai menahan nafas.


"MALAM INI!" titahnya tegas.


"Apa?" pekik Kinasih tak percaya sampai menutup mulutnya.


"Sekarang kita kesana!" perintah Mahendra, sehingga semua bersiap, meninggal ruang mereka berkumpul.


_________


Ruangan dimana Rohman, Khatijah, Bening, Alex dan Riko disekap hening, seakan malaikat maut sedang mengintai mereka yang sedang disekap.


Tak ada kata, semua diam membisu....


Namun, ada hal terjadi diluar dugaan?.


"Plok, plok, plok,,,, ha ha haaa,,,," Riko bertepuk tangan sambil tertawa lepas. Namun, tawanya bukan tawa biasa, seolah ada beban kesedihan yang mendalam. Ada hawa dendam terselubung menyertainya dari derai tawanya. Lebih anehnya, air matanya mengalir dibiarkannya terjatuh berderai.


Tubuh Riko yang penuh darah mengering dengan pakaian robek sana sini tapi anehnya, keadaannya baik baik saja seolah tidak terjadi apa apa.


Tentu saja Bening juga yang hadir disitu  kaget juga bingung dengan Riko. Kenapa bisa seperti itu?.


Seperti sebuah kejadian yang penuh misteri yang tak terpecahkan...???.


#bersambung...


----------

Mg 06/11/2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.