216. Dan Akhirnya.
Bab 216. Dan Akhirnya...
★★★★★
Beberapa saat kemudian, Putri bawa nampan berserta isinya. Ada teh hangat serta camilan. Pasti akan diberikan ke Alex, special. Ku lirik isinya cuma satu berarti yang dibuatkan cuma Alex saja. Ku hela nafas panjang, setelah tadi ku hirup pelan karena rongga ku seperti tam berisi oksigen karena melihat yang dilakukan oleh Putri sangat beda perlakuannya.
Dasar makhluk cewek gak bisa ditebak perasaannya serta isi hatinya. Hanya sekilas ku lihat. Selebihnya, ada rasa nyeri yang menyayat kalbuku. Perih. Ku tahan sebisanya. Rasanya, sudah cukup perlakuan saudara ku yang ternyata hanya pemoles bibir.
"Alex, silah di minum, ku buatkan khusus, special lho,,," mata Putri sampai berbinar. Padahal jelas di awal tidak kelihatan suka saat dengar klakson, tapi kini sikapnya bermanis manis didepan Alex. Perubahan sikap yang dratis. Entah apa penyebabnya?.
"Gak banyak gulanya kan, Put?"
"Kenapa? Gak kok tenang aja"
"Soalnya, kamu udah manis"
"He he hee,,,, terima kasih" Putri tambah salting.
"Nanti bisa bisa aku diabet, he he heee,,," Alex pun tersenyum, karena gombalan telah berhasil membuat Putri klepek klepek. Dasar laki laki tukang gombal. Mana Putri mesam mesem dari tadi akibat rayuan dari Alex, seperti melupakan masalah yang terjadi.
"Masa iya,,, he he heee,,," sahut Putri masih dengan respon, seperti gayung bersambut. Putri meladeni perkataan Alex. Bakal tidak ada habisnya, terlebih jika mereka bicara terus. Tentu, nantinya akan berakibat dan berujung ke hal yang tak senonoh. Jika hal itu berlanjut, maka tidak menarik kemungkinan, Putri akan terseret ke hal negatif, masuk kedalam rayuan mautnya.
Ketika disepsap teh manis hangat yang tadi dibikini oleh Putri berserta camilannya, masih saja Alex menatap Putri lekat lekat dengan seulas senyum nakalnya. Ingin menelannya hidup hidup, seolah sifat nakalnya kini telah kembali kesemula.
Tentu saja rasa heran benderaku padahal jelas Putri sikapnya berubah total, apa dia tidak kapok atau jera bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, perasaanku saja jadi tidak enak atau memang Putri sengaja membuat ulah di depanku serta Angga.
Angga tentu tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah atas apa yang Putri lakukan. Dia hanya sediam saja seolah menutup mata jelas-jelas sikapnya tidak mengenakkan.
Putri masih saja selalu senyum-senyum, senyum yang sangat menggoda begitupun dengan Alex sangat menikmatinya.
Tentu saja Angga tidak berani kemana-mana terlebih jika nanti terjadi apa-apa dengan Putri pasti akan ada banyak penyesalan.
Jika pun nantinya Alex berhasil merayu dan menaklukkan Putri dengan caranya dengan gombalannya serta rayuan mautnya tentulah Putri akan menyesal.
Jelas jika Putri kepadaku sikapnya begitu berubah, dan masih saja selalu marah-marah padaku itu terlihat jelas dari raut wajahnya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa memendam perasaanku saja.
Seakan Putri tidak mau memaafkan apa yang terjadi serta kesalahan-kesalahan yang telah kulakukan, padahal itu bukan kesalahan yang aku sengaja. Putri saja enggan menatapku, salah aku adalah makhluk yang begitu indah yang punya kesalahan besar yang tak bisa dimaafkan olehnya. Hatiku rasanya perih memendam perasaanku. Namun berbeda dengan sikapnya terhadap Alex yang bermuka manis bahkan selalu tersenyum penuh kebahagiaan. Selalu menanggapi Alex dengan riang.
Tak terasa kumandang adzan ashar pun terdengar dari masjid yang tidak begitu jauh dari rumah ini, ada alasan buatku untuk pergi ke kamar untuk melaksanakan tugasku sebagai seorang muslim.
",,,,,, Hmmm, Ga, aku mau pergi dulu ke kamar sebentar, kamu di sini dulu ya,,,, jaga adikmu-?"
Putri langsung menatapku tajam,,,
"Aku udah gede tidak perlu dijaga, pergi sana, aku juga tidak mau muka kamu mas Bening" tandasnya tajam.
Sungguh itu terasa sangat menyakitkan buat hatiku namun apalah dayaku aku tidak punya pilihan lain terlebih untuk tinggal rasanya ini sangat berat buatku sungguh sangat berat. Andai waktuku masih panjang mungkin aku bisa berpikir lebih jauh bisa berencana dan mungkin juga aku akan pergi secepatnya dari Jakarta dan kembali ke kampung halamanku yang penuh dengan kedamaian tidak seperti di sini yang hidupku selalu didera oleh masalah masalah yang tak kunjung reda selalu datang pilih berganti seakan masalah-masalah itu selalu ada buatku.
Secepatnya aku bergegas ke kamar Angga, Karena bila aku telah selesai melaksanakan tugasku maka hatiku akan terasa tenang dan damai sekalipun nanti harus kuhadapi masalah lagi setidaknya untuk beberapa saat hatiku bisa mendamai dan tenang.
Setelah beberapa saat....
"Alhamdulillah,,,!" selesai sudah kewajiban yang telah aku laksanakan benar adanya hatiku kini sudah damai dan tenang. Kupanjatkan doa supaya orang-orang yang ada di sekitarku selamat dari marabahaya.
Aku masih merenung....
namun sesuatu hal terjadi sungguh aku tidak pernah menyangka jika apa yang kulihat ini hal yang pertama dan mungkin ini adalah gambaran hal yang nantinya akan terjadi?
Dalam penglihatanku Alex bersama Putri keluar dari rumah ini, kulihat Putri begitu mesra menggandeng Alex, seolah keduanya adalah pasangan serasi yang takkan terpisahkan. Sejenak aku merasa heran dengan apa yang kau lihat bagaimanapun aku mencoba aku ingin menghapus gambaran itu tapi tetap saja aku tidak bisa.
Tidak begitu jelas apa yang mereka bicarakan, antara Alex dan Putri ketika pergi meninggalkan halaman rumah, nampak Alex menaiki motornya di belakangnya Putri naik di boncengan setelah itu Alex menjalankan motornya.
Putri bergelayut manja di tubuh Alex, pemegang pinggang Alex tanpa ragu. Alat hanya tersenyum dan mengangguk sambil memakan helmnya. nampak Putri tersenyum bahagia sambil mencubit pinggang Alex. Sungguh rona kebahagiaan yang begitu dalam. Tidak pernah kulihat wajah sebahagia Putri saat ini. Sesekali Alex nampak melirik Putri penuh arti, entah merekanberdua akan pergi ke mana?.
Motor pun berjalan masih saja pandanganku mengikuti ke mana lagi motor itu pergi.
Bagaimanapun aku berusaha untuk menghilangkan pandangan itu tapi tetap saja penglihatan itu tidak mau lepas aku menyerah dan masih saja mengikutinya.
sebenarnya apa yang akan terjadi dengan mereka kenapa aku bisa melihat mereka berdua dengan pandanganku ini sungguh sangat terasa aneh buatku?.
Nampak kecepatan motor Alex kini agak sedang, membelah membelah jalanan ibukota yang begitu ramai.
Sesekali keduanya nampak bercanda begitupun dengan Putri yang berada di belakang boncengan Alex, bahkan dengan tanpa rasa canggung melingkarkan tangannya ke pinggang Alex sesekali menghalusnya dan sesekali menggelitik pinggang Alex.
Alex hanya tersenyum sesekali tertawa diselingi dengan geliatan manja dengan apa yang dilakukan oleh Putri padanya.
Keduanya asyik bercengkrama tidak memperdulikan keadaan bahkan jalanan yang tadinya ramai kini agak sepi.
Kembali keduanya saling mengobrol dengan tanpa pedulikan keadaan.
Nampak kini Alex, menaikkan laju motornya yang semula sedang kini perlahan-lahan lajunya menjadi agak cepat Putri yang berada di belakangnya malah tertawa dengan riang sesekali mencubit mengeluh melakukan mesra pada Alex.
Pandanganku masih saja tak bisa ku lepaskan berkali-kali aku mencoba namun tetap tak bisa sekalipun kau coba untuk pejamkan mataku namun penglihatanku tetap pada mereka berdua.
Alat dan Putri yang sedang berboncengan keadaan mereka berdua baik-baik saja tapi mengapa masih saja aku tidak bisa lepas.
Bahkan keadaan sekitarnya begitu jelas aku lihat seolah aku ini sebagai sutradara dalam sebuah film ataupun sinetron drama.
Bahkan dalam penglihatanku aku juga melihat sebuah kendaraan bermotor sebuah motor matic yang melaju dengan kecepatan yang tak terkendali seolah menandakan itu adalah sebuah bahaya.
Di saat itulah kepanikan melandaku, aku tak bisa berbuat apa-apa untuk menikah bila terjadi sesuatu hal yang tak terduga terlebih lagi dengan Alex dan Putri. Alex yang mengendarai motornya dengan kecepatan yang tinggi.
Naas,,,!?.
Tak bisa dielakkan lagi dalam penglihatanku, baik pengendara motor matic maupun Alex yang berboncengan dengan Putri mereka bertabrakan.
Prakkkkk!
#bersambung....
------------
Jm 2/12/2022
Komentar
Posting Komentar