238. Liburan ke pantai Pangandaran.
Bab 238. Liburan ke pantai Pangandaran.
★★★★★★
Ujian kedua hari ini telah berakhir. Sekalipun masih kurang empat hari lagi. Ada debaran tersendiri saat aku mengetahui hal itu.
Aku menaiki mobil milik Riko karena mengajakku buat jalan jalan. Katanya mau refreshing, entah mau kemana?.
Sikap Riko masih saja terhias senyum. Sesekali, bahkan saking seringnya menatapku. Akan dibawa kemana oleh Riko, aku hanya ikut saja. Namun, setiap jalan yang ku lewati bersamanya selalu ku ingat. Jika nanti aku lewat lagi akan ku ingat. Setiap tempat yang ku kunjungi pun akan ku ingat. Namun, yang masih jadi ganjalan ku yaitu tempat ditengah hutan, dan itu sangat luas, ada tempat seperti penjara buat menyekap para korbannya. Aku ingat betul tempat itu. Tapi aku tidak tahu tepat tempatnya.
Selama perjalanan terasa hening, karena Riko hanya diam sesekali menatapku penuh arti, bahkan aku tidak sempat pulang untuk pamitan, Riko yang telah pamitan pada ibuku, entah itu benar atau cuma bohongan. Ada yang mengganjal dalam pikiran serta hatiku tentang hal itu. Namun, masih ku pendam.
Perjalanan, rasanya begitu panjang dan lama. Aku mau bertanya ku urungkan niatku. Tapi, jika tidak ku tanyakan. Hatiku merasa tidak enak.
Maka....
"Rik, kita mau kemana sebenarnya?"
Riko menoleh sekilas kearahku, dengan seulas senyum yang mampu mengalihkan duniaku.
Lalu...
"Aku akan mengajakmu ke pantai" jawabnya singkat, tetap tenang menyetir.
Aku tidak tahu rupa pantai itu seperti apa. Kalau dikampungku, hanya berupa sungai. Itupun kadang airnya keruh, terkadang jernih, ikan juga lumayan banyak kalau tidak tidak diracun oleh orang yang gak bertanggung jawab.
"Pantai apa?" Tanyaku singkat. Karena aku sangat kepo.
"Pantai Pangandaran" jawabnya singkat.
"Hmm,,,?" gumamku lirih, aku seperti pernah dengar akan hal itu, mengenai pantai Pangandaran. "Hushh,,," rasa kantuk menyerangku. Entah berapa jam akan sampainya. Karena ku rasakan perjalanan terasa lama.
Tak terasa mataku perlahan terpejam.
Bisa ku dengar,,,,
"Tidurlah,,," ucapnya lirih sambil menepuk pahanya mempersilahkanku untuk tidur. Karena tak dapat ku tahan maka ku rebahkan kepala ku di pahanya.
Langsung ada desir aneh merasukiku. Tak bisa ku kontrol kala pipiku bersentuhan dengan paha kokohnya. Terbayang saat aku melakukan sesuatu pada milik pribadinya. Begitu jelas diingatan hingga membuat ku perlahan menjadi terbangun dibalik celanaku.
Namun bukan hanya itu saja, aku juga merasakan sesuatu dibalik celana milik Riko nampak ada tendanya yang tegak. Perlahan tapi pasti, tanpa ragu aku menyentuhnya. Dengan mata mulai terpejam.
"Hessshhh,,," ku dengar desisnya yang lirih, kemungkinan terangsang. Aku mulai tidak kuat lagi menahan kantukku. Ku rasakan kecupan hangat dikeningku. Saat itulah aku tak sanggup lagi menahannya.
Aku terbuai dalam lelapku yang indah....
------------
"Say,,, bangun, sudah sampai,,," sentuhan lembutnya ku rasakan dipipiku. Diusapnya penuh perasaan. Tidak salah dengan apa yang ku dengar.
"Su-sudah sampai ya, Rik?" tanyaku karena aku tidur begitu nyenyaknya.
Masih berada dipaha kokohnya. Sesekali mengusap. Hingga tanpa sadar ku senggol lagi. Masih tegak. Jadi itu kontol dari aku tidur sampai bangun, gak loyo. Tapi Raya bilang kalau Riko itu impoten, ini hal aneh yang ku rasa. Kenyataan ini berbeda sekali.
Bahkan dengan lembut ku remas kontolnya...
Maka, terdengar dengusnya.
"Oughhh,,,, yeah,,,? Kamu nakal ya say, awas lho kalau ngamuk?" ancamnya menakutiku. "Kamu harus tanggung jawab buat menjinakkannya. Buatnya lemes, karena dari tadi kamu bikin tegang mulu"
"Siapa suruh sangean?. Kontol tuh jaga, tegang mulu" sahutku, protes. Riko hanya cengengesan.
"Sini aku bikin lemes. Tapi cepet ya. Eh, gak deng,,," ledekku, aku langsung terbangun. Melihat keadaan karena berada dalam mobil.
"Dimana ini?" tanyaku sekali lagi, karena kini aku berada disebuah villa. Mungkinkah villa ini milik Riko atau keluarga Sanjaya. Bisa jadi, buat keluarga Sanjaya apa yang nggak semua itu. Hanya villa tentu hal yang gampang buat mereka.
Keadaan bersih juga terawat. Dan tempatnya dekat pantai. Ya Alloh!? Aku bersama Riko penuh dengan kejutan dan misteri yang tidak pernah ku ketahui. Entah berapa kekayaan yang dimiliki olehnya. Tentu villa perkara yang sangat mudah buat Riko terlebih agak dekat dengan pantai Pangandaran. Rasanya ini seperti mimpi. Rasanya aku tak percaya jika berada disini.
Tadi jam 11:15 sekarang jam 13:30. Hampir tiga jam-an lebih perjalanan dari Jakarta ke pantai Pangandaran.
"Ini villa milikku. Welcome to Pangandaran beach" Riko keluar dari mobil masih dengan kontolnya yang tegak sedari tadi selama perjalanan. Aku yang melihat hal itu, merasa lucu sekali kasihan juga tertawa geli melihat tingkahnya yang kesangean akut.
Aku juga ikut keluar. Riko berjalan menuju villanya, ditangannya sudah ada kunci.
Sepertinya semua ini sudah dipersiapkannya jauh jauh hari.
Aku terdiam terpaku. Membeku ditempatku, kagum dengan apa yang ku lihat. Ini seperti surprise buatku. Tapi, dibalik itu ada rasa kesedihan yang mencuat dan hal itu tidak diketahui oleh Riko, aku tidak tahu bagaimana keadaan Riko ataupun perasaan jika nantinya aku tinggalkan dia, istilah 'Ditinggal pas sayang sayange'. Itu dipikirkan nanti, aku tepis rasa itu.
Tanpa ku sadari Riko menarik untuk mendekat, lalu membuka pintu villa, yang dari luar memakai kaca transparan, yang membuatku sangat kagum.
Suasana lengang dan terasa damai, semilir sang bayu membela tubuh kami yang sedang bahagia. Masih ku lihat tendanya yang mengacung membuatku geleng kepala tersenyum meledeknya. Tentu saja Riko agak kesal dengan sikapku.
"Pokoknya, nanti bikin dedekku bobok ya say,,," rengeknya. Memelas. Ada ada aja tingkah nya yang membuat kasihan sekaligus tersenyum.
"Hemmm,,, gak janji deh" ledekku.
"Kok gitu Say,,," rajuknya.
Riko lagi bucin....
"Rik, kok kamu panggil sayang sama aku,,," protesku.
"Kenapa? Kamu gak suka,,,"
"Bukan seperti itu, hanya saja, terlalu cepat"
"Oh, jadi kamu maunya yang slow, oke"
Kita masuk kedalam. Dan tertawa isinya sungguh komplit semua serba ada. Ada tv LED besar. Juga yang lainnya.
Inikah rasanya liburan?
Andai ini saat liburan mungkin aku merasakan seperti honeymoon. Tapi, ini hanya sekedar refreshing dan esok aku ujian lagian.
Momen ini tak akan ku sia siakan, untuk bahagia.
Pintu villa dikunci, Riko masih berdiri membelakangiku.
Tentu tidak menyangka apa yang ku lakukan, itu bentuk rasa terima kasihku yang mendalam padanya. Ini bukan hanya sekedar refreshing, melainkan liburan yang sesungguhnya.
"Sa- say,,,,!" gagapnya karena aku memeluknya dari belakang.
Ku benamkan wajahku dipunggung lebarnya, bisa ku dengar detak jantungnya yang perlahan berpacu, kian cepat.
Pinggangnya, lalu dengan nakalnya, tanganku menyusur kebawa dibagian sensitifnya yang sedari tadi tidak juga lemas, tegak seperti tiang bendera.
"Auoghhhh,,,," dengusnya pelan. Jiwanya bergetar seiring dengan tubuhnya.
Perlahan tubuhnya memutar hingga kami pun saling pandang, saling tatap. Perlahan bibir pun saling bersentuhan, tanpa ku sadari.
Cuppp,,,,,
__________
Sn 26/12/2022.
Komentar
Posting Komentar