240. Kembali dari refreshing.
Bab 240. Kembali dari refreshing.
Warning!
(Area +18)
★★★★★★
Pagi subuh jam 04:30 kami sudah bersiap siap untuk kembali ke Jakarta.
Tentu mengenakan seragam sekolah, karena akan langsung menuju ke kesekolah buat mengikuti ujian dihari Rabu, hati ketiga.
Tentu saja tidak sempat untuk sarapan karena harus cepat cepat takut nanti telat.
Lagi dan lagi saat akan berangkat, tadi sudah dipanaskan dulu oleh yang mpu-nya. Riko kembali memeluk dilengangnya suasana pagi yang dingin tapi penuh kehangatan.
Tampak rona bahagia tersirat dari wajah gantengnya, foto copy dari pak Mahendra yang sampai saat ini masih terlihat tampan dan macho.
Tak puas puasnya Riko memelukku hangat dan lama, mencium keningku, melumat bibirku yang katanya manis dan tak pernah bikin bosan, selalu bikin dedeknya selalu tegang tak pernah loyo.
"Ihh, kok ngacenh, apa gak nggak cepek tuh" ledekku sambil meremas lembut.
"Oughh,,, hesshhh,,," desahnya pelan sampai matanya merem merem.
Diiringi dengan gelengan kepala.
'Dasar omes' batinku berkata. Namun, ada rasa bahagia yang menyelimutiku.
Perjalanan kurang lebih tiga jam jadi agak lama diperjalanan. Aku sudah tahu rute nya jadi gak bingung lagi.
Aku bahkan sering menggodanya selama diperjalanan. Riko tidak keberatan dengan apa yang ku lakukan pada tubuhnya bahkan kontolnya sering ku permainkan bahkan ku buka, ku emut, ku buat permainan tidak masalah.
Bahkan saking binalnya ku cium dia, yang berlepotan liurku yang mengoral kontolnya. Riko fine fine aja, terkadang geleng kepala dengan kelakuan binalku.
Hingga pada ujungnya ...
"Maaf Rik, aku belum bisa memberimu, apa yang kamu ingin kan. Aku belum siap untuk itu, sekalipun kamu mencintaiku dengan tulus. Gak apa apa kan,,,"
"Aku tidak memasalahkan itu, he he hee,,," Riko hanya tersenyum renyah. Langsung ku caplok bibirnya yang bikin gemas.
"Say, kamu ciumnya jangan lama lama, aku bisa crot dicelana nanti" protesnya dengan senyum serta geleng kepala penuh kebahagiaan.
"Ya dimulutku. Siap nampung juga nelen kok"
Ku balas dengan cengiran bahagia.
"Oke. Lakukan,,,! Puaskan aku,,, sayang" cengirnya, berharap. Tubuhnya nampak menegang.
"Siapa takut. Oiya,,, kamu gak capek apa Rik, kan beberapa kali sehari semalam ngecrotnya?"
"Gak ingat" gelengnya. "Tapi hatiku bahagia, dengan apa yang kamu lakukan padaku terutama memanjakan dedekku, bikin aku terbang ke syurga dunia" lenguhnya tertahan.
'Dasar omes gila' batinku berucap dengan keomesan Riko.
Maka seperti awal tadi, tanpa menghalangi pandangannya ke jalan yang dilalui. Ku lumat bibirnya cukup dalam. Dadanya makin bergemuruh, detak jantungnya kian berpacu. Bahkan saling tukar saliva.
Tubuhnya makin menegang hebat, begitupun desakan dalam diriku begitu kuat, hingga hampir tak dapat ku bendung. Hampir saja dari batangku yang tegang terpancar, saking nikmatnya lumatannya.
"Say,,, ough, oughh,,,," dengan cepat aku ke bawah, ku pencet pelan. Kepalan nampak berkilat, bergerak sedikit. Lalu, detik berikutnya saat kepala serta seluruh batangnya masuk ke mulutku. Lahar hangatnya terpancar begitu banyaknya. Aroma serta rasanya tidak berubah. Ku diamkan untuk sesaat lamanya. Hingga tidak ada kedutan lagi, barulah ku lakukan yang buatnya keliyengan, geli geli kenikmatan.
Maka,,,
Hal terakhir kali ku pijit pelan mengeluarkan isinya. Serta kenyotan mautku.
"Aw, hesshhh,,, aw, aw sayang,,, he he heee,, ngilu, ngilu, aduh aduh..." cegahnya tapi aku tidak peduli. Malah batangnya yang terasa ngilu habis crot dilesakan lebih dalam hampir membuatku tersedak.
"Kookkk,,," secepatnya aku lepas.
"Ha ha haaaa,,," tawa Riko girang. Akhirnya lepas kontolnya. Nampak merah karena diemut juga diperah isinya.
Aku pura pura cemberut...
"Terima kasih ya sayang, aku bahagia. Dapat service dari kamu terus. Emutanmu paling hots!" aku-nya sumringah. Ku anggukan kepala ku sebagai jawabnya. Dia menoel hidungku.
Aku masih rebahan dipahanya serta dibiarkan kontolnya ngaceng dengan celana setengah dilorotkan. Sesekali kali mukaku ku arahkan ke batangnya yang tak jua lebah. Bahkan dengan gemas ku cium semak belukarnya yang tercium aroma shampo. Dengan jail ku jilati seperti menjilati es krim. Tubuhnya bergetar, darahnya naik lagi ke ubun ubun. Hadeh, emang ya...?
Rasanya mataku ngatuk, aku kelelahan dibuatnya.
"Ngantuk. Belum sampai ya,,,"
"Tidurlah kalau lelah, nanti aku banguni. Kurang satu setengah jam lagi nyampek,,,"
"Ooo,,," balasku, dengan mata terpejam. Akhirnya aku terlelap.
-------------
"Sayang, sayang, sayang,,, bangun, udah nyampek,,," Riko menyentuh lembut pipiku, membangunkanku.
"Hmmm,,," gumamku lirih. Langsung ku buka mataku lebar lebar.
"Nyampek ya,,," ujarku kikuk. Bangun dari pahanya. Diapun membenarkan celana yang kedodoran serta merapikan dirinya yang berantakan bawahnya.
Ku lihat wajahku dicermin, nampak kucel, awut awutan, aroma mulutku juga ada aroma khas pejuhnya.
Riko mengelap bibirku yang berlepotan karena ini juga ulahnya. Masih saja ngaceng tuh joninya, apa gak capek?.
Ini sudah berada dilakukan, masih agak sepi, hanya beberapa murid yang lalu lalang, berdatangan. Karena ini ujian hari ketiga.
"Udah rapi" koreksiku. Bertanya pada Riko keadaanku. Riko hanya mengangguk pelan, tersenyum cool makin membuatnya ganteng maksimal.
Tentu saja mobil Riko selalu menarik perhatian para siswa di sekolah Permata bangsa ini. Tapi bagi diriku itu hal yang biasa dia tidak peduli dengan pandangan mereka. yang di apa belikan dirinya sendiri bahkan penampilannya pun kadang kurang diperhatikan. Seperti istilahnya orang kaya mah bebas.
seluruh siswa yang ada di parkiran tentu saja mendatangi mereka menatap searah kami yang baru saja keluar dari dalam mobil. Tak bisa aku sembunyikan senyumku begitupun juga dengan Riko senyumnya terukir hingga membuat kaum hawa menatapnya penuh harap. Tidak lupa para pembuka batang melihat Riko menelan ludahnya. Sungguh pesona Riko memang sangat luar biasa di kalangan para siswa siswi di sekolah Permata bangsa.
"Lihat tuh?" bisik para cewek ketemannya.
"Iya, dari kemaren jalan bareng mereka!"
"Masa?"
"Iya, betul itu. Gue liat kok"
"Terus ada yang liat, pergi kemana gitu?"
"Lo jangan ngadi ngadi"
"Ngada Ngada"
"Iya. Sewot Lo"
"Emangnya ada tahu kemana?"
"Kalau yang aku dengar sih, arahnya ke pantai. Kurang tahu pantai mana?"
"Eh, bukankah keluarga Sanjaya itu punya villa bagus di pantai Pangandaran. Sultan gitu. Itu mah kecil buat mereka"
"Iya ya, kapan bisa punya villa pribadi"
"Gue ingin honeymoon sama kekasih gue"
"Ganjen Lo"
"Biarin. Tapi emang beneran info Lo itu"
"Benerlah, berani sumpah di sambar cowok ganteng!"
",,, Huhuuuuuu,,,, " sorak mereka hingga keadaan riuh.
Baik Riko maupun aku tidak peduli dengan gunjingan mereka, karena tidak ada kerjaan selain GIBAH.
Kami berjalan beriringan diiringi dengan tatapan iri juga curiga tentu bagi kaum penyuka sesama jenis. Datang senyum cibiran dari kaum hetero.
'IRI BILANG BOSS!' batinku berkata.
Belum juga sampai ke kelas,,,
Ada panggilan yang memanggilku terutama Riko...
"Rikooo,,, tunggu!" kata katanya sangat tegas.
Hatiku berdebar. Ada apa dia memanggil ku juga Riko.
Kami berhenti sama sama menoleh kearahnya.
Namun, mendadak....
Bughhhh!
______________
Sl 27/12/2022.
Komentar
Posting Komentar