247. BARBEQUE

 Bab 247. BARBEQUE


★★★★★


Sesuai dengan yang telah direncanakan, setelah Angga setengah memaksakan didukung oleh Riko dan Alex aku pun menyetujui untuk acara BARBEQUE. Nanti malam.


Dengan senang hati bibiku menyetujui nya, bakal akan makan besar makan ini.


Juga memasang tenda di luar ruangan serta rencananya malam ini akan tidur di dalam tenda.


Semua telah disiapkan serta sesuai apa yang telah direncanakan.


Terkadang aku merasa kasihan dengan Putri seakan dia telah trauma dengan kejadian apa yang telah dia alami bersama Alex dan seolah Alex pun tidak peduli dengan keadaan Putri, sungguh miris. Dia jarang sekali muncul di hadapan kami hanya namun aku perhatikan sesekali dia nampak mengintip dari balik jendela ataupun dari balik pintu ataupun dari balik pintu, itu pun dia tidak berani bergabung namun sesekali Bibi datang untuk memeriksa jarang sekali bibi berinteraksi namun ada rona bahagia di saat kami bertiga sedang berkumpul.


Di sini yang sangat berperan yaitu Riko dan Alex mereka berdua sangat bersemangat sekali dalam acara barbeque ini.


Selain itu ada juga jagung bakar serta soft drink.


Setelah beberapa jam kemudian semua telah tersaji...


laki-laki Alex dan Riko nampak saling berpandangan padahal tadi mereka berdua seperti couple yang sangat cocok namun aku hanya sesekali membantu aku hanya mau melihat reaksi mereka berdua apa yang telah mereka lakukan membuat aku kagum mereka begitu cekatan, terlihat keren dan dan sangat macho juga tangguh. Dengan tubuh atletis mereka mampu menyebarkan pesona sehingga titik-titik teringat ada di wajah serta sekitaran tubuh mereka yang perfect di balik kaos yang press dengan tubuh mereka dipadukan dengan celana setengah tiang berwarna hitam dan juga krem hingga nampak berburuan di kaki mereka yang tumbuh subur menghiasi kaki mereka yang kokoh.


Aku tidak munafik akan hal itu namun aku tidak berani terang-terangan untuk menatap kedua cowok yang mampu membuat hatiku berdebar jika pun aku harus memilih aku tidak tahu memilih siapa di antara keduanya namun yang pasti tidak akan aku lakukan hal itu karena aku tahu hal itu akan menyebabkan luka hati bagi keduanya.


Sungguh suatu pilihan yang sangat sulit bagiku untuk menentukannya keduanya sama-sama perfect sama-sama anak orang kaya, sama-sama macho juga keren tampan tangguh entah didefinisi apalagi yang cocok buat mereka yang bagiku sangatlah sempurna bukan hanya aku saja yang kagum akan sosok mereka berdua mungkin juga Putri pun mengalami hal yang sama dengan apa yang aku rasakan.


Angga juga sibuk sekali nampak memeriksa alat dan membolak-balikkan daging yang dipanggang serta membakar jagung hingga semua selesai dan beres untuk dinikmati. lihat seolah menunggu instruksi dari Riko ataupun dari Alex karena tidak mungkin baginya untuk mendahului dari mereka berdua.


Kembali Bibi datang memeriksa dengan senyum sumringah namun aku tahu kalau hatinya tidak baik-baik saja itu terlihat dari wajahnya dan serta senyum yang sering dipaksakan namun aku bisa apa untuk membantu kesedihan Bibiku saat ini terlebih lagi keadaanku juga tidak baik-baik saja, sebenarnya. 'Bibi maafkan aku, aku tidak bisa banyak membantu untuk keluargamu namun aku berdoa semoga keadaan Bibi, Paman, Angga juga Putri, mudah-mudahan dalam keadaan sehat walafiat dan selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT amin ya robbal 'alamin' ucapanku menatap wajah bibiku yang sendu.


Namun aku punya rencana dibalik itu semua, disaat nanti, aku akan pulang kampung, namun sudah aku pikirkan hal itu sejak lama, mungkin Bibiku akan kembali bekerja setelah liburan ini nanti. Karena baik Putri ataupun Angga keduanya masih butuh perhatian karena keadaan Putri belum membaik sepenuhnya.


"Wah sudah selesai dan barbeque-nya" ujar pipiku tersenyum bahagia melihat makanan yang tak tersaji. Aku tahu diriku pasti ingin mencicipimu namun ada kecanggungan dan mungkin tidak ada keberanian untuk memulainya.


"Iya bi Ros. Bi Ros silahkan ambil duluan geh" perintah Riko tersenyum ramah tidak seperti biasanya.


Aku juga belum pernah merasakan barbeque, apa mungkin rasanya seperti saat aku acara manggang-manggang di desa bersama teman-temanku dulu, entahlah. Jelas dari peralatannya saja berbeda pun dengan bumbu masakannya pun terasa berbeda pasti bumbunya sangat lama karena mereka anak orang kaya pasti akan memilih bumbu yang istimewa dan sangat spesial tidak seperti hanya aku dan kawan-kawanku ketika mangga dikampung.


"Wah, nggak enak den" tentu saja Bibiku merasa malu terlebih lagi yang memasak adalah anak bosnya tentu hati Bibiku merasa tidak enak akan hal itu.


"Bibi tidak apa apa, lagian makanannya juga banyak kok, belum tentu makanan nanti akan habis" tambah Alex melihat semua makanan yang begitu banyaknya tersaji.


"Hushh,,, kamu ambilin makannya Rik,  Bibi pasti nggak enak mau ngambil sendiri kamu tahu sendiri kan, bibi aja ngerasa nggak. Memangnya kamu mau ngabisin makanan ini semuanya" bisikku, karena bibi agak canggung menunggu, merasa tidak enak. Sambil membereskan peralatan yang buat barbeque.


Alex datang mendekat mencari informasi apa yang aku katakan maka sekalian aku berbisik padanya.


"Ada sih?" ucap Alex lirih.


"Tuh, ambilin buat bibiku. Lagian makanan banyak gitu. Sedari tadi bibi yang bantu nyiapin. Emangnya kalian mau ngabisin makanan yang begitu banyak" sungutku dengan berbisik. Sungguhnya, ingin aku getok kepala keduanya dengan supit besi buat bolak balik daging tadi. Gemes banget aku dengan tingkah konyol serta ke oon-nan mereka berdua. Mataku sampai melotot.


"Kenapa gak kamu aja yang ambilin sih?" Protes Alex agak kesal.


"Iya tuh,,," sungut Riko ikutan kesal.


"Oke, aku ambilin banyak, biar kalian nggak makan" sungutku tambah kesal.


"Jangan!" seru mereka berdua tertahan, itu pun berbarengan.


"Hadeh" aku sampai getok kepala. Bisa bisa nya keduanya kompak gitu. Heran deh aku.


Karena selalu ribut dan ribet akhirnya aku yang membagikan untuk bibiku yang sesuai karena yang akan makan nanti Bibi juga sama Putri di dalam, nggak tahu ada apa dengan Putri atau memang Bibi aku yang melarang Putri untuk keluar namun yang pasti aku sudah memperingati Putri agar jangan dekat-dekat lagi dengan Alex.


Aku tahu alat hanya memanfaatkan Putri hanya untuk dekat denganku namun aku tidak mengetahui akan hal itu hanya saja itulah sikap Alex ingin menghancurkan setiap wanita. entah ada dendam pribadi apa Alex dengan semua wanita terutama yang masih virgin?.


Kini kini ma semua menikmati makanan yang sudah tersaji. Tidak ada nasi yang ada hanya daging serta jagung bakar juga soft drink.


Aku nikmati jagung bakar manis ditemani dengan minuman yang dingin karena berada di dalam kotak pendingin yang ada di atas meja. Namun baru aku sadari kalau di samping dan kananku kini duduk dengan santai dua cowok yang jatuh hati padaku yaitu sebelah kanan Riko dan yang sebelah kiri Alex. tentu aku yang keasikan menyantap jagung bakar tidak menyadari hal itu namun bagiku aku hanya cuek saja dengan apa yang mereka perbuat dan lakukan, toh selama keduanya tidak mengganggu aku, aku fine-fane saja.


"Hmmm,,," gumsmku lirih, saat menikmati jagung bakar yang rasanya manis-manis campur gurih, aku tidak tahu apapun bumbu dari jagung ini karena tadi yang bakar jagung adalah Alex dengan Riko. Pun saat barbeque pun kedua, seperti couple kompak.


"Tuh, belepotan dibibir. Makanya kalau makan itu pelan" protes Riko memperhatikan aku makan.


"Iya tuh, makan gak bener kayak anak kecil" tambah Alex ikut protes.


Keduanya mengambil tissue lalu mengelap bibirku yang berlepotan aku tak tak tahu.


"Gue,,,,!" bentak Riko tak terima.


"Gue aja bangsat!" teriak Alex arogan.


"Ih, sudah,,, sini,,,!" sahutku pada tissue ditangan keduanya dengan kasar ku lap kan ke bibirku.


Tatapan keduanya malah melebar, aneh,,,? Kini diam menatapku membuatku heran.


"Ada apa,,,?" tanyaku bingung, pada keduanya.


Riko menunjuk dengan isyarat, sedangkan Alex dengan telunjuknya itu pun diarahkan kesamping. Itu tandanya saat aku bersihkan bukan nya bersih melainkan malah belepotan kemana mana.


Tentu aksi keduanya diperhatikan oleh Angga yang sedari tadi cuma diam saja. Tentu aku salah tingkah dibuatnya, tidak tahu harus bagaimana.


Seolah Angga cuek, tapi dari tatapan agak aneh, aku bisa merasakan itu semua.


Disini aku merasa seperti pemain utamanya.


Kembali Riko dan Alex akan ngelap bibirku, kali ini aku biarkan aksi mereka berdua dari padanya aku belepotan.


Kembali kedua berseteru saling berebutan hanya untuk sekedar ngelak bibirku saja. Tentu membuatku geleng kepala.


Jantung ditanganku sudah habis, ku buat ke tempat sampah yang telah disediakan.


"Mau ku ambilkan?" tanya Alex tidak peduli dengan keadaan. Seolah cari perhatian padaku. Kadang aku kasihan pada Angga yang nampak dikacangi disini.


"Lo jangan bacot aja. Kayak gue langsung ngambilin, gitu" Riko tidak mau kalah bahkan mengambil lebih dulu tapi porsi yang di ambilkan sangat banyak.


Ku buat terheran, tidak mungkin aku makan sebanyak itu.


Seakan Riko tahu apa yang ku pikirkan hanya tersenyum tawar.


"Hmmm,,, gini ya s-sss,,, Bening, kita biar bisa makan bareng, gitu" ungkapnya dengan cengiran kuda.


"Wekkk,,,!" cibir Riko kearah Alex. Merasa menang dengan aja yang dilakukannya. Alex nampak dongkol dibuatnya. Karena kalah selangkah dengan Riko. Tentu aku hanya bisa geleng kepala dengan kelakuannya keduanya.


"Awas Lo ya Riko!" geram Alex tidak terima. Dia juga mengambil porsi yang sama seperti Riko.


Ini apa maksudnya?.


___________


Km 29/12/2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.