249. PANIK.
Bab 249. PANIK.
★★★★★
Paginya ku terbangun?
Namun, ku dapati sedang dalam pelukan hangat Alex, tentu aku tidak sadar lakukan hal itu, dan ku rasakan dibelakangku juga ada yang memelukku serta ku rasakan ada yang mengganjal. Tentu saja itu milik Riko, dan terasa agak basah basah.
Aku tidak tahu apa yang dilakukan Riko semalam sama aku. Aku hanya khusnudhon padanya. Oktomis kalau Alex jaga aku dari tindakan Riko. Toh, aku rasakan pantatku biasa saja, tidak terasa sakit , atau apalah itu. Berarti pantatku masih VIRGIN dong. He heeeyyyyy,,,
Aman!
"Hmmm" rasanya aku masih betah berada lama didada hangat Alex. Dipeluknya penuh kehangatan. Tapi, hari akan selalu berputar walaupun lambat. Ada hal yang ku sesal kenapa hari tidak berhenti dijam ini saja hingga aku bisa peluk Alex lama. Ku akui kalau aku masih plin plan dengan hatiku tidak bisa memilih di antara dua cogan yang kini sedang memelukku.
Namun ada yang lebih penting lagi, yaitu ujian jika terlambat bisa berabeh. Kalau keduanya tidak masalah. Suka suka mereka berdua. Sebenarnya tidak ada ngaruhnya buat Alex dan Riko ujian atau tidak, hanya formalitas saja. Yang bermasalah tentu diriku juga Angga serta Putri yang orang miskin, selalu jadi sasaran untuk disalahkan.
"Al bangun, Al-?" sentuhku pada pipinya. Tak ada reaksi. Kelelahan semalam juga kekenyangan. Aku pun coba bangun, pegangi dada gempalnya.
"Heesshhh,,, ahhh,,," desah nya pelan. Sempat sempat kayak gitu. Ku lihat bawah sudah tegang maksimal. Ah, mau intip dedeknya yang lagi tegang serta melengkung. Pengen pegang, elus terus emut. Lama kan gak emut punya ayang Alex. Jadinya deg degan. Kalau ayang Riko besok besok aja, kan udah lihat, kulum sampai crot juga. He he heee,,,
'Kenapa pikiranku jadi liar dan binal gini, ya?' bodi amat. Aku nya penasaran dan gak bisa di ganggu gugat.
Maka, aku ingin sat set karena waktu terus berjalan dan jika bahagia waktu berjalan sangat cepat. Maka detik selanjutnya. Sudah ku lorotnya celana setengah tiangnya. Maka memcuatlah kontol milik Alex yang bak bulan sabit.
Ku elus penuh kelembutan seperti barang antik. Lucu, imut dan menggemaskan. Ger-cep. Maka ku kocok pelan seperti yang ku lakukan semalam.
"Aaahhhh,,," desah Alex tertahan. Ku bisikan ditelinganya.
"Hush, pelan, jaga denganmu, nanti yang disampingku bangun" itupun dengan ku kulum telinganya. Syukurin, emang enak.
Alex hanya pasrah saja dapat perlakuan special dariku, ku manjakan kontolnya yang tegang di pagi hari, tentu dia tidak pernah dapat perlakuan istimewa seperti ini.
Emut,,, ah!?
"Hmm,,," gumamku tak berani umbar suara. Tapi ku kocok dulu hingga percumnya tumpah ruah, kontolnya merona dan dengan cepat aku kocok ala milikku yang cepat bikin membuncah. Tubuhnya Alex mengejan sesaat, baru lah buru buru mulutku ku sorongkan, mencaplok sampai setengahnya.
Disaat itulah, Alex sudah tidak mampu lsgi menahannya buncahan pejuhnya. Semua tumpah ruah kedalam mulutku.
Hmmmm,,, NYAMI?!
ALEX, ngos ngosan mencoba menormalkan nafasnya. Tersenyum puas. Menikmati sisa kenikmatan yang baru saja diruguknya.
Aku puas telah minum nutrisi hari ini.
Ku tengok kesamping, Riko masih pulas dalam keadaan terlentang, saat ku lihat kebawah, sama halnya. Kontolnya juga ngaceng maksimal. Sekali tepuk dua lalat kena, mungkin istilah itulah yang tepat, karena jarang aku bisa tidur bareng berdua seperti ini kan. Kapan lagi, mumpung ada kesempatan, toh keduanya tidak akan pernah keberatan jikapun ku eksekusi kontolnya.
Maka, sasaran utamaku yaitu kontolnya. Sepertinya halnya yang ku lakukan tadi sama Alex dengan kontol bulan sabitnya. Kini aku dihadapkan dengan tonggak pancang yang berdiri kokoh.
Tampak lucu berdenyut denyut menggoda juga nampak percum diatasnya, seperti tuh kontol sudah sange akut. Maka, aku pun memegangnya pelan.
"Aahhh,,," desah Riko pelan, tahu sikon. Tidak umbah suara serta gairah.
Maka saat nya mengocok ria. Ha ha haaaa....
Dada Riko sudah bergemuruh, nafasnya mulai tersendat sebesar, juga kontolnya yang ku perah dengan penuh perasaan mulai menunjukan tanda tandanya mau muncrat.
Maka untuk tampungan...
"Oughhh,,,," tubuh Riko mengejan hebat.
Maka saat mulutku ku sorongkan, mencaplok sebagian kontolnya. Maka detik selanjutnya, larva hargatpun langsung terpancar.
Hmmm,,, MANTUL?!.
HE HE HEEE.....
Ku lihat hp mereka, ternyata waktunya masih agak lama. Aku pun pergi meninggalkan keduanya yang sudah kelenger, bahkan dengan agak jail keduanya ku buat pelukan, aku ingin tahu bagaimana reaksi keduanya saat bangun nanti menyadari siapa yang dipeluk. Ha ha haaaa....
Kini, aku berada didalam tenda Angga, apa aku akan lakukan hal yang dengan yang telah ku lakukan sama Alex dan Riko.
Melihat wajah polos tanpa dosa milik Angga ada perasaan tidak tega. Kapan lagi aku punya momen seperti ini lagi. Mungkin hanya sekali seumur hidupku karena setelah ini, tidak akan bakal bisa seperti ini lagi. Momen yang sangat langka.
"Ga,,," panggilku dengan mendekat, ku coba bangunin tapi ada modus dibaliknya. Tidak juga bangun. Ku pegang dadanya bergemuruh, detak jantungnya juga agak cepat, itu nafasnya tidak normal. Seulas senyum mesum terukir. Ternyata Angga memakai celana training. Entah kapan dia gantinya, atau ketika dia masuk ke rumah. Bisa saja. Tapi aku tak memikirkan hal itu, tujuanku satu, yaitu sesuatu dibalik celananya yang sedikit menonjol. Masih segar diingatan ku kalau warna kontolnya itu coklat bersih dengan kepala warna merah maron. Dengan gagang yang pass digenggam, ingat hal itu tubuhku bergetar sendiri. Ku susupkan telapak tangan ku diperutnya rata karena warna kulit Angga bersih walaupun tidak sekinclong Alex dan Riko. Namun menimbulkan getar tersendiri buatku.
"Aachhhsss" desis Angga tertahan. Tidak hanya Angga kalau bibirku rasanya manis yang pernah mencium bibirku rasanya manis, dan bila itu dilakukan maka secara cepat mereka akan klimaks tidak butuh waktu lama ketika melakukan lumatan denganku, hingga itu seringkali terjadi.
Ku buka celana Angga, rerimbun hutan tak terurus tersentuh olehku ditambah kontol yang sudah ngaceng total. Ku elus pelan. Kembali Angga mendesah tertahan. Ku cocok pelan, air madzinya banjir, aku kira sudah keluar, persepsi ku salah. Ternyata lumatan ku membuat percumnya tak muat.
Semakin kuat lumatanku, tubuh Angga mengejan hebat, nafasnya tertahan.
Lalu,,,
Ah, ah, aaahhhh,,,
Nampak Angga ngos ngosan. Kontolnya yang ku kocok pun makin mengembung hangat. Ini tanda tanda kontolnya akan memuntahkan isinya pelernya.
Semakin intens kocokan dan detik berikutnya...
"Oughhhh,,,,, heeekkkk,,,"
Dengan cepat ke bawah, kepala kontolnya ku caplok. Dan langsung muncrat semburan larva hangatnya yang kental dan legit.
Ku kenyot kuat, dia bergidik geli geli nikmat. Ku urut untuk membersihkan isinya.
Angga nampak mengatur nafasnya sampai kembali normal.
Aku menelan pejuhnya sampai tak tersisa.
SUNGGUH NIKMAT?!.
Aku juga meredakan nafasku yang sempat tersendat...
Kembali normal dengan cepat, karena sensasi yang ku rasakan memacu anderlinku sangat cepat kini kembali biasa lagi.
Ku tutup jam celana Angga yang sempat aku lorotkan sampai setengah paha bersama cd-nya.
"Ga, bangun Ga sudah subuh, ayo bangun. Ini masih hari ujian jangan sampai telat" ku tepuk lembut wajah tegasnya karena sudah ada kumisnya yang menawan. Pun, Alex juga Riko juga kumis tipis lembut yang aduhai. Aku tidak pernah jemu untuk menatap wajah ketiganya termasuk mas Surya.
"Hmmm,,," gumamnya lirih sambil mengerjakan matanya, diucek sebentar lalu menatapku dengan tersenyum lebar.
"Mas terima kasih ya" imbuhnya. Entah untuk apa rasa terima kasih nya, atau untuk apa yang ku lakukan barusan. Bisa jadi. Aku jadi malu kikuk sendiri , terlebih dengan yang ku lakukan barusan tadi padanya.
Hanya ku anggukan kecil sebagai menerimanya, kembali Angga tersenyum lebar. Ku gelengkan kepala, ikut tersenyum kearahnya. Lucu, aku rasakan hal itu.
"Ayo Ga, bangun" seruku karena Angga masih malas malasan, walaupun matanya terbuka tapi enggan bangun. Maka yang ku lakukan selanjutnya yaitu meremas kontolnya yang masih memegang walaupun tidak sempurna.
"Oughhh,,, hesshh,,, enak mas" matanya merem melek, mendesis keenakan.
Bahk masih sempat ku masukan kedalamnya tanpa ragu lagi. Bahkan Angga biasa saja.
"Hmmmm,,, mas,,," rengek Angga malah naik lagi gairahnya. Akibat sentuhan tanganku.
"Sudah lah Ga, ayo bangun, mandi sholat,,," ingatku dengan cemberut.
"Iya mas. Aku bangun, itunya lepas, aku nanti tambah sange minta lagi gimana?"
"Terserah Lho. Aku gak peduli. Cepat bangun nanti kesiangan malah terlambat. Hari ini ujian" ingatku.
"Iya, aku ingat hari ini ujian. Ini aku bangun " dengan agak malas bangun dengan wajah masam.
"Eh, eh,,, aku cipok tahu rasa, biar ngecrot lagi"
"Apa Riko dan Alex sudah bangun?"
"Tuh, masih molor. Dibanguni kayak kamu. Sulitnya minta ampun. Udah aku mau banguni mereka dulu. Beresi tendanya sekalian, kasihan bibi jika harus beresin tenda. "Yaudah aku tinggal" pungkasku pergi dari tendanya. Diluar masih gelap karena subuh.
Sampai aku didepan tenda keduanya sedang asik molor, tentunya mereka berdua sedang berpelukan satu sama lain. Aku tidak tahu bagaimana reaksinya jika saat bangun dalam keadaan pelukan. Tentu akan perang dunia ketiga! Ha ha haaaaa,,,,
Satu...
Dua,,,
Tiga,,,,
"Bangun, kebakaran! Kebakaran! Kebakaran!" teriaku kencang dari luar tenda. Tentu aku ngintip dari luar tenda. Tentu hal itu bagai prahara yang melanda. Seketika keduanya kaget dan shock setengah mati ketika suara teriakanku membangunkan keduanya. Seketika keduanya pun saling saling melotot, sitegang.
Dan mendapati saling berpelukan dalam susunan dingin saat subuh menjelang...
"Bangsat Lo Alex!
"Keparat Lo Riko!"
Teriak kedua hampir berbarengan melontarkan hujatan.
Melepaskan pelukan masing masing dengan muka yang sulit di artikan.
"DASAR LO HOMO YA RIKO!"
"LO YANG BANCI ALEX!"
Umpat keduanya...
"Cuuiiiihhhhh,,,!"
"Cuiiiihhhhhh,,,!"
Keduanya sama sama meludah jijik karena telah saling mendapati berpelukan.
Sungguh ekspresi yang tak bisa ku mengerti.
Kamera....!?
Akan aku jadikan momen ini paling berkesan.
Cekrek!
Ku bidik kan kameraku kearah keduanya yang ekspresinya sangatlah berbeda.
"BENINGGGGGG,,,,!?" teriak keduanya berbarengan.
"Apa ,,,?" jawabku santai, karena kepala ku masih didalam tenda lihat adegan aksi keduanya.
"KITA PERKOSA LO BERSAMA SAMA!!!" geram keduanya menatapku dengan tatapan MESUM.
Aku bergidik ngeri!???.
KABOOORRRRRRRR.....
_____________
Jm 30/12/2022
Komentar
Posting Komentar