254. Katakan degan jujur.

 Bab 254. Katakan degan jujur.


★★★★★★


Pov Riko.


-----------


Setelah pertengkaran ku dengan Alex berakhir kulihat Bening menaiki mobil milik Alex dan mereka pun melaju di atas jalanan aspal, aku di belakangnya mengikuti mereka walaupun aku tahu, aku begitu menyayangi Bening hingga sampai saat ini, namun entah mengapa segala apa yang kulakukan, akan tetapi Bening seolah tidak mengerti akan perasaanku.


Begitupun kali ini aku melakukan hal ini hanya demi orang yang sangat aku sayangi dan aku tidak mungkin munafik dengan hatiku kalau aku juga cinta sama dia. Entah sampai kapan aku harus menunggu supaya Bening bisa mengerti dan menerima aku, mengerti tentang perasaanku, menerima keadaanku?.


Bahkan semua telah aku korbankan untuknya apapun kulakukan.


Sampai di perempatan jalan masih kulihat mobil yang ditumpangi oleh Bening, aku pun membelok karena aku harus menuju ke rumah Bi Ros untuk menanyai dia mengenai foto yang dikirimkan oleh nomor yang tidak dikenal di aplikasi hijau milik Latifah.


Akhirnya aku sampai ke rumahnya,  keadaan rumahnya masih lengang namun aku tahu kalau bi Ros ada di dalam rumah mungkin sedang beberes.


Ku ketuk pintu rumahnya yang nampak tertutup  rapat aku teringat akan pesan bening kalau orang muslim itu jika bertamu ke rumah orang lain terlebih itu agamanya sama maka harus mengucapkan salam maka hal itu aku lakukan.


"Assalamualaikum Bi Ros,,," panggilku dari luar karena rumahnya nampak sepi. Aku tahu jika Angga juga Putri belum pulang mereka pasti akan lama mengerjakan pelajaran hari ini karena agak sulit mungkin juga mereka kesulitan.


"Waalaikumsalam!" jawab bi Ros dari dalam dengan tergopoh. Karena mendengar panggilan suaraku pasti tentunya tidak akan asing buat dia sebagai pembantuku yang sudah lama bekerja di rumahku sudah tahunan. Tentu virus akan sangat hafal dan mengalami suaraku.


Kulihat wajahmu Ros nampak biasa aku tahu kalau dia sedang menutupi sesuatu karena tadi sempat melihat  wajahnya nampak memucat, namun setelah itu dia nampak tenang kembali. Bahkan tersenyum dengan ramah.


"Eh, den Riko?! ada apa Den, kok tumben datang kemari lagi?" Tanya bi Ros padaku. Kelihatan heran dengan kehadiranku di rumahnya tentu akan jadi tanda  besar bagi bi Ros.


Aku ikut menimpali senyumnya, senyum seorang ibu yang ramah, tentu hal itu karena aku sebagai anak majikannya.


"Ini Bi, aku ada sesuatu hal sedikit yang penting yang ingin kutanyakan pada bibi ku harap bibi bisa menjawabnya?" Tanya aku dengan senyum ramah karena aku tak ingin membuat bibi jadi salah tingkah. bagaimanapun juga aku menghormati bi Eos sebagai orang tua yang harus aku hormati. Bagaimanapun juga bi Ros itu aku anggap sebagai orang tuaku. Karena telah lama bekerja di keluargaku.


"Tentang apa den Riko, bila Bibi bisa menjawabnya pasti akan bibi Jawab" senyum bibi, kini nampak berubah. Yang tadinya sumbernya gini di keningnya nampak setitik keringat. Tidak menarik kemungkinan bahwa pipi menyembunyikan sesuatu hal karena aku bisa merasakan hal itu.


"Jadi gini bi,  tadi ada temanku yang memberitahu memperlihatkan sebuah gambar dan gambar itu diperlihatkannya kepada Bening hingga membuat Bening menjadi sedih. aku ingin tahu kebenarannya dari Bibi karena tidak mungkin Bibi tidak mengetahui hal itu karena gambar itu dikirim dari aplikasi hijau oleh nomor yang tidak dikenal dan dikirim kepada temanku bernama Latifah kemudian Latifah memberitahu Bening. Katakan apa bi, apa bibi di balik semua ini?" Desakku, karena aku ingin secepatnya selesai.


"Bukan hanya aku saja yang nantinya malu bi,  jika sampai gambar itu tersebar ke mana-mana, terlebih di sosmed maka gambar itu akan cepat tersebar luas, pasti bibi tahu dan mengerti akan hal itu. Katakan bi, apa yang melakukannya?" desakku lagi karena bibi kelihatan agak kebingungan untuk menjawabnya.


Muka bibi berubah, matanya memerah, akhirnya menangis tersedu sedu.


"Maafkan bibi den Riko. Bibi tidak menyangka jika kejadian nya akan seperti itu. Bibi salah den, maafkan bibi den, bibi salah" ungkap  bi Ros bertele tele belum menjelaskan seutuhnya. Terlebih tentang kejadiannya.


"Bibi tahu apa yang telah bibi lakukan itu bisa mencoreng nama baikku, juga Alex termasuk Bening ponakan bibi. Aku bisa tuntut bibi dan memenjarakan bibi kalau aku mau!" Aku sudah emosi dibuatnya. Maka hal yang bisa ku lakukan mengancamnya tegas.


"Ibu,,, ibu,,, " teriak seorang gadis saat masuk kedalam. Aku masih berdiri didepan bibi belum sempat duduk karena aku ingin tahu kejelasannya.


"Ada apa ini,,,?" ucap Putri kaget, melihatku terlebih aku sedang mengitrograsinya. Pasti Putri mendengarnya saat aku sebut kata penjara.


"M- maafkan bibi den?" Isak bibi dengan tubuh terguncang. Terlebih lagi dengan apa yang dialaminya selama ini pasti membuat tekanan dihatinya. Terlebih lagi dengar akan ancamanku tentu makin menambah shock.


"Katakan bi!" Seruku tak bisa ku bendung.


Putri memeluk ibunya ikut menangis. Mungkin baru mengerti titik masalahnya. Karena aku bentak serta ancam terus bi Ros.


"Riko, ada apa ini sebenarnya?" tanya Angga masih berdiri didekatku.


"Tanya sama ibu mu, jangan sama aku!" balasku cuek pada Angga. Aku tahu kalau dia juga suka Bening kakak sepupunya yang dipanggilnya mas. Muka muka muna. Liriknya pada Angga yang prihatin lihat keadaan ibunya, terlebih lagi masalah masalah yang menimpa mereka selama ini, makin membuat beban. Salah siapa, bikin ulah. Sudah miskin berulah. Ah, jika Bening tahu, aku menghina keluarganya maka dia akan semakin membenciku. Aku tidak mau hal itu terjadi. Aku tidak akan lakukan hal itu, aku akan jaga hal itu.


"Bu, ada apa sebenarnya? Kenapa ibu menangis? Tadi juga aku dengar ibu akan dipenj-,,," tentu Angga tidak mampu melanjutkan. Sangat miris keadaannya. Namun apa boleh buat, mereka berbuat harus bertanggung jawab. Tidak bisa tidak. Kalau tidak mengakuinya siap siap ku penjarakan mereka. Atas tuduhan mencemarkan  nama baik.


"Put, apa yang terjadi Out, katakan?" Angga nampak gusar karena ibu dan adiknya tidak ada yang mau ngaku.


"Kau tahu apa yang dilakukan mereka, Ga? Salah satu dari mereka telah memfoto kita bertiga serta disebarkan di sosmed. Kau tahu apa hukumannya jika mencemarkan nama baik kan Ga? PENJARA!" bentakku.


"Apa den Riko. Mereka akan a- den penjarakan. Ya Alloh, jangan den Riko, paman mohon?" Paman Syarif yang baru saja datang meraung sedih, serta bercucuran air mata saat aku sebut kata penjara.


Tidak dapat dipungkiri jika itu suatu pukulan yang sangat berat bagi mereka sekeluarga, itu setimpal buat perbuatan mereka yang telah merusak nama baikku.


"Apa yang telah kalian lakukan pada den Riko? Katakan, bu- ne, Putri,,, apa ?" seru paman Syarif tak bisa membendung air matanya walaupun tidak ada menangis. Tapi kesedihan tentulah sangat dalam. Terlebih masalah masalah yang mendera selama ini.


"Ini semua,,, hiks, hiks, hiks,,," bibi langsung terdiam.


"Maafkan aku den Riko. Aku yang salah ayah. Ini ku lakukan karena aku benci dengan mas Bening-"


"Salah Bening sama kamu apa? Selama ini Bening tidak pernah mengusikmu!" seruku.  "Bahkan selalu membantumu, bahkan selalu mengalah. Namun kau malah menjahatinya"


"Aku juga mencintai Alex!" teriak Putri histeris.


"Nak, apa yang kamu katakan. Alex itu tidak baik buat kamu, ya Alloh, nak" ulas bibi tak percaya dengan pernyataan Putri.


"Aku tidak peduli bu. Alex harus aku dapatkan" seru Putri bersikukuh. "Aku sangat mencintai nya!" Imbuhnya masih menangis sesenggukan.


"Sampai kau lakukan hal bodoh itu. Selain kau mempermalukan Bening, juga mempermalukan aku juga Alex. Alex pasti sangat membencimu terlebih jika foto itu sampai menyebar luar di sosmed. Kau paham itu Put?!" bentakku lagi dengan mata menajam kearahnya.


"Asal perlu kau ketahui, Alex itu cuma memanfaatkan mu saja. Jika dia sudah dapat apa yang dia mau. Maka kau akan di campakkan! Kau tahu itu" seru u coba peringat Putri. Kini, nampak berpikir.


"Kau tahu Revika kelas dua belas a, dia bahkan lebih cantik dari mu, tajir, kau tahu nasib nya sekarang seperti apa? Dia telah dicampakkan oleh Alex setelah didapat yang diinginkan. Kau mau nasibmu sama seperti Revika. Mau. Kau tidak akan peduli lagi"


"Tapi,,, tapi Alex bilang dia juga cinta sama aku,,,"


"Ha ha haaa,,, itu cuma rayuan gombalnya. Kau percaya gadis BODOH!"


"Astaga Put, mas Bening sudah memperingatimu, juga aku, tapi apa yang terjadi, kita celaka karena tidak mempercayainya. Kini kamu membuat ulah. Alex itu, banjingan dia seorang bajingan. Maniak wanita"


"Mas Angga sendiri apa? Mas juga pernah kencan dengan Raya"


"Diam kau Put!?" Geram Angga.


"Diam, diam!" Bentak paman. "Kalau kalian tidak bisa di atur kalian silahkan pergi dari rumah ini. Biar kalian jadi gelandangan!" Paman benar benar meluap emosinya.


"Ya nak, kamu seorang cewek, kamu tidak perlu merendahkan harga dirimu nak. Kamu bisa cari cowok yang lebih baik dari Alex. Masih banyak cowok baik yang bisa kau dapatkan Put" pungkas Bi Ros berurai air mata yang terus mengalir tiada henti.


"Dengar baik baik, jika masalah ini berlanjut, maka aku akan membawa perkara ini ke ranah hukum. Ingat itu. Jadi bersihkan nama kita, hapus foto itu. Dan aku pastikan, ALEX pasti akan membencimu Putri!" Seruku padanya.


Mata Putri membulat tak terima dengan pernyataanku. Dia tidak mungkin berani melawanku, kalau dia lakukan tentu akan tahu konsekuensinya.


Putri langsung memeluk bi Ros. Aku pun berlalu pamitan tak lupa ku berikan salam sebelum meninggalkan rumah keluarga  paman Syarif.


Ternyata, pokok dari masalah Putri CEMBURU, dia mencintai Alex...


---------------


Ku naiki mobil milikku untuk menuju kerumahku rasanya aku sudah tak sampai ingin cepat cepat sampai.


Maka dengan agak percepat laju mobilku, ku jalankan mobil dengan kecepatan sedang, karena butuh berapa menit untuk sampai karena harus mutar untuk sampai.


Rasanya aku sudah lega sudah tahu siapa pelakunya. Ternyata Putri serta bibi juga mengetahuinya. Walaupun kelihatan nya bibi juga tidak setuju apa yang lakukan putrinya. Tentu lah bibi akan jadi takut jika nanti balik bekerja hari Senin depan, atau mungkin hari Minggu pagi. Tapi tujuan paman Syarif pulang tadi buat apa?.


Pertanyaan muncul dipikiranku.


Namun hal yang membuatku kaget melihat Alex dan Bening hampir dekat dengan rumahku.


"Apa,,,?"


Aku melihat Alex mendekap  Bening begitu mesra...


Pov Riko end!


___________


Sb 31/12/2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.