269. Sosoknya.

 Bab 269. Sosoknya.


★★★★


Pov Author


----------


Buat yang kangen dengan sosok Kharisma Setiaji berkulit exotis yang mampu membuat dan yang membayangkan langsung klepek klepek akan pesona juga kharisma yang dimilikinya.


-----------


Banyuwangi tepatnya dikecamat Tegaldlimo...


Nama Alas Purwo sendiri memiliki arti hutan pertama atau hutan tertua di Pulau Jawa. Istilah Purwo dalam Bahasa Jawa berarti kawitan atau permulaan, sehingga Alas Purwo berarti hutan pertama atau hutan tertua di Pulau Jawa. Alas Purwo dipandanga sebagai situs penciptaan pertama di bumi, tanah awal mula. Bagi masyarakat Banyuwangi, tempat ini dikenal sangat angker dan dikeramatkan. Penduduk sekitar percaya di Alas Purwo terdapat istana jin yang menjadi tempat bagi seluruh jin yang ada di Pulau Jawa berkumpul. Warga sekitar sering melihat penampakan-penampakan makhluk halus. Hal ini diperkuat dengan kondisi alam setempat yang berupa hutan yang masih perawan, banyaknya gua, dan terdapat sejumlah situs-situs yang seringkali dijadikan tempat pelaksanaan beragam ritual kepercayaan dan keagamaan. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari legenda bahwa Alas Purwo merupakan tempat terakhir dari pelarian rakyat Majapahit dari desakan penyebaran Agama Islam pada masanya.


Setiap tahun ratusan bahkan ribuan umat Hindu dari Bali dan Banyuwangi mengunjungi sebuah pura yang terletak di tengah Alas Purwo. Sedangkan setiap tanggal 1 Suro dan saat bulan purnama, banyak warga yang datang ke Alas Purwo untuk bersemedi, mencari wangsit atau sekadar lelaku gaib. Sehingga banyak yang meyakini, Alas Purwo adalah tempat yang paling angker di Pulau Jawa.


Untuk mencapai Taman Nasional Alas Purwo, yaitu bisa memilih rute Banyuwangi kota menuju ke Kecamatan Rogojampi-Srono-Muncar-Tegaldlimo. Dari Tegaldlimo sekitar 10 km melalui jalan makadam, Anda akan menemukan Pos Rawabendo, yang merupakan gerbang utama Taman Nasional Alas Purwo.


--------


Setelah mengalami nasib naas karena pertarungannya dengan simbah kakung bernama Setiaji Mukti (baca kisahnya "bab 80 ' Musnahnya kitab ilmu penjerat mimpi & bab 81 ' Kematian kakek'). Akibat pukulan dari Bening, Kharisma mengalami hampir kehilangan nyawanya kalau saja tidak dapat pertolongan dari ibunya, bernama Sarinah Mukti.


Pada suatu kesempatan, Bening yang merasa prihatin dengan keadaan kharisma mendatanginya di alam mimpi serta menyembuhkannya. Hingga kini keadaan nya sudah normal, seperti semula. Hanya saja sebagian kemampuannya telah sirna. Itu karena ulah Bening, memberi pelajaran padanya.


Andai Kharisma tidak melakukan kesalahan yang amat FATAL, tentu Bening tidak akan pernah membencinya seumur hidupnya. Maka, pada kesempatan yang ada Kharisma ingin kembali lagi ke Sumatera Selatan lagi, meminta maaf, memperbaiki kesalahannya. Apa pun resikonya nanti, pasti akan ditanggung nya. Satu hal lagi yang membuatnya tidak percaya jika tidak mendengarnya sendiri jika ibunya punya rencana yang sangat mengejutkan.


"Ki Ageng Madyo Santoso, kasihan sekali kamu, dilehermu telah terpasang jerat pengikat jiwa. Hanya sang pemilik yang dapat menghilangkan nya, sampai kapanpun pengaruh gelang pengikat jiwa tidak pernah musnah sebelum yang mpu-nya mati. Namun, hal itu sangat mustahil, karena yang ku tahu, bagi siapa saja yang  memiliki ilmu penjerat mimpi itu akan ABADI!" bener Sarinah Mukti ibu dari Kharisma.


"Tapi nyai, apa tidak ada caranya, tolonglah nyai. Anda sebagai guruku pasti punya solusinya, aku jauh jauh datang kesini, hanya untuk ini. Aku tidak bisa bebas jika masih ada ini dileherku"


'Apa? Jadi laki laki yang bernama Ki Ageng Madyo Santoso itu muridnya ibuku' batinnya berkata sambil memperhatikan dari tempat persembunyiannya karena mendengarnya juga tidak sengaja.


"Mas Ganjar punya solusinya untuk itu Ki Ageng! Tapi, tidak murah, selain maharnya cukup mahal Ki Ageng harus melakukan sesuatu hal. Tapi sangat beresiko sekali. Tapi jika Ki Ageng kerjanya bagus, saya yakin Bening tidak akan tahu. Tenang, Ki Ageng tidak perlu takut ketahuan karena saya akan dukung sepenuhnya untuk urusan Ki Ageng supaya lancar"


"Bagaimana caranya Nyai? Aku ingin bebas dari belenggu ini. Aku tidak bebas sama sekali, aku merasa hidupku penuh ancaman"


"Tenang Ki Ageng. Satu hal untuk itu, yaitu MENNYEGEL kemampuan yang dimiliki oleh Bening. Itu jalan satu satunya yang bisa Ki Ageng lakukan. Selama ilmu penjerat mimpi disegel Bening ataupun siapa saja yang memiliki ilmu tersebut tidak akan berdaya"


"Caranya bagaimana nyai?"


"Ki Ageng sendiri yang harus pikirkan jalannya, karena itu kerajaanmu Ki Ageng, saya sendiri belum bisa kemana mana, karena saya juga dalam ancaman maut, begitupun mas Ganjar suamiku, kita berdua harus melakukan meditasi di alas ALAS PURWO selama 40 hari 40 malam. Mas kasih ramuannya, juga beritahu cara menyegel ilmu milik si Bening" titah Sarinah Mukti pada suaminya Ganjar.


Ganjar pun merogoh sakunya dan ada sebotol kecil dari sakunya, didalamnya ada cairan berwarna kuning pekat kemerahan, tapi dominan kuning keemasan.


"Ki Ageng, itu ramuan penyegel ilmu penjerat mimpi, saya tidak tahu sampai berapa lama ramuan itu bertahan karena saya belum pernah mencobanya, tapi menurut dari WANGSIT yang saya dapat bisa bertahan sampai enam bulan lamanya. Dan itu satu satunya ramuan yang pernah saya buat, karena ramuan itu membutuhkan waktu 15 tahun untuk membuatnya"


Begitu berat hanya untuk membuat ramuan penyegel dari ilmu penjerat mimpi. Namun, Ki Ganjar dan nyai Sarinah Mukti rela untuk membuatnya serta bertapa di Alas Purwo bertahun tahun serta menetap disana. Walaupun mereka memiliki rumah di desa Tegaldlimo.


"Setelah itu apa yang terjadi Ki Ganjar?"


"Yang terpenting, sekarang kamu lakukan tugasmu, yaitu bisa memasukan ramuan itu ketubuh Bening, bagaimana pun caranya, lakukan dengan sebaik baik nya, jangan sampai gagal. Aku tunggu hasilnya dari kamu Ki Ageng. Aku tidak mau mendengar kata gagal darimu. Jika hal itu terjadi, maka taruhannya NYAWA-mu. Kau mengerti Ki Ageng!"


"Iya Nyai Sarinah Mukti, aku paham. Aku akan melaksanakan tugasku dengan sebaik baiknya. Terima kasih nyai Sarinah, Ki Ganjar!"


"Iya Ki Ageng, laksanakan tugasmu dengan sebaik baiknya" titah Ki Ganjar.


"Saya tunggu hingga satu bulan lagi Ki Ageng, ku tunggu hasilnya dari kamu. Jangan sampai gagal. Kau tahu jika sampai gagal bukan. Taruhannya nyawamu! Bening akan membunuhmu, atau kalau tidak aku yang akan melenyapkan nyawamu. Ingat itu!"


"Iya, iya Nyai, akan aku laksanakan tugasku dengan sebaik baiknya" tubuh Ki Ageng sampai mengigil ketakutan mendengar ancaman Sarinah Mukti yang ternyata gurunya.


"Bagus, bagus Ki Ageng. Pergilah,,,! Tapi tunggu dulu,,," Sarinah Mukti menghentikan Ki Ageng akan undur diri setelah tadi menjura hormat pada keduanya. Setelah menaruh ramuan penyegel disakunya yang didapat dari gurunya.


"Iya nyai, ada apa?" Ki Ageng tetap menunduk hormat pada keduanya.


"Mas beri dia sesuatu, supaya Bening tidak tahu bahwa yang melakukannya adalah Ki Ageng. Bisa saja hal tidak diinginkan terjadi setelah ramuan itu masuk ketubuhnya"


"Iya,,," angguk Ganjar patuh pada perintah istrinya.


"Ki Ageng pejamkan matamu, tubuhmu akan terlindungi, dan Bening tidak akan pernah mencurigaimu" setelah itu Ki ganjate mendekat lalu menempelkan telapak tangan kanannya diubun ubun Ki Ageng. Maka, detik selanjutnya tubuh Ki Ageng bergetar sangat hebat, dan itu berlangsung cukup lama hingga tubuh keduanya keringat. Nafas Ki Ganjar tampak menderu, matanya kini mulai terbuka dengan nafas yang mulai teratur.


"Ki Ageng buka  matamu. Kamu sudah siap! Sekarang pulanglah, laksanakan perintah kami" titah Ki Ganjar tersenyum penuh arti begitu pun Nyai Sarinah Mukti. Melepas kepergian Ki Ageng melaksanakan perintahnya.


"Ha ha haaaaa,,,,!"


Keduanya lalu tertawa puas penuh kemenangan.


"TINGGAL SELANGKAH LAGI MAS GANJAR!"  Nyai Sarinah Mukti nampak mengepal tangannya.


"Ha ha haaaaa,,,,!"


_____________


Km 12/01/2023.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.