272. Rumah ramai cowok.

 Bab 272. Rumah ramai cowok.


★★★★★★


Pikiranku langsung tertuju...?


Namun tak sampai, dengan kata kata simbah putri, tentang mas mas yang disebut.


"Dek,,,!" Ada dua panggilan dengan suara khasnya. Aku sangat familiar dengarnya. Kedua suaranya tidak asing ditelingaku.


Simbah putri sudah melepaskan pelukannya,,,


Kaget!


"Hah,,, mas Surya, mas Kharisma" dua pria tampan dan gagah dalam balutan kaos putih serta celana jeans biru begitu . Mataku tertumbuk pada dua sosok yang berdiri gagah, tak lepas menatapnya. Kagum dengan dua sosoknya yang kini berdiri dibelakang simbah putri dengan senyum khasnya.


Aku tidak tahu bagaimana ekspresi Riko, Alex dan Angga, terutama melihat mas Surya. Kalau mas Kharisma yang kenal cuma Riko.


"Dek,,,, aku kangen" tidak ada persetujuan, mas Kharisma langsung memeluknya begitu erat.


Tentu berpasang pasang menatap kearah kami.


Aku tidak peduli, dengan mas Kharisma cuek dengan keadaan.


Ada tak sepatah kata, yang ada kebisuan serta deru nafas yang penuh haru.


"Mamas kangen kamu Dek,,," ucapnya lirih berbisik. Aku tidak dapat berkata kata. Ku coba untuk menahan air mataku yang menggenang karena rasa haru yang membuncah didada. Namun, aku tak sanggup untuk terus menahannya.


"Mas,,," hanya desahan lirih sebagai jawabannya. Satu persatu air mataku jatuh dibahu kokohnya. Hingga aku sesenggukan menahan isak.


"Dek, maaf mamas, mamas sangat merasa bersalah. Andai waktu bisa ku putar kembali maka aku tidak ingin melakukan kesalahan yang ku lakukan. Maafkan aku dek" mas Kharisma mengeratkan pelukannya. Perlahan kini melepasnya. Beban dihatinya berkurang  Kini saling tatap mata kami. Ku takup wajahnya sampai tak sadar ku anggukan kepalaku. Sebagai tanda aku telah memaafkan walaupun itu sudah berlalu.


"Iya mas, aku memaafkanmu. Jangan ulangi kesalahan yang sama, atau aku tidak pernah memaafkanmu seumur hidupku" lirihku kembali. Dia memelukku erat, beberapa saat lama sambil usap pipinya yang basah.


"Dek,,," lirih mas Surya mengharu biru tak bisa menyembunyikan perasaannya. Entah mengapa semua ini bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan di satu tempat sama dikediaman simbah putri.


Perasaanku, sebenarnya sudah tidak respek lagi, mengingat kalau mas Surya punya hubungan dengan Cindy. Ku yakin kalau Riko tahu, hanya saja milih diam. Kalau Alex apakah tahu, aku sendiri kurang paham, tapi ku yakin kalau Alex tidak tahu menahu soal hubungan mas Surya dengan Cindy, begitu Angga juga mas Kharisma. Tapi, cepat atau lambat jika mas Surya masih berhubungan dengan Cindy semua bakal tahu dan terbongkar.  Entah, apa nantinya aku bisa memaafkan serta menerima mas Surya. Yany jadi pertanyaan dipikiran ku yaitu mengenai mas Surya yang datang kesini, bertujuan untuk apa? Simbah putri begitu terkesan bahagia melihatnya.


"Dek Ma" sebut mas Surya pada mas Kharisma. Punya maksud tujuan apa?. Mas Surya dengan tatapan ragu, seolah meminta ijin. Ku kedipkan mata kalau memberi ijin padanya. Mas Surya mengerti aku memberinya ijin. "Dek Bening, ma-maafkan aku"


Itulah bedanya mas Surya dengan mas Kharisma....


Masih banyak pikiranku berkecamuk. Walaupun aku hanya menduga duga kalau mas Surya dan mas Kharisma ada hubungan saudara. Akan ku tanyakan nanti dengan yang berhubungan bisa bareng bareng kesini, ataupun pada simbah putri saja.


Mas Surya memeluk hangat seakan menumpahkan segala perasaannya selama ini. Karena aku tidak peduli lagi padanya.


Hanya ku balas dengan setengah hati. Karena aku masih bisa nerima dengan rasa ikhlas. Ku rasakan pelukan mas Surya begitu erat dan hangat.


Setelah itu melepaskan pelukanya disertai dengan senyum yang dipaksakan, aku tahu kalau mas Surya tidak enak serta merasa dengan apa tadi ku lakukan.


Suasana kangenan yang mengharu biru. Sopir travelnya sibuk menurun barang bawaan kami yang begitu banyak berada diteras rumah.


Hanya para ibu ibu dan anak anak yang masih riuh dihalaman karena rumah simbah kini sangat ramai, ramai karena adanya cowok cowok ganteng dari kota. Tentu akan jadi sorotan rumah simbah putri.


Simbah putri terlihat begitu ceria dan  bahagia dengan senyum lebar. Tak ku saksikan simbah putri tersenyum sumringah seperti yang beliau  rasakan saat ini.


"Kemana Ferdy Mbah?" Tanyaku pada beliau karena tidak melihat batang hidungnya.


"Tadi ada Le, cah bagus. Tapi Ndak tahu kemana  sekarang?" simbah putri jadi bingung lalu tengah tengok mencarinya, tidak kelihatan.


"O,,,?" Aku hanya mengangguk saja dengan penjelasan simbah putri. Tentu ada rasa kangen tersendiri dilubuk hatiku. Namun, aku menahannya untuk sementara waktu. Sampai nanti bisa melihatnya. Walaupun rasa didada hampir membuncah seperti bom waktu yang setiap saat bisa saja meledak.   Ku tahan untuk sementara.


Surprise nya itu untuk teman temanku dari Riko satu kardus besar berisi hp baru dengan ram 8gb. Tentu mereka semua akan senang dengan surprise yang nantinya akan dikasih. Tak terbayang bagaimana perasaan nya dapat pemberian berupa hp baru, nantinya.


Rasanya aku ingin istirahat merebahkan tubuhku yang rasanya cukup lelah selama dalam perjalanan yang cukup panjang. Walaupun naik pesawat serta travel cepat sampai tujuan. Tetap rasa di badan pegal pegal, biasanya kalau bermanja sama simbah putri maka akan di pijat sampai tubuh ku segar kembali.


Namun, saat ini tidak dulu. Tapi, aku juga harus membagi oleh oleh buat tetangga sekitaran karena mereka pasti pada nungguin hal itu. Kasihan kan kalau tidak kasih oleh oleh.


Maka dengan rasa lelah ditubuh, aku pun duduk dikursi yang ada diteras rumah sambil menyaksikan para ibu ibu juga anak anak serta para lagi selfi Selfi sama Riko, Alex maupun Angga yang masih mudah. Kalau mas Kharisma dan mas Surya walaupun ganteng dan gagah terlihat sudah dewasa, mungkin hal itu yang menyebabkan jadi sungkan.


Setelah ngobrol dengan para tetangga simbah putri mendatangiku.


"Mbah putri?" Aku harus untuk bertanya mengenai mas Surya karena sangat penasaran.


"Iya Le, cah bagus kamu mau apa?" Balas simbah putri tahu tentang apa yang akan tanyakan. Sekilas ku tatap mas Surya yang berdiri dekat mas Kharisma melihat kehebohan yang terjadi.


"Simbah putri kenal mas Surya?" tanyaku dengan rasa ragu. Simbah putri hanya tersenyum, mengangguk lalu menjelaskan.


"Iya Le, cah bagus. Simbah tahu kalau Surya itu anak pertama dari Sarinah Mukti serta Ganjar. Keadaan mereka baik baik saja di Jawa menurut Kharisma. "Jadi Surya itu masih mamasmu karena anak bude sama pakde mu" pungkas simbah putri terharu diiringi senyum bahagia. Kebahagiaan yang tak terlukiskan selama ini, orang orang yang sangat dirindukan oleh simbah putri.


Aku hanya bisa terdiam mendengar cerita simbah putri mengenai perihal keluarga pakde Ganjar, sebagai bagian dari keluargaku karena aku sendiri belum begitu jelas melihat wajah bude dan pakde ku. Sekali pun hanya samar samar ku lihat karena aku seringkali bertemu dalam mimpi. Tapi di alam nyata aku sama sekali belum pernah ketemu. Di dunia mimpi aku telah melukai mereka berdua karena telah melampaui batas.


"Apa simbah putri, jadi pak Surya itu masih cucu simbah putri ya,,,,,?"


___________


Mg 15/01/2023.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.