273. Status diketahui.
Bab 273. Status diketahui.
★★★★★★
Kini semua terdiam saling pandang. Tidak tahu siapa yang harus menjelaskannya.
Aku sendiripun tidak tahu atau pun kurang jelas mengenai silsilah keluargaku terlebih dari bude Sarinah. Karena dulu yang cerita itu simbah kakung. Ingat simbah kakung rasanya aku kangen pada beliau yang kini telah tinggal di dunia mimpi. Hingga aku menyebabkan ku mengingat kejadian masa lalu hal itu membuat ku sedih serta ingat tentang mas Kharisma yang dulu sangat ku benci namun kini telah ku maafkan dengan syarat. Setidaknya aku bisa tenang dengan syarat yang ku berikan serta mas Kharisma pun menyetujuinya.
"Iya cah bagus dewe"
"Bagaimana ceritanya Mbah putri?" desak Riko pemasaran. Simbah putri hanya menggeleng pelan. Belum mau menjelaskannya, sepertinya sikonnya kurang tepat.
Aku saja penasaran pasti yang lain pun sama seperti Alex dan Angga.
"Kapan kapan simbah ceritakan. Sekarang masih repot. Simbah juga baru kembali kesini lagi?" Jelas beliau, ada rona serta senyum bahagia tersirat. Entah apa maksud dari ucapannya.
"Maksud simbah putri?" aku dan Riko hampir berbarengan bertanya mengenai apa yang dikatakan oleh simbah putri. Karena selama ini aku jarang sekali menghubungi beliau.
"Le, cah bagus" simbah putri mendekatiku mengelus rambutku dengan lembut.
"Kamu tidak bisa menggunakan ilmu yang kamu miliki"
"Da- dari mana simbah putri tahu semua itu" kembali simbah putri tidak menjelaskan padahal rasa penasaran ku cukup tinggi. Darimana beliau tahu soal itu.
"Simbah kakung yang bilang" terang beliau singkat.
"Simbah kakung. Bu-bukankah simbah kakung telah muksa Mbah putri? Dan kini tinggal di dunia mimpi" jawab Riko tentu masih dengan rasa penasaran sepertinya hal diriku. Terlebih lagi mas Kharisma ikutan nimbrung. Begitu pun mas Surya juga yang lain ikut mendengarkan cerita simbah putri. Sekalipun Riko tidak tahu kebenarannya hanya dari cerita saja, terlebih sosok simbah kakung tidak ada, tentu hal itu jadi pertanyaan.
"Ceritanya panjang cah bagus dewe" senyum simbah putri ramah pada Riko dari dulu sampai sekarang simbah putri begitu menyayangi Riko seperti cucunya sendiri. Riko hanya mesam mesem sedari tadi dapat sanjungan dari simbah putri. Tentu saja aku gak terima sebagai cucu kandung, seperti pilih kasih, walaupun tetap simbah putri itu menomor satu kan aku. Sebagai cucu kesayangannya di bandingkan cucu cucu yang lainnya.
"Ayolah simbah putri, cerita sedikit saja" Riko setengah memaksa beliau. Simbah putri tidak dapat mengelak lagi.
"Baiklah. Singkat saja" simbah putri melihat kearah mas Kharisma karena ku tahu beliau belum begitu bisa untuk memaafkan mas Kharisma sebagai penyebab utamanya. Tidak seorang pun mengetahui hal itu kecuali aku, simbah putri, dan tentunya mas Kharisma sendiri serta tentu nya bude Sarinah Mukti yang ikut andil dalam penyerangan simbah kakung di alam mimpi.
Kami sama sama mendengarkan cerita beliau dengan seksama perihal kisah nya.
"Sebenar setelah kembalinya cah bagus Bening ke Jakarta, karena sudah 40 hari simbah muksa kedunia mimpi, aku pergi ke alam mimpi karena aku tahu gerbang dunia mimpi, karena aku punya jalan masuk kesana?"
"Maksud simbah putri PORTAL dunia mimpi untuk sampai ke alam mimpi buat menemui simbah kakung?"
"Iya cah bagus dewe, iya bener. Tapi, yang simbah tahu pintu masuknya berupa gerbang. Simbah putri tinggal disana bersama simbah kakung. Simbah kakung juga mendesak untuk aku supaya cepat cepat pergi dari sana karena waktunya sangat mendesak. Jika tidak, maka aku akan selamanya terkunci di dunia mimpi, tidak bisa kembali lagi ke alam manusia, yaitu dunia nyata ini. Kata simbah kakung, cucunya akan berkunjung kerumah. Simbah kakung juga mengantarkan ku sampai di pintu gerbang keluar. Sempat aku mengajak simbah kakung tapi, kata simbah kakung belum saat ini karena simbah kakung harus bertapa supaya bisa kembali lagi kesini, di dunia nyata" terang simbah putri. Semuanya yang mendengar kisah beliau terharu sampai meneteskan air mata. Simbah putri tak bisa membendung tangisnya. Terlebih untuk perpisahan kedua kalinya. Tentu hal itu sangat lah buat beliau berpisah dengan simbah kakung orang yang sangat dicintainya.
Jadi benar, jika orang orang yang memiliki ilmu penjerat mimpi itu hidupnya bakal abadi, dan nantinya akan tinggal didunia mimpi, seperti halnya ibu dan ayahku. Dan juga aku. Itulah sebabnya bude Sarinah Mukti begitu menginginkan kitab ilmu penjerat mimpi supaya bisa hidup abadi, tapi simbah kakung tidak mengijinkannya bahkan tidak memberikan kitab tersebut pada bude Sarinah Mukti karena bude Sarinah Mukti sangat jahat juga ambisius. Itulah alasan kenapa simbah kakung tidak mengajarinya ilmu penjerat mimpi, hanya pada ayah dan ibuku saja. Tapi ternyata simbah putri juga menguasai ilmu yang jadi rebutan itu. Namun tidak banyak orang yang mengetahui akan hal itu.
"Sekarang kalian tahu. Rumah ini yang ngurus Ferdy karena tinggal disini dengan teman temannya. Karena selama aku pergi berpesan pada Ferdy supaya menjaga rumah ini dengan baik baik" tambah beliau, sambil menyusut air matanya. Tegarkan hatinya yang kini kembali rapuh.
"Alhamdulillah, berarti simbah kakung suatu saat nanti pasti kembali lagi berkumpul bersama kita lagi simbah putri" ulasku dengan senyum kebahagiaan.
"Iya Le cah bagus, pasti, tapi untuk saat ini simbah kakung belum" kembali Ki peluk simbah putri hingga kembali beliau nangis lagi. Walaupun saat ini simbah kakung belum bisa berkumpul tapi setidaknya berita baik ini akan ku sampaikan ke orang tuaku nanti setelah aku kembali lagi ke jakarta. Mudah mudahan.
"Kalian cucu cucuku semua" hingga kami semua memeluk tubuh simbah putri yang mungil sedangkan kami para cowok tubuhnya gede gede serta gagah dan macho, berkumis lagi walaupun kumis yang tubuh tipis, itulah pesona yang dimiliki kami para cowok ganteng. Setelah itu kamipun melepaskan pelukan kami, rasa bahagia begitu membuncah. Aku tidak merasakan hal sebahagia saat ini. Bersama sama seperti ini sungguh sangat membahagiakan. Entah hal apa yang jadi penyebabnya?. Terlebih berkumpul dalam satu rumah. Belum juga masuk masih berada diteras rumah karena bertemu serta berkangen kangenan ria, sambil ngobrol santai didepan teras bersama para tentangga yang caper pada cowok ganteng dari kota.
"Oiya, siapa nama kamu cah bagus. Simbah putri baru kali ini melihat kamu?" tanya beliau ke Alex, dengan rasa penasaran.
"Perkenalkaan namaku ALEX PUTRA PERDANA simbah putri. Aku temanya Bening. Kebetulan kami satu kelas, dan ehmm,,, pak Surya guru kami disekolah permata bangsa sebagai guru olah raga" jelas Alex bangga.
Simbah putri menatap mas Surya dengan rasa bangga ternyata mereka semua yang ada disini muridnya, termasuk aku. He he heee.....
"Oh, jadi kamu murid dari cucuku Surya. Dan ini adiknya, namanya Kharisma. Kalian berkenalan geh" titah beliau. Tentu saja, Alex dan Angga berkenalan dengan mas Kharisma yang punya karisma tersendiri dimataku dibandingkan dengan yang lain. Terus terang, kalau aku boleh memilih aku lebih suka dan akan memilih mas Kharisma sebagai pasanganku, karena sikapnya dewasa serta tidak plin plan seperti hal yang lainnya. Mas Kharisma juga tidak pernah main perempuan masih murni. Tidak seperti yang lainnya yang suka main sama cewek. Terlebih Alex yang suka merawani anak orang kini malah ikutan kesini bersama Angga. Kalau Angga wajar ini dulu tanah kelahirannya tentu ada rasa kangen disini.
"Bening,,," dari dalam rumah terdengar ada yang memanggilku.
Semuanya menengok kearah sumber suara....
______________
Mg 15/01/2023.
Komentar
Posting Komentar