274. Sambutan meriah.
Bab 274. Sambutan meriah.
★★★★★★
"Ferdy,,," teriakku campur aduk. Menghambur kearahnya. Memeluknya didepan orang orang yang ada dirumah ini.
Ferdy hanya diam membisu. Namun, aku tahu kalau dia juga sedih dalam diamnya.
Pelukan Ferdy begitu erat, serta hangat, menyalurkan perasaan yang selama ini terpendam. Cukup lama dia tidak bertemu, hanya terkadang aku chat dia. Karena aku sibuk untuk belajar juga masalah yang menderaku selama ini. Bahkan sampai aku lupa dengan keadaan. Orang tuaku sudah tidak ku kenali lagi. Atau jangan jangan otak kedua tuaku telah dicuci oleh keluarga Sanjaya? Ah, kenapa aku baru kepikiran sekarang?. Ibu maupun ayah bahkan nolak saat aku ajak pulkam padahal jikapun mau kerjaan itu banyak, contoh nya keluarga Alex juga mau nerima kedua nya jika dikeluarga Sanjaya memecatnya, tapi ayah dan ibu memilih untuk tetap.
Hingga aku putuskan untuk pulkam. Rencana ku gagal, semua malah ikut kesini. Keadaan rumah tambah ramai.
"Ak-aku kangen kamu Bening,,," ucap Ferdy lirih, tubuhnya terguncang. Aku tahu kalau dia sedang menahan sesak didadanya selama ini. Kini ia tumpahkan hingga menjadi plong. Kenapa semua orang yang memelukku pasti mengatakan KANGEN sama aku, tanpa terkecuali. Manusiawi yang namanya kangen, mungkin dalam artian biasa bukan dengan hati yang dalam karena suatu perasaan, seperti CINTA.
"Iya aku juga KANGEN sama kamu" balasku berbisik. Tidak mau membuatnya kecewa karena selama ini banyak berkorban sama keluargaku terlebih selama simbah putri tidak ada, Ferdy lah yang mengurus rumah ini.
Hingga akhirnya pelukannya pun mengendur. Ku lihat matanya merah, habis menangis karena terlalu lama tidak bertemu denganmu hingga rasa rindunya terlalu dalam. Aku tidak tahu kabarnya Latifah yang dulu aku minta memacari Ferdy, apakah Ferdy sudah jadian dan kini jadi pacarnya atau memilih untuk JOMBLO sepertinya hal diriku.
"Sekarang kamu lebih bersih"
"Kamu juga makin ganteng dan gagah" balasku cepat.
Ferdy hanya tersenyum simpul terlebih lagi melihat kehadiran Riko, Angga serta Alex. Ferdy sudah kenal dengan Riko tapi tidak dengan Alex dan Angga. Ferdy hanya mengernyitkan dahinya.
"Wah Riko kamu makin ganteng aja bro" sanjung Ferdy tersenyum lebar sambil merangkul Riko bersahabat.
"Kamu juga bro Ferdy. Kau terlihat gagah dan keren-an sekarang. Tubuhmu makin kekar gede, gitu. Pasti kamu kerja keras ya" puji Riko mereka berangkulan, sudah lama tidak ketemu.
"Biasalah bro, namanya juga anak kampung, kerjaan pasti kasar, kesawah dan keladang, nyambit rumput. Kau pasti tahu hal itu karena pernah tinggal disini" balasnya santai seperti sahabat lama.
"Kamu bawa teman dua bro" tanya Ferdy lagi.
"Oiya, mereka maksa buat ikut kesini. Kalau yang itu, masih saudaranya Bening, namanya Angga, kalau yang itu Alex, keduanya satu sekolah sama aku" tunjuk Riko sembari menjelaskan.
"Jadi Angga itu masih saudaraan. Aku juga kayak pernah lihat, tapi aku agak lupa. Dulu pernah kenal namanya Angga tapi masih kecil, sekarang sudah besar" sejenak Ferdy memperhatikan. Angga nampak mendekati Ferdy sepertinya mengingat sesuatu.
"Kamu,,," Angga seperti mengingat ingat sesuatu. "Yah, kamu kayak Fer,,, dy,,,?" ulasnya dengan senyum ramah.
"Kamu Ang,,, ga kan,,, ya Alloh, Angga, kamu sudah gede seperti ini. Kulit kamu juga bersih gak kayak dulu, item"
"Ah, bisa aja kamu Fer, aku ngerasa gak ada yang berubah. Hanya saja aku agak lupa"
"Kamu sih, gak pernah main kesini semenjak kamu ke Jakarta. Kamu sombong sekarang"
"Bukan gitu Fer, belum ada kesempatan buat kesini. Baru kali ini aku ada kesempatan, karena liburannya panjang"
"Ya gak apa apa, aku senang bisa melihatmu lagi. Kamu kelas berapa?"
"Kelas XII. Kamu masih sekolah kan Fer?"
"Masih lah, aku juga mau jadi orang sukses kayak kamu Ga"
"Ah, kamu bisa aja Fer"
"Aku ingin kamu nanti cerita sama aku, gimana? Kamu harus nginap dirumahku"
"Sip, oke. Nanti malam aku nginap kerumahmu"
"Kamu gak ajak aku bro" sela Riko.
"Sekalian aja bro, kamu nginap kerumahku sekalian Mabar. Sudah lama kita gak Mabar. Gimana?"
"Pasti seru bro" Riko tersenyum lebar. Jadi mereka berdua akan nginap dirumah Ferdy. Berarti dirumah tinggal aku, mas Surya, mas Kharisma dan Alex. Karena Alex lah yang belum mengenal lingkungan sekitar sini juga mas Surya kalau mas Kharisma sudah biasa.
"Aku ada oleh oleh buat kamu juga teman teman yang lainnya, panggil teman teman yang lain nanti malam disini, baru nanti baru kerumah kamu bro, gimana?"
"Beneran bro. Terima kasih ya. Sip, pasti nanti aku suruh datang kesini"
"Jangan lupa sekalian sama cewek ceweknya ya, ini surprise dari aku"
"Apaan bro? Kayaknya sangat penting"
"Ada-lah bro. Kalau dikasih tahu bukan surprise namanya"
"Ya udah, aku mau kebelakang dulu mau memberi makan sapi sapi dulu" pamit Ferdy pamit, sekilas melihat kearahku.
Simbah putri sedang ngobrol dengan Angga, Alex, mas Surya dan mas Kharisma.
Aku duduk santai, dibale bale didepan rumah menikmati keramaian yang ada. Sambil membuka kardus berisi oleh oleh karena akan dibagikan ke para tentang terdekat juga datang untuk dibawa pulang, sedangkan yang dibawa oleh Riko dibawa masuk ada dua kardus besar besar. Aku tidak tahu apa isinya. Namun, yang pasti itu seperti permintaanku.
Ferdy pergi kebelakang untuk memberikan maka sapi dikandang, simbah masih sibuk ngobrol ngobrol dengan Angga, mas Surya dan mas Kharisma. Dihalaman para ibu ibu juga anak anak masih asik ngrumpi juga keasikan GIBAH. Tak lepas lepasnya mereka selalu memperhatikan para cogan dengan rasa kagum melihat ketampanan mereka hingga buat SALTING mereka.
Riko dan Alex masih asik ngelayani para ibu ibu, anak anak juga para cewek yang kini bertambah, berita kedatangan cogan dirumah Simbah putri jadi trading topik. Sepertinya Alex ingin gabung dengan Riko, kelihatan lebih seru. Buktinya makin banyak yang berdatangan hanya ingin melihat ataupun berkenalan terlebih lagi dulu Riko pernah nyebar uang ratusan ribu begitu banyak. Tentu mereka saat ini sangat berharap akan hal itu terjadi lagi. Alex juga nampak bersemangat, seperti belum merasakan hal seperti ini. Karena orang orang kampung, rata rata mereka ramah ramah.
"Rik,,, Rikooo,,," teriakku memanggilku. Tidak mungkin jika Riko tidak membawa uang, dia pasti melakukan hal apapun untuk membuatnya tenar. Apapun untuk terkenal.
"Ada apa memanggil Say, he he heee,,," dia nyengir. Aku melotot dengan slengekannya yang tidak kenal waktu dan tempat dikira ini kamar pribadinya, jika yang lain dengar pasti akan terjadi masalah. Kalau Alex sudah biasa, mas Surya, mas Kharisma belum pernah dengar.
"Hushhh, kamu sembrono!" Seru ku memperingatinya.
"Iya maaf. Ada apa memanggilku?" dia mengendikkan bahunya.
"Sini,,," aku menyuruh nya untuk mendesak lalu ku bisikan padanya.
Riko hanya mengangguk lalu tersenyum penuh arti. Seperti nya setuju dengan rencana. "Siipppp" dia membuat tanda OK, dibarengi senyum lebar.
Setelah menatapku penuh arti kemudian maju...
Aku tahu apa yang akan dilakukannya? Pasti akan ada kehebohan yang dilakukan oleh Riko.
"Semua yang hadir disini, aku akan bagi bagi rejeki buat kalian. Walaupun tidak banyak tapi semoga kalian puas. Tapi sebelum meninggalkan tempat ini, kalian ambil hadiah yang telah disiapkan oleh untuk kalian bawa pulang untuk oleh oleh kalian. Bagaimana, kalian senang?"
"Yaaa,,,," teriak mereka serentak. Sambil tepuk tangan dengan meriah.
"Tolong berdiri dengan rapi,,, SIAP!"
"SIAAAPPPPP,,,," jawab mereka serentak. Mulai berbaris tanpa komando. Yang anak anak kecil didepan yang lainnya dibelakang, begitu riuh. Aku melihatnya dengan tawa sambil geleng kepala.
Semua berkumpul didepan menyaksikan apa yang bakal terjadi selanjutnya. Sementara para tetangga didepan menunggu dengan tidak sabaran serta sangat antusias.
"SIAAAPPP,,,!" teriak Riko lagi sambil merogoh sakunya. Terlihat semua mata melihat dengan hati berdebar.
DUARRRRRRRR,,,,,????!
_________________
Sn 16/01/2023.
Komentar
Posting Komentar