307. S2, Bagi-bagi.

 307, S2: Bagi-bagi.

★★★★★


Malam telah menyelimuti jagad Raya, bintang bintang bertaburan dilangit malam, ditemani dengan bulan purnama yang bersinar keperakan hingga suasana. 


Semua persiapan buat acara mangga diluar rumah, di pelataran yang luas. 


Lampu dipasang di tiap sudut hingga suasana makin semarak. Terang. Seakan ada hajatan. Namun, itu bukanlah hajatan melainkan sedang kumpul kumpul para muda mudi atas undangan Riko. 


Tentu hal itu banyak mengundang penasaran serta keingintahuan tetangga sekitar. 


Siapa yang tak tergiur akan dapat hadiah, dari Riko itu secara cuma cuma. 


Bahkan Riko juga berencana akan bagi bagi sembako ke tetangga sekitar lusa. Bukankah hebat, luar biasa. Tentu hal itu hal biasa dan sangat mudah bagi, mengingat orang tua nya kaya raya tentu bukan lah hal sulit. 


Pemanggang juga sudah dipersiapkan, ada daging ayam dan sapi buat  barbeque serta minuman softdrink serta camilan begitu banyak. 


Malam ini akan benar benar happy happy Riko dan juga yang lainnya, bahkan memasang beberapa tenda diluar seperti acara mau kemah. 


Dan itu memang Riko persiapkan beberapa hari yang lalu karena bawaannya begitu banyak sekali. Berkardus kardus itu besar besar. 


Tentu saja suasana sangat meriah. 


Bahkan sebagian besar warga pada nonton, ikut menyaksikan acara yang Riko buat. Begitu sangat meriahnya, hingga warga sangat antusias. 


Tentu saja yang dapat undangan wajahnya sangar sumringah dan bahagia, sudah makan enak, gratis, makanan seperti makanan restoran, siapa yang tidak mau.


"Ih, den Riko itu udah tajir melintir, ganteng, perfect, dan gak pelit pulak. Aku mau jadi gebetannya. Kalau udah punya pacar, aku mau jadi pacar keduanya atau ketiganya, atau pacar bayangan nya juga gak apa apa dech" celetuk salah satu dari para gadis yang berkumpul.


"Huhuuuuhhhh,,,!" para cowoknya langsung bersorak. 


Riko yang mendengar hal itu hanya tersenyum cool tanpa membalasnya. 


Tentu saja Riko seperti seorang pangeran malam ini begitu gagah dan tampan, sangat perfect sekali. 


Pun dengan Alex juga sama penampilannya, banyak mata para gadis yang tergiur, tergoda melihatnya. Namun, sikap keduanya hanya cuek cuek saja padahal gadis gadis itu ingin sekedar disapa sudah senang dan histeris. 


Keduanya seolah jadi primadona para gadis malam hari ini. 


Tentu warga yang nonton dilarang untuk memasuki area halaman karena itu khusus untuk muda mudi teman Riko yang di undang. 


Acara mangga pun dimulai, ada bakar daging, jagung, dan lain lain. 


Mereka tertawa, tersenyum, bercanda, bahagia. Ekspresi mereka terlihat bahagia. 


Simbah putri juga ikut didalamnya sekedar bantu bantu. 


Mas Kharisma, mas Surya dan Angga pun juga membatu, kalau aku biasa saja, walaupun juga ikut nimbrung bareng mereka, juga ngobrol sana sini. 


Namun, aku jarang ngobrol dengan, baik Riko atau pun Alex juga Ferdy. 


Ferdy kelihatan sering cari perhatian dengan Latifah, padahal Latifah ke ganjenan sama Riko atau pun Alex juga para cewek yang lainnya, mereka seolah cari perhatian supaya salah satu dari Riko dan Alex mau ngobrol dengan mereka. 


Tentu saja melihat hal itu membuatku hanya senyum senyum saja. 


"Dasar cewek ganjen, kegatelan" sungutku. Melihat para pada ke gatelan. Caper. Dan bikin muak. Tapi, bagaimanapun mereka adalah teman dan sahabatku.


Manusiawi jika mereka punya perasaan suka terlebih lagi pada lawan jenis sekalipun Riko tampak tebar pesona ataupun Alex yang kelihatan cuek namun tetap saja matanya jelatan lirik cewek-cewek yang malam ini terlihat cantik dan menarik. Entah mereka memakai apa karena mereka seperti makeover penampilannya. 


Aku yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala walaupun dari mereka juga banyak yang aku namun ketika tak dapat mereka berpapasan dengan pandanganku aku hanya tersenyum padanya.


Sudah satu jam setengah, acara mangga selesai, semua pada kumpul.


Riko menyampaikan sesuatu hal dan semuanya langsung bersorak Sorai, riuh sekali. Antusias. Ramai sekali. 


"Riko"


"Riko"


"Riko"


"Huhuuu,,,"


"Rikooooo...."


Teriak teriak mereka yang hadir. 


Para warga juga ikut bersorak. 


Akhirnya acara makan makan pun mulai. 


Sebagian juga dibagikan kepada yang hadir karena manggangnya cukup banyak. 


Belum lagi softdrinknya juga cukup banyak, makan sambil minum, mereka duduk duduk menikmati makanan dan minuman yang tersedia. 


Wajah bahagia terlihat jelas dari mereka yang ada disitu. 


Aku memilih banyak diam serta memperhatikan. 


Semoga nanti malam tidak turun hujan, kalau tidak semua akan kacau dan berantakan. 


Setelah dua jam berlalu, acara makan, minum usai. Kini tiba saatnya acara yang telah ditunggu mereka yang hadir. 


Para warga, tetangga masih ada yang bertahan, mereka juga sangat antusias melihat acara yang belum tentu akan terjadi nantinya. Karena ini adalah satu kesempatan, kesempatan yang pernah ada. Dan tidak akan pernah terulang lagi. 


"Dengar semuanya, ini acara yang kalian tunggu tunggu karena aku akan bagi bagi hadiah yaitu berupa handphone baru dengan ram 8gb"


"Hu, huuuuuuuuhh,,,,,!" Suara mereka langsung riuh, tepuk tangan. 


"Dapat handphone baru, huuuhhh,,,"


"Alhamdulillah, jarang jarang dikasih hp gratisan"


"Gak bayar"


"Benar tuh"


"Gak kebayang, aku"


Semuanya sudah tersenyum bahagia. 


"Terima kasih Riko, mau memberi hp baru buat kita kita" ujar Ferdy sebagai tanda terima kasih.


Riko tersenyum sambil anggukan kepalanya. 


"Kalian pasti tahu disana yang tertutup kain hitam, kalian maju dari persatu, cowok cewek bergiliran ambil hpnya" kata Riko.


Ceweknya langsung histeris mendengar hal itu. Gak kebayang. Mimpi apa mereka semalam. 


"Tunggu,,," kataku menghentikan aksi mereka yang mulai berbaris. 


"Rik, seharusnya kamu yang bagi bagi, bukan ambil sendiri sendiri" jelasku, karena tidak enak saja. Terlebih itu barang sangat berharga, bukan sembarangan. 


"Betul Riko, nanti aku bantu, juga mas Surya dan Angga" kata mas Kharisma supaya cepat selesai karena ada 20 yang akan dikasih oleh Riko. 


"Hmm,,, baiklah" sejenak Riko berpikir. Menerima saranku juga mas Kharisma. 


"Ga, kamu ikut bantu ya" ucapku pada Angga yang terdiam saja dari tadi usai makan dan minum, tampak santai. 


Angga hanya mengangguk saja, setuju. Lalu, berdiri ikut membantu.


Jadi, yang membagikan hpnya, aku, mas Kharisma, mas Surya, Angga dan Alex.


Mereka yang mau dibagi bagi mulai maju teratur, dan hp baru mulai dibagikan.


Tentu saja saat penutup kain hitam dibuka, semua bersorak gembira lagi dengan antusias. 


Satu persatu hp pun dibagikan dengan Mereka yang hadir secara merata dapat satu satu.


Wajah langsung sumringah. Bahagia. Mendapatkan hp baru, dengan spek dewa teranyar yang mempuni. 


"Yeeeyyyy,,,"


"Horeee...."


"Huhuuuuuu,,,"


Setelah sesi pembagian hp telah berakhir. 


Handphone masih ada tersisa, entah berapa di meja. 


Karena semua diterbagi serta dapat bagian masing masing. 


"Rik, Angga dikasih karena hpnya kurang bagus" ucap Alex yang selama tidak melihat Angga maen hp. Karena aku tahu kalau hpnya itu kurang bagus. 


Aku saja yang dikasih A-phone saja, belum aku pake karena aku punya dan beli hp sendiri. 


Walaupun Riko juga terlihat melihat kearahku, sepertinya mau memberiku hp, tapi aku memilih diam. 


Tentu saja, hpku, mas Kharisma juga mas Surya hp nya bagus bagus. 


"Riko, bagi bagikan saja ke para warga yang memang benar benar membutuhkan" saran Alex pada akhirnya karena Riko sedikit bingung. 


"Dari kalian siapa yang benar benar membutuhkan. Coba beri tahu padaku, kalian pilih saja" ucap Riko pada para teman teman yang sudah dapat hp. Karena tersisa sepuluh unit. 


Tadi Angga sudah diberi itu pun berkat saran dari Alex juga. 


Maka, mereka pun memilih siapa yang benar benar tidak punya hp, itu yang memilih teman temanku. 


Walaupun sebagian harus ada yang kecewa karena hal itu, tapi setidaknya Riko bersikap adil untuk membagikan hp pada mereka yang benar benar membutuhkannya. 


"Bapak, ibu, saudara sekalian, besok saya akan bagi bagi sembako ke warga sekitar, jadi saya harap kalian besok bisa hadir dalam acara pembagian sembako. Untuk pak RT mohon kerja sama atas pembagian sembako besok"


Acara pun setelah itu berakhir....


Setelah dapat apresiasi bagus dari warga yang hadir. Dan para tetangga. 


Setelah itu, para warga pun pada bubar dan pulang kerumahnya masing masing dengan berbagai perasaan. Tentu berbeda beda. 


"Alhamdulillah,,," ucap ku. 


(Km 8/6/2023).



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.