308. S2. Masalah Tidur.
308, S2. Masalah Tidur.
★★★★★
Malam semakin larut, perasaan bahagia pun kini menyelimuti mereka yang telah dapat hp baru gratis.
Para cowoknya masih berada diluar sedang berkumpul, ngobrol bareng, ngobrol asik.
Aku memilih bersama dengan mas Kharisma saja, Angga dan mas Surya juga Alex.
Riko nimbrung dengan yang lainya, yaitu Ferdy, Gimen, Tono dan lainnya.
Sesekali Riko menatap ku, pun Ferdy juga yang lain.
Tapi mereka tidak ada yang membicarakan ku, memilih untuk diam hanya sesekali memandang kearahku.
Mana aku peduli mereka, aku cuek saja, lagian mereka sudah happy dengan dunia mereka masing masing.
"Riko, jangan begadang terlalu malam, jaga kesehatanmu, karena kamu baru sembuh" ujar mas Kharisma tentu masih didengar Riko dengan baik.
Aku telah memberi isyarat pada mas Kharisma supaya memperingati Riko akan kesehatan, terlebih baru saja sembuh. Jadi kalau tidur jangan terlalu larut larut.
"Iya mas, sebentar lagi" jawab Riko seperti tidak enak dapat teguran dari mas Kharisma.
Simbah putri sudah tidur sedari tadi karena kecapean nungguin Riko di Puskesmas.
"Tuh denger, jangan sok kuat, yang repot juga kita kita" sahutku cepat, tentu aku sindir supaya Riko merasa. Kalau tidak hatinya terbuat dari batu.
"Iya, bawel banget. Aku ngerti" sepertinya Riko tidak terima. Karena yang lainnya belum ada yang tidur didalam tenda.
"Kamu mau tidur ditenda atau di kamar dek?" Tanya mas Kharisma.
Tentu aku bingung buat menjawab.
Namun, tekadku sudah bulat, lebih baik tidur dikamar bareng mas Kharisma saja.
"Entah lah mas?" balasku bingung. Namun, aku harus ambil keputusan. Tentu yang lainnya dengar hal itu. Terlebih ada tenda yang lainnya.
"Mas sendiri mau tidur dimana?" Tanyaku balik. Tidak enak juga bila ada teman dan sahabatku lagi berkumpul dan mau nginap disini. Apa kata mereka nantinya jika aku sendiri tidak tidur ditenda, sementara harus enak enakan tidur kamar dan itu bersama...
Mas Kharisma bingung juga, aku tahu dia merasa tidak enak dengan yang lainnya.
"Ning tidur sini aja bareng bareng, seru lho. Kamu dulu sering kan tidur bareng, sekarang agak sombong" celetuk Gimen.
"Iya nih, kamu dulu sering nginap dirumah Ferdy, tapi sekarang kok gak pernah. Ada apa sama kamu?" kata Tono.
Hal itu membuatku membeku atas pernyataan mereka.
Mereka tidak tahu kalau aku dan Ferdy sedang ada masalah. Jika mereka tahu tentu tidak akan bertanya seperti itu.
Sikap Ferdy sudah berubah drastis, laki laki yang tidak punya pendirian. Walaupun aku akui aku juga tidak punya, tapi setidak dia jangan seperti itu. Itulah yang membuatku tidak suka.
"Ning, kenapa kok diam. Kamu mau tidur disini gak?" Kata Supriyanto.
"Iya, sekali kali lah, besok besok kamu kan balik ke Jakarta. Belum tentu akan ada acara kumpul kumpul, dan tidur bareng kayak gini lagi" timpal Dimas.
"Benar tuh. Aku, eh kita kita juga kangen sama kamu lho Ning, kayak dulu" celetuk Dirga.
"Asik lho ada kamu Ning, rame gitu" tambah Sugeng.
"Iya, asik ada kamu, kita bisa happy happy" imbuh Agus Maksum.
"Maka dari itu kamu tidur bareng kami. Please Ning, ya" mohon Tarmuji.
"Iya, sekali kali gitu lah. Malam ini aja" ulas Nur Yanto.
Lengkap sudah mereka mengintrogasi ku buat tidur disini. Aku makin merasa tidak enak, mereka seakan tahu apa yang terjadi padaku.
Kini tatapanku mengarah pada mas Kharisma, tentu aku meminta ijin lewat tatapan mata.
Ku lihat mas Kharisma berkedip tanda itu setuju, terserah aku mau tidur disini atau tidak.
Ke desahkan nafas pelan...
",,, Baiklah, aku tidur disini. Tapi bareng siapa?" kataku bertanya harus tidur bareng siapa nantinya.
Senyum langsung mengembang dari wajah teman temanku. Aku tidak mengartikan arti senyum mereka seolah penuh misteri.
Ferdy yang sedari tadi cuma diam saja, tapi hal itu tidak diperhatikan oleh mereka yang tadi komen.
Pun, Riko dan Alex juga jarang ngomong. Lagi sariawan, mungkin. Malah mereka sering memperhatikan ku.
Kalau mas kharisma terserah aku, bagaimana aku ambil keputusan.
"Yee,,, gitu dong. Aku seneng kamu mau tidur bareng. Udah kangen lho aku tidur bareng sama kamu Ning" ujar Gimen dengan senyum mengembang.
"Enak aja, aku juga kangen tahu Gim, bukan kamu aja" sahut Tono.
"Alah, kirain kalian aja. Aku juga tahu, kangen" kata Supri.
"Sama" ucap Dimas.
"Kirain kamu aja, aku juga kangen" Sugeng, dan Agus hampir bareng.
"Kita juga,,," itu Nur dan Tarmuji.
"Sudah sudah. Biar Bening aja yang pilih mau tidur bareng siapa. Mau tidur aja ribet banget. Kayak mau ada lomba pemilihan" seru Alex. Menyahut. Karena semuanya pada memperebutkan diriku. Berasa kayak dilombakan. Jadi, siapa pemenangnya.
Mas Surya dan Angga lagi asik ngobrol pun sampai terhenti karena keramaian yang terjadi.
Aku tidak habis pikir, hanya karena sepele, masalah tidur saja sampai ribut ribut seperti itu.
Mas Kharisma hanya geleng kepala lemah. Senyum penuh arti. Heran dengan kejadian barusan. Padahal cuma urusan tidur sampai berebut. Mana suruh memilih.
Boleh jujur, aku lebih suka tidur bareng mas Kharisma yang kalem lagi lembut, juga pengertian. Selalu bisa menikmati kebersamaan tidur bareng. Selalu ada keindahan saat bersama. Tidak pernah ada cekcok walaupun dulu di awal pernah ada masalah besar. Dan itu sudah berlalu, aku berusaha melupakan.
Mas Kharisma sudah meminta maaf akan hal itu, atas semua kesalahan yang telah diperbuatnya di masalalu.
Sekalipun kesalahannya teramat besar, namun dari sikapnya yang ditunjukannya sekarang membuatku perlahan lahan bisa memaafkan kesalahannya besarnya, yang amat FATAL.
Berbeda dengan Ferdy, Riko dan Alex mereka tidak seperti mas Kharisma yang mau mengakui kesalahannya, bahkan meminta maaf, bersikap serta bertindak jika kesalahannya ingin dimaafkan. Tapi mereka itu tidak melakukan hal itu.
Hal itulah yang membuatku kesal pada mereka sampai saat ini. Dasar tidak punya pendirian. Egois. Makanya aku lebih banyak diamnya.
"Terserah, siapa dari kalian yang mau tidur bareng" ujarnya lirih. Karena tidak ada pilihan lain. Dari pada di komplain terus. Lebih baik aku ikuti mereka saja. Dari pada terus didesak, nanti ujung ujungnya disalahkan juga. Aku merasa tidak tidak enak, terus dipojokan.
Toch, mereka semua teman sekaligus para sahabatku waktu dari Sd sampai SMA hingga aku pindah sekolah. Tapi mereka tetap setia, toleransi dan masih baik padaku. Tidak membeda beda, bahkan jarang ada masalah yang terjadi. Masalah yang timbul pun hampir tak pernah. Karena mereka pengertian.
Namun, akhir akhir ini salah satu dari mereka mulai berubah, dan itu karena cinta. Urusan cinta semua jadi kacau bahkan berantakan. Yang aku singgung disini Ferdy. Sekalipun yang lainnya agak segan dengan sikap Ferdy. Tapi mereka masih baik serta menerima Ferdy apa adanya. Sekalipun terkadang merasa jengkel juga dengan sikap Ferdy yang tidak konsisten.
"Ning, kamu mau tidur ditenda yang mana?" kata Gimen bertanya. Sepertinya sangat penasaran.
Mereka rata rata masih memainkan hp baru mereka. Asik berselancar didunia maya.
"Yang tengah saja, deh" jawabku sekenanya. Dari pada nanti yang lain juga bertanya maka langsung aku jawab supaya tidak tanya tanya lagi.
Terserah, nantinya aku mau tidur di tenda yang mana, itu terserah aku.
He he he .....
(Sb 10/6/2023)
Teman- teman Bening:
1. Ferdy alamsyah
2. Dimas anggara
3. Gimen
4. Tono Al aska
5. Dirga Gilang
6. Supriyanto
7. Sugeng
8. Agus Maksum
9. Nur yanto
10. Tarmuji
11. Latifah nur khasanah (cewek dikampung, anak pak Sarjio dan bu Tumini)
Komentar
Posting Komentar