311, S2. Rasa Bersalah.
311, S2. Rasa Bersalah.
★★★★★
POV Riko
----------
Seandainya jika waktu bisa diputar ulang.
Tidak, tidak, semua itu hanya anganku saja.
Ada rasa penyesalan dalam jiwa, ku rasakan saat ini.
Apa aku terlalu bodoh untuk berkorban sebesar ini pada Bening.
Atau memang ini KARMA yang harus aku terima dari apa yang telah ku perbuat selama ini pada Bening.
Sekalipun aku telah banyak berkorban untuknya selama ini, ku akui kalau terlalu besar punya kesalahan padanya.
Itu semua ku lakukan karena aku sangat mencintainya.
Sekali pun aku melakukan apa pun yang namanya cinta dipaksa, maka hal itu tidak akan baik pada akhirnya.
Selama ini aku merasa sangat bersalah, karena itu semua keegoisanku, terlalu sayang pada Bening yang begitu berlebihan menjadikan aku terobsesi padanya. Hingga apapun ku lakukan supaya Bening tidak bisa berpaling pada siapapun. Hanya milikku seutuhnya. Ternyata yang ku lakukan satu kesalahan besar.
Bukan hanya itu saja, aku andil besar dengan semua yang terjadi pada Bening, termasuk mensegel kemampuannya. Itu atas kerja sama dengan Ki Ageng Madyo Santoso yaitu dukun yang sangat terkenal di sosmed. Tapi pada akhirnya ia harus berhadapan dengan Bening dan berakhir sangat tragis. Bahkan sampai saat ini Ki Ageng terkena jerat dilehernya dan tidak bisa lepas.
Jika sampai Bening tahu bahkan Ki Ageng ikut andil dalam kejadian yang dialaminya, aku yakin Ki Ageng tidak akan pernah di maafkan, bahkan akan dilenyapkannya.
Aku sendiri juga merasakan sendiri, bahkan aku tidak bisa berbuat apa apa. Melawan pun juga percuma. Karena disekap di alam mimpi. Bahkan, bisa mati tanpa bisa terdeteksi. Bukankah hal itu cukup mengerikan. Membunuh tanpa ada yang tahu KEMATIAN yang di alami tanpa ada yang tahu penyebabnya.
Tentu hal itu yang jadi incaran buat mereka yang menginginkan ilmu penjerat mimpi jika ingin berbuat kejahatan.
Tentu siapa saja pasti menginginkan hal itu. Dan bisa menguasai dunia ini. Berkuasa dan ditakuti oleh seluruh manusia dimuka bumi. Ha ha haaa....
Ternyata guru dari Ki Ageng itu, orang tuanya mas Surya sekaligus mas Kharisma. Aku sendiri tidak menyangka semua terjadi dan mengalir begitu saja. Sekalipun aku belum pernah bertemu langsung dengan kedua orang itu sebagai guru spiritual dari Ki Ageng, hanya melihat fotonya saja sudah cukup.
Ku yakin kalau nyai Sarinah mukti dan Ki Ganjar itu cukup mumpuni ilmunya. Tapi, entah jika menghadapi Bening, karena keduanya masih berpikir ulang jika harus menghadapi Bening, itu kabar yang ku dengar.
Begitu hebatkah ilmu Penjerat mimpi itu hingga membuat Ki Ageng tidak berani lagi berhadapan dengan Bening, sampai sampai guru Ki Ageng cari penangkalnya bahkan sampai bertapa di Alas Roban. Bahkan sampai disegel.
Penyegelan ilmu miliknya sewaktu Bening sedang koma, dan aku lah yang memerintahnya, bekerjasama dengan pihak rumah sakit untuk melakukannya. Hingga semua rencana berjalan lancar. Aku begitu jahat pada Bening, hingga Bening tidak mungkin memaafkan ku.
Karena kesalahan yang ku lakukan begitu besar, bahkan berat, keyakinanku kalau mas Kharisma itu tahu apa yang terjadi dengan Bening. Sudah menceritakan semua yang terjadi, hingga sikap Bening berubah drastis padaku.
Karena semenjak akrab dengan mas Kharisma itu sikapnya sangat berbeda sekali padaku, bahkan jaga jarak. Aku tidak tahu apa yang musti ku lakukan lagi.
Waktu awal aku datang kesini sungguh kaget melihat kehadirannya. Terlebih lagi, akhir akhir ini Bening begitu dekat dan akrab dengan mas Kharisma, selalu bersama bahkan hal itu membuatku CEMBURU.
Aku sudah tidak bisa merebut hati Bening lagi, yang bisa ku lakukan hanya membuat simbah putri simpati pada ku, menyayangiku seperti cucu kandungnya, itu sudah lebih dari cukup.
Bahkan aku, seakan tidak diberi kesempatan untuk sekedar ngobrol bareng, bersama dengan Bening. Bahkan menghindariku. Aku bisa rasakan hal itu.
Sepertinya Bening juga ada masalah dengan Alex dan Ferdy karena dia seperti enggan bicara pada mereka berdua.
Itu malah lebih baik karena aku tidak perlu lagi menyingkirkan mereka capek capek, buat rencana supaya Bening menjauhi keduanya. Itu yang ku lihat.
Aku tidak tahu, sebenarnya terjadi. Ada masalah apa antara Bening dan Alex serta Ferdy. Tidak mungkin aku bertanya dari salah satu ketiganya. Aku sendiri tidak kepoan. Tapi itu lebih baik untukku.
Hingga pada akhirnya, aku sakit disinilah aku sangat merasakan, bagaimana Bening sangat jauh berbeda, Bening begitu jauh dari ku. Tidak ada rasa perhatiannya, tidak mau menemuiku, hanya sekedarnya. Bahkan, sangat dekat dengan mas Kharisma, tapi aku bisa apa. Tidak ada yang bisa ku lakukan, selain pasrah terlebih aku sedang sakit. Ternyata sakitku TYPUS karena aku sering begadang karena seringnya aku tidak bisa tidur hingga membuatku DROP.
Mama tidak aku kabari karena aku khawatir mama maupun papa akan sangat khawatir dengan keadaanku, IMBAS-nya ke Bening dan keluarganya. Tentu mamaku tidak akan terima pada Bening jika aku sakit, karena dulu aku juga waktu itu pulang masih dalam keadaan DEMAM. Hingga sampai di Jakarta aku sudah tidak kuat lagi.
Selama di klinik milik bidan Nuryanti Edi, simbah putri yang menungguiku siang malam bahkan nonstop 24 jam. Kasihan juga aku melihatnya, tapi mau bagaimana lagi, simbah putri ikhlas melakukannya, bahkan telah menganggap aku cucunya, bahkan seperti cucu kesayangannya.
Entah, bagaimana caranya aku membalas kebaikannya nanti, padahal beliau orang lain, tapi sudah seperti nenek kandungku, menyayangiku sepenuh hati ini. Mengingat hal itu membuatku terharu. Belum tentu nenek ku seperti simbah putri orangnya, bahkan seperti orang lain.
Seperti saat ini, Bening juga terasa jauh dariku, ia memilih tidur bareng teman temannya, tanpa peduli lagi padaku, perasaanku yang begitu merindukannya selama ini, selama di klinik.
Beberapa kali aku menatapnya, mencuri perhatiannya, bahkan mencoba untuk komunikasi dengannya, tapi tidak punya kesempatan sama sekali. Bening begitu cuek, tidak peduli lagi padaku, membuatku sedih.
Ini karmaku yang harus ku terima karena telah melakukan kesalahan besar padanya. Besar harapanku, Bening mau memaafkan aku jika nantinya aku meminta maaf.
Tapi bagaimana caranya aku meminta maaf padanya, sedang dia saja tidak mau menatapku, selalu bersama mas Kharisma.
Aku tidak tahu caranya membuka segel yang telah ku lakukan padanya. 'Bodoh, bodoh! Betapa bodohnya aku bisa melakukan hal sebodoh itu. Itu karena bujukan ortu ku juga, juga demi balas dendam pada Bening, juga balas dendam terhadap Ki Ageng serta gurunya' batinku.
Belum lagi, nantinya gurunya Ki Ageng akan menghisap kekuatan ilmu yang Bening miliki. Terlebih saat ini sedang bertapa di Alas Roban, demi untuk mencari petunjuk bagaimana caranya.
Kasihan sekali Bening banyak musuhnya, karena kemampuan yang dimilikinya menjadi incaran orang orang yang tidak suka dia memiliki kemampuan itu.
(Sn 12/6/2023)
Komentar
Posting Komentar