33. Apa Bedanya?

 33. Apa bedanya?


★★★★


Warning!


Stop!


Untuk yg anti lbgt jangan diteruskan...


Jadi untuk yg gak suka mending gak usah baca karena sejak awal cerita ini bergenre dunia pelangi. Dan pasti terselip yang namanya sex sesama jenis.


___________


Lanjut ke cerita!


Ready,,,,,


*****


"Mas kangen ya. Seperti ini?" tanyaku, persis kayak lonte binal. Padahal saat aku bersama Riko aku tidak berani berbuat sejauh ini. Tapi didekat mas Surya aku mendadak jadi binal bahkan mungkin kayak lonte kegatelan.


Bahkan sarungnya sudah ku singkap tanpa sabaran, dan setelah ku buka maka kontolnya sudah ngaceng.


Sepertinya mas Surya sudah kangen berat bahkan sange hingga membuatnya kontolnya sudah tidak tahan serta tegang maksimal.


"Dek, mas sudah gak tahan. Oughhh,,, haahhh,,," dengusnya gelisah terlihat blingsatan karena nafsunya telah tersulut sedari awal kita bertemu. Kenapa aku bisa tau karena saat berada di taman bunga disekolah tanganku diarahkan kearah selakangannya di saat itulah aku tau kalau kontolnya sudah kaku tegang.


"Baiklah,,," detik berikutnya sudah ku pegang gagang kontolnya yang berurat.


"Hesshhh,,," desahnya tertahan. "Hekkkhhhh,,, eshhhh,,, oughk"


Saat ku kulim nikmat ujung jamurnya penuh perasaan bahkan sedikit kocokan lembut hingga jamurnya makin mengkilap bukan itu saja kontolnya makin menegang keras. Bahkan percumnya meluber. Otot otot tubuhnya makin menegang membuatnya yang kini sudah tidak mengenakan apa apa makin seksi dan macho.


Mataku menatap matanya yang sesekali merem melek keenakan akibat emutanku. Bahkan kini kedua bola miliknya telah ku kulum bergantian membuat tubuhnya bergetar hebat bahkan nafasnya kian memburu, terengah engah.


Sepertinya tidak kuat menahan gejolak gairahnya yang melonjak sampai ke ubun ubunnya.


Bahkan sesekali jembut tebalnya ku ciumi penuh rasa. Eh, wanginya manly enak. Bikin nagih, aku belum pernah menciumi aroma seperti ini yang mampu membuatku mabuk kepayang.


Tubuh mas Surya makin terangsang hebat, terlebih saat kontolnya kembali ku kenyot bahkan lubangnya ku gelitik pelan membuatnya makin kelojotan. Nafasnya makin tak karuan tubuhnya makin menegang.


"Ouggghhh,,, dek,,,haaahhhhh,,,, ak- kuhhhh,,,, ahhhhhh" detik selanjut.


Kontolnya tegang kuat. Dan....


Pejuh hangatnya masuk seluruhnya dikerongkonganku. Cukup banyak. Dan entah berapa kali tembakan. Kental. Legit. Nano nano. Aroma khas pejuhnya menguar bahkan ada rasa manis manisnya. Sebagian meluber dibibirku namun secepatnya ku jilat dengan lidahku, sayang jika harus jatuh.


"Terima kasih Dek" wajahnya terlihat puas dengan senyum senang. Aku mendekat kearahnya, mas Surya mencium keningku hangat. Lalu memelukku erat.


Sekali lagi mas Surya berbisik mengucapkan rasa terima kasih...


Kami berpelukan dan rebahan dilantai sehabis tadi berjamaah...


"Mas gak kecewa kan sama aku"


"Buat apa?"


"Aku takut mas"


"Apa yang membuatmu takut?"


"Entahlah?"


"Kamu kira aku akan seperti Angga, gitu?"


"Mas cemburu?"


"Gak. Buat apa cemburu?. Karena kamu belum mengenalku"


"Itu salah satunya. Kini aku tenang"


"Jadi kamu masih kepikiran tentang Angga"


"Iya. Tadi Angga memintaku buat pulang. Dengan tegas aku menolaknya"


"Kenapa?. Eh kamu masih pegang punyaku"


"Habisnya gak kendur masih tegang?"


"Memangnya kenapa? Kamu suka kan"


"Iya sih"


"Kenapa kamu gak mau di ajak. Kamu takut kejadian dulu terulang lagi?"


"Iya. Makanya aku tegas tidak mau pulang. Aku juga kangen sama Putri. Terakhir kali aku ketemu Putri minta di ajari Iqro', juga teman temannya mau les belajar sama aku. Tapi, semuanya telah berubah. Terima kejadian yang menimpa Riko-" sejenak aku terdiam, masih mempermainkan kontolnya yang masih tegang bahkan tidak layu sama sekali. Aku gak habis pikir jika mas Surya pria pejantan yang tangguh dan kuat padahal sudah ngecrot banyak sekali tapi tidak ada ada tanda lelah maupun loyo bahkan tetap berdiri terus kontolnya, mana jumbo lagi. Sama kontol Riko mah belum seberapa terutama jembutnya yang tebal.


"Kenapa Riko? Apa yang terjadi pada Riko?" tanya mas Surya mengendikkan bahunya.


"Ceritanya panjang. Aku pun baru menyadari dari semua rentetan kisah yang ku sambungkan"


"Aku tidak mengerti?"


"Jadi, intinya tiga Minggu yang lalu Riko hilang, tepatnya seusai pulang sekolah. Hari minggunya tidak pulang hingga keluarganya bingung serta lapor ke pihak polisi. Hingga tiga hari baru ditemukan Riko, tapi keadaannya sudah mengenaskan. Hampir mati karena terlalu over dosis obat perangsang atau apa, aku tidak tau. Yang pasti Riko telah di sodomi oleh orang orang yang tidak dikenal. Menurut pernyataan Riko setelah kondisinya membaik, kata Riko inisialnya D dan L, itu saja. Sampai saat ini para pelukannya belum ditemukan. Mas bisa duga siapa mereka?" tatapku padanya, sepertinya mas Surya berpikir keras.


"Oh iya, tadi kamu bilang ada kaitannya sama Riko orang orang itu? Berarti pernah ada interaksi. Itu artinya pelaku mengenal baik dengan Riko. Atau jangan jangan, mereka...?"


"Mas tau?"


"Hanya menduga? Sebab, Riko selalu ngobrol dengan mereka. Yah, sama pak Dwi dan pak Lexi, mereka begitu akrab walaupun tidak pernah bersama, antara ketiganya. Atau memang mereka para pelakunya. Karena mereka berdua itu selalu curi curi pandang sama aku terlebih lihat selakanganku, jakun mereka naik turun. Tapi, aku risi dan geli jika mereka menatapku. Aku jadi jijik sendiri. Apa benar mereka pelakunya?"


"Entahlah mas? Eh, kenapa mas jijik sama mereka? Kalau sama aku jijik juga?"


"Gak lah dek. Aku tuh sayang sama kamu. Cinta malah" aku-nya jujur, mencium keningku hangat.


"Apa bedanya mas aku sama mereka?"


"Aku tidak tau dek? Aku tuh merasa nyaman, itu saja. Bahkan aku- aku selalu memikirkanmu. Aku kadang merasa heran kenapa aku bisa mencintaimu padahal kamu laki laki, padahal jika aku mencari pasti banyak yang ngantri"


"Mas cari aja sana"


"Ngambek nih. Mas itu cintanya sama kamu dek. Gak ada yang lain"


"Jika suatu saat nanti aku pergi, apa yang mas lakukan?"


"Entahlah, mas tidak tau?"


"Mas"


"Hem,,,"


"Maafkan aku ya mas, aku tidak pernah membuat mas bahagia. Hanya khawatir serta sedih yang ku beri. Aku belum bisa membalas perasaan mas selama ini"


"Tidak apa apa, kamu bisa bersama saat ini suatu kebahagiaan tersendiri dihatiku"


"Mas terlalu banyak berkorban untukku. Maafkan aku mas" ku peluk tubuh perkasanya, ku tindih serta ku ciumi bertubi tubi dengan hangat. Tak terasa aku pun cengeng.


"Kamu gak perlu menangis untuk aku dek"


"Aku terharu mas. Mas terlalu berkorban perasaan buat aku. Tapi, apa balasanku pada mas. Hanya kesedihan mas" aku makin sesenggukan.


Aku lihat mata mas Surya berair. Entah apa yang ada dihatinya, pikirannya, terutama apa yang dirasakannya saat ini? Entahlah?


Ku usap lembut matanya yang basah, bahkan kontolnya yang tadi selalu ku pegang aku sudah lupa karena terbawa suasana...


"Kamu jangan sering menangis, terlebih menangis untuk aku dek" malah ku lumat bibirnya yang ranum dan manis. Hummhhh, aaccchhhhhh,,,,


Mas Surya seperti hanyut langsung mengimbangi ku, hingga tak dapat dielakkan lagi ciuman yang hangat membara terjadi hingga kami saling terengah engah. Puas. Mas Surya menatapku sendu. Dibawah kontolnya masih ngaceng tegang bahkan tak sedikitpun kendur.


Apakah ada sesi emutan kedua supaya kontol mas Surya layu, lemas atau sampai tiga kali baru bisa lemas? Aku dibuat penasaran. Apa hanya emut saja, apa mas Surya tidak komplain atau minta lebih dari apa yang telah ku lakukan padanya.


Saatnya dicoba!


#bersambung,,,,


*******


Apakah ada roude kedua atau bahkan sampai ketiga karena milik mas Surya masih tegang.


Ikuti kisah selanjutnya "Perkasa"


Mg 3 Apr 2022



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.