37. STMJ

 37. STMJ?


★★★★


Warning!


Disarankan, untuk yang dibawah umur dilarang keras untuk membacanya karena ada konten sex fulgarnya.


Penulis tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu, karena sudah dapat peringatan sebelumnya.


Tolong, bagi yang tidak suka jangan baca cerita ini!


Pov Surya


_________


Letih!


Itu yang ku rasakan saat ini karena seharian ini aku bercinta dengan Bening. Anal sex yang sangat luar biasa yang pernah ku rasakan seumur hidup. Sungguh aku merasakan kebahagiaan yang tak terhingga.


Rasa cintaku pada Bening makin dalam. Entah, apa nantinya aku akan bisa melupakannya setelah nanti kita berpisah.


Aku sadar jika pun kita tidak mungkin bisa bersatu karena dunia seperti ini sangat dihujat. Jika sampai ketahuan, tentu akan aib yang sangat besar. Kalau dunia barat, hubungan seperti sudah legal, tapi adat ketimuran hal itu di anggap tabu.


Dunia mimpi ini begitu indahnya, bahkan rasanya aku enggan untuk kembali ke dunia nyata lagi.


Sekali pun letih, namun aku merasa puas...


Mataku cukup lama terpejam, karena rasa capek menderaku. Tubuhku rasanya tak bertulang karena ngecrot sampai tiga ronde. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.


Cetek, cetek cetek,,,


Ku dengar jentikan jari tiga kali, tubuhku terasa ringan melayang.


Saat ku buka mataku, didepanku ada Bening yang tersenyum manis.


Membangunkanku....


"Mas sudah bangun?" Ku berikan anggukan serta membalas senyumnya.


"Mas tidak berangkat hari ini?" Aku setengah menggeleng, malas. Lagi lagi Bening tersenyum manis.


Rasanya aku ingin bangun, atau sekedar duduk, tapi aku malas, memilih untuk rebahan saja.


"Aku sekolah ya mas" rasanya aku ingin mencegahnya, untuk menemani seharian. Aku tau hal ini tidak akan pernah terulang kembali. Mendadak aku sedih sendiri, hal itu tidak mungkin dipungkiri. Aku tidak mungkin memaksakan kehendakku sendiri. Bening punya masa depan sendiri. Aku tidak boleh egois mencegahnya untuk tidak sekolah. Tapi aku tak ingin berjauhan dengannya. Bagaimana ini?


Tubuhku rasa letih, aku seperti pengantin baru yang menghabis malam pertama, hingga bercinta tanpa kenal lelah. Kini aku merasakan dampaknya.


"Mas, ayo minum ini supaya kekuatanmu pulih" sodor Bening, entah apa yang dibuatnya seperti tau tentang kondisiku saat ini.


"Terima kasih" balasku, bahkan Bening membantuku bangun.


Aku pun menerimanya serta menyeruput minuman yang dibuatkan oleh Bening. Ku lihat warnanya agak pekat, kental ada aroma yang khas aku tidak tau aroma apa. Setelah ku seruput rasanya manis sekali.


"Minuman apa ini dek?" tanyaku penasaran karena rasanya gurih manis, bikin nagih.


"Oh itu, STMJ!" balasnya dengan senyum terkulum.


"Apa itu dek?" tanyaku bingung, aku  malah gemas melihat senyumnya ingin ku cipok bibirnya.


"Susu, telur, madu, jahe"  jelasnya. Dan benar, rasanya selain membuat badanku seperti pulih juga merasa hangat, malah ada sesuatu yang beraksi.


Aduh! Aku kembali sange, terlebih mengenang disaat aku berada di alam mimpi.


Ku tatap Bening intens membuatnya kikuk.


"Ada mas, kok natap aku gitu? Atau jangan jangan,,,?" ucapnya tergantung, malah membuatnya malu malu sambil menatap kearah bawah.


Aku tidak menyadari kalau aku tidak mengenakan apa apa, tapi entah mengapa aku malah bangga dengan tubuhku terlebih dihadapan Bening aku tidak malu lagi, malah aku merasa senang dan bahagia.


"Hayo,,, kamu ya" ledekku membuat mukanya merah.


"Mas kok sangean gitu


Tuh, ngaceng,,,! Gak malu apa?"


"Sama siapa? Kan cuma ada kamu dek. Buat apa aku harus malu. Kamu seneng kan aku kayak gini" nafasku terengah.


"Mas,,," suara Bening bergetar seperti juga ikut terangsang melihat tubuhku terlebih kontolku yang ngaceng maksimal.


"Dek, emut ya. Please,,,!" Mohonku karena aku pengen diemut rasanya bikin aku melayang.


"Mas, aku mau sekolah" elaknya tapi nafsuku sudah naik kebun, harus dituntaskan supaya aku tenang.


"Sebentar dek, aku janji" pintaku, karena ketika aku sudah sange kayak gini maka aku akan cepat ejakulasi terlebih saat di emut Bening aku seperti tidak kuat untuk menahan hasrat ku langsung crot.


Sambil duduk Bening tanpa  ku pinta lagi langsung melahap kontolku.


"Hesshhh,,, Gilak,,,!" desahku tertahan, sensasinya membuatku the fly ke awan awan.


"Hemmm,,," gumamnya karena mengulum kontolku penuh rasa.


Aku tau kontolku tidak muat dimulutnya, karena ukurannya cukup lumayan membuatku bangga.


Sensasi lebih lagi, ketika dua buah bola ku di kulum bergantian membuatku kelojotan hampir membuatku tak tahan. Membuat nafasku menderu.


"Oughhh,,,,! Hhhaaaahhhhh,,,," lenguhku tertahan. Aku sudah tidak kuat lagi menahannya. Rasanya sudah diujung.


"Aaahhhhh,,,,,!" Kepala Bening ku pegang tanpa ku paksa.


Kontolku berkedut mengeluarkan isinya.


"Aahhhh,,," semua isi pelerku keluar serta masuk di kerongkongannya sebagian meluber.


Bening berusaha menelan semuanya bahkan ada meleleh. Ku usap dengan perasaan lega serta puaasss!


Ngilu?


Untuk sejenak.


Tapi, tak membuat kontolku kendur masih saja ngaceng keras.


Mungkin ini efek dari SMTJ buatannya.


"Sudah mas, mandi sana, nanti berangkat bareng" ucap Bening sambil mengelap mulutnya yang berlepotan pejuhku.


"Iya dek. Kamu sudah mandi?"


"Sudah. Sekalian tadi bikin sarapan" terangnya.


"Terima kasih dek. Kamu baik banget"


"Sama sama mas"


Bening berlalu dari kamar menuju ke ruang makan mungkin menyiapkan sarapan.


Aku tidak berjamaah subuh dengannya. Terlebih ini sudah siang.


Kini sudah bersiap dengan pakaian olah raga. Bercermin melihat diriku sambil tersenyum. Aku layaknya pengantin baru.


"Mas,,, sarapan" aku agak terkejut mendapati Bening diambang pintu.


"Bareng" Bening hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Ku kira kamu sudah sarapan duluan"


Ada gelengan lemah dari Bening, dengan seulas senyum simpul, menatapku sendu. Mungkinkah perasannya kini telah berubah 'CINTA' padaku. Aku tidak pernah tau perasaannya sekarang bagaimana, setelah kita bercinta hingga habis subuh tadi bahkan kesiangan, sudah beberapa kali kita bercinta. Rasa sayangku makin mendalam padanya. Ingin rasanya aku melindunginya, bersamanya selamanya.


Tak terasa sarapan usai, lagi lagi tanpa sadar aku mendekapnya sayang, aku takut kehilangannya.


"M-mm- mas,,, kenapa?" ucapnya terbata karena tidak menyangka aku memeluknya hangat penuh sayang.


"Dek, aku,,," aku gugup untuk menjawabnya, sekalipun aku jujur, aku tidak yakin kalau Bening akan menerimaku terlebih pernyataan perasaanku. "Lupakan Dek" ralatku pada pernyataan hatiku yang membohongi hatiku sendiri kalau ingin jujur tentang perasaanku padanya. Buru buru aku melepaskan pelukannya yang membuat mukanya merah sedikit.


"Ooo,,, " gumamnya pelan. Lagi lagi tersenyum bahagia.


"Ayo berangkat dek" ajakku supaya aku tidak bisa menekan perasaanku yang kian tumbuh pada Bening.


_________


"Pegangan dek" pintaku, karena bukan tanpa alasan, rasanya dipegang oleh Bening hatiku terasa damai dan senang apalagi jika punyaku dipegang, rasanya geli enak campur nikmat. Aku tak bisa bayangkan hal itu.


"Mas" ucapnya ragu sepertinya masih malu padahal saat ku tolong karena disekap dan baunya gak karuan Bening memelukku dengan erat. Saat itu aku ingin muntah mencium aromanya yang tak karuan, juga aku merasa kasihan melihatnya. Saat itu perasaanku belum sedalam ini. Aku masih saja curi pandang, serta melihat semua yang dilakukan oleh Bening ternyata banyak yang tidak menyukainya bahkan banyak yang membencinya. Hingga saat aku memperhatikannya menjadi kasihan terlebih saudaranya pun juga  ikutan membencinya.


___________


Sampailah kami disekolah, tepatnya didepan gerbang sekolah yang sedikit agak ramai seperti ada kerumuman membuatku jadi tak enak terlebih saat ini aku sedang membonceng Bening pasti mereka akan berpikir aneh terhadapnya.


Namun, yang menarik perhatianku yaitu seseorang yang selama ini tidak berani menunjukan dirinya karena menurut yang ku dengar sedang mengalami sakit yang aneh yaitu wajah dan tangan ada goresan luka serta cacat permanen tak bisa sembuh.


Sepertinya Raya sedang menunggu seseorang dan ketika melihat kearah kami terutama Bening senyum tampak mengembang walaupun tidak dapat menutupi kesedihannya yang dalam.


'Apa sebenarnya yang terjadi pada Raya? Sepertinya tidak mengalami apa apa, bahkan keadaannya baik baik saja' pikirku sejenak sambil menatap kerumunan didepan gerbang.


Bening terlihat menghela nafas berat, seperti Raya akan menemuinya karena sedari tadi melihat kearahnya.


"Selamat pagi anak anak, ada apa kalian berkumpul disini?" tanyaku pada siswa yang hanya menjawab ku selamat pagi juga tanpa ada yang memberitahu bahkan pandangannya ditujukan kearah Raya. Mereka seperti ragu bahkan Raya yang dikurumuni pun tampak ragu ditempatnya. Melihat kearah Bening menjadi kikuk, takut.


"Maaf pak, saya ada penting sama Bening sebentar" bahas Raya yang terlihat seperti ragu karena aku terus memperhatikanku juga Bening. Padahal kami belum memasuki area parkir.


Bening turun dari motorku berjalan kearah Raya sambil tersenyum ramah kearahnya.


Disaksikan sebagaian siswa juga aku didekat Bening kini Raya tampak berkaca kaca.


"Beb, Bening,,, ak- aku minta padamu. Aku telah banyak melakukan kesalahan padamu. Maafkan atas semua perbuatan serta kesalahan yang telah ku perbuat terhadapmu?" Raya sampai jatuh serta bersujud didepan Bening, aku yang menyaksikannya juga siswa yang lainnya terperangah.


"Raya, apa yang kamu lakukan?. Aku,,," Bening tampak kikuk terlebih banyak menyaksikannya bukan saja hanya aku tapi juga yang lainnya.


"Gilak, apa yang dilakukannya, Sampek nyembah gitu?"


"Raya, sudah gak waras, tuh!"


"Sama gembel kismin, Sampek kayak gitu, Kesambet apaan tuh Raya?"


"Gue heran, kenapa Raya berbuat begitu?"


"Yang gue denger, Raya itu kan cacat permanen"


"Udah sembuh sekarang"


"Aneh?"


"Apa ada hubungannya dengan kamseumpay itu?"


"Bisa jadi"


"Gue ngeri"


"Iya, sadis banget klo gitu"


"Jangan usik tuh anak kampung"


"Iya, biar gak kena imbasnya"


Aku dengar celoteh para murid berbagai versi pendapatnya mereka isu miring tentang Bening kalau dari ungkapan mereka seakan Bening itu misterius serta berbahaya.


Padahal selama ini Bening itu baik serta penurut bahkan aku suka padanya bahkan aku cinta.


Raya sudah bangkit, menatap Bening sendu bahkan air matanya terus merebak luruh. Sedih ....


"Raya aku memaafkanmu. Apa yang kamu lakukan? Aku bukan Tuhan untuk kamu sembah" nadanya seperti tidak suka terlebih aku masih duduk dimotor mengawasi keduanya karena para siswa yang pergi seperti takut dengan Bening.


"Bening, aku hanya ingin meminta maaf. Hanya itu yang bisa ku lakukan. Karena aku banyak melakukan kesalahan padamu. Itulah aku minta maaf padamu" Isak Raya berurai air mata kesedihan yang mendalam.


Bening begitu tulus menerima maaf dari Raya padahal aku tau apa yang dilakukan Raya serta Riko sudah keterlaluan. Andai Riko itu bukan siapa siapa mungkin aku bisa bertindak. Tapi, masalahnya Riko itu anaknya pak Sanjaya. Siapa yang tidak tau dengan keluarga Sanjaya.


"Hmmmmmm,,,," ada deheman terdengar. Maka reflek kami melihat kearah sumber suara.


Nampak Bening begitu shock.


Raya matanya berbinar.


Aku sendiri agak terkejut?.


Pov Surya end!


#bersambung,,,,,


___________


Siapakah orang yang membuat ketiga begitu terkejut dan tidak menyangka dengan kedatanganya?


Ikuti kisah selanjutnya "SOMETHING"


Km 7 Apr 2022



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.