63. Halimunan.
Bab 63. Halimunan....
___________
Pov Kharisma Setiaji
★★★★
Ini mengenai rasa penasaranku saat aku melakukan perjalanan untuk mencari kitab ilmu Penjerat mimpi yang menurut ibuku dibawa oleh kakekku bernama Setiaji Mukti.
Namun, ada satu hal yang membuatku kaget, hingga aku juga teringat sesuatu yang dikatakan oleh ibuku. Namun, aku belum tau pasti, dan ini juga akan ku selidiki.
Entah ada hubungan apa antara namaku dengan kakekku karena namaku ada Setiaji-nya?
Entah mengapa jarak yang ku tempuh terasa begitu dekat, namun saat aku lewat, perasaanku terasa aneh.
Kemudian aku masuk kedalam bus antar kota itu tanpa ada seorang pun tau. Siapa pun itu karena aku tidak akan terlihat oleh siapapun.
Namun, yang membuatku ketarik yaitu ada semacam hal gaib yang begitu kuat menarikku hingga membuatku nurut tak bisa berkutik.
'Oh, tidak,,, ini gelang pengikat jiwa? Aku tidak mungkin bisa lepas sebelum sang pemiliknya benar benar mau melepasku tanpa beban maka aku bisa bebas darinya. Tidak, dia begitu kuat menarikku' batinku berdiri dengan heran didalam bus dalam keadaan remang cahaya.
Ku lihat seorang laki laki yang belum ku kenal, tapi aku merasa seperti sangat dekat, seperti ada ikatan batin yang kuat.
Dia agak terkejut setelah mengetahui kehadiranku.
Aku merasa sangat lemah bahkan aku seperti pasrah apapun yang dilakukannya, bahkan saat dia rebahan aku menawarkan diri, pahaku menjadi bantalan kepalanya.
Semula dia terkejut, namun aku tersenyum yang membuatnya seperti tenang maka diapun nurut saja, bahkan saat matanya menatapku terlebih seperti ada sesuatu yang di inginkan bahkan melihatku seperti terpesona terlebih saat aku tersenyum dia hanya ikut tersenyum.
Saat kepalanya diletakan dipahaku saat itu kontolku tiba tiba bangun dengan sendirinya terlebih saat gesekan kepalanya makin membuat nafasku seperti tersendat. Gairahku kian memuncak bahkan aku sudah tidak tahan.
Aku seperti pasrah bahkan sengaja ku buka resleting ku dan ku keluarkan kontol kesayanganku.
Aku berharap dia melakukan lebih, bahkan yang membuatku girang dengan senang hati dia ngemut, hal itu rasanya tak bisa ku lukisan dengan kata kata, sangat nikmat seperti terbang melayang layang diangkasa.
Bahkan saat mulutnya mendeeptroatku itu hal yang belum pernah ku rasakan seumur hidupku dan rasanya itu sungguh luar biasa nikmat.
Sedikit ada kenyotan di ujung kontolku hal itu bikin aku melayang ke nirvana.
Rasanya aku sudah tidak tahan lagi, kepalanya ku pegang pelan sambil ku lesakan lebih dalam namun kontolku tidak bisa masuk semuanya.
Rasanya aku mau meledak karena sudah diujung, nafasku tertahan, tubuhku sudah menegang...
"Hahhh,,," lenguhku tertahan, kontolku berkedut. Ingin ku cabut namun kontolku ditahannya bahkan dikenyotnya lembut.
Dengan ucapan terakhir....
'Terima kasih'
Kontolku masih diemutnya karena kontolku masih tegang sempurna.
Hingga ku lihat Bening terlelap damai masih ngemut kontolku.
Setelah lepas!
Aku melangkah keluar melewatinya.
Bleezzzz....
Tubuhku menembus dinding bus, menembus kegelapan malam menjelang pagi.
_____________
Saat sinar mentari telah muncul diufuk timur, deru mobil juga kendaraan lain lalu lalang di jalan beraspal.
Berdiri didekat loket, aku duduk santai didepan loket, dibawah pohon rindang ada kursi panjangnya.
Ku tunggu ojek supaya tidak ada yang curiga sekalipun aku bisa saja menuju ketempat tujuanku dalam sekejap.
Setelah agak lama menunggu datang seorang tukang ojek, motornya tidak bagus. Tukang ojeknya tersenyum ramah padaku.
"Mas mau kemana?" tanya tukang ojek yang belum ku tau siapa namanya.
"Mau ke desa ROKAL pak,,," jawabku membalas senyumnya ramah.
"Ketempatnya Mbah Setiaji Mukti" tebaknya, mataku membulat sesaat, dia menebak tidak salah. Begitu terkenal kah simbah sehingga namanya begitu terkenal sampai disini.
"Iya pak, saya cucunya dari Jawa mau liburan ketempatnya simbah" Aku hanya bisa nyengir dengan ungkapannya yang menyanjung ketenaran kakek.
"Ooh, kenalkan namaku Sarjio, saya juga sering mengantar orang berobat ketempat Mbah Aji. Banyak yang jodoh disana" jelasnya dengan sumringah.
",,, Jadi simbah dukun terkenal"
"Ya sudah pak antar saya ke sana. Ini uangnya,,," mata pak Sarjio membulat tak percaya ketika ku sodorkan satu lembaran uang merah.
"Ini ba- banyak banget mas, saya gak ada uang kembaliannya" ucap pak Sarjio gugup.
Aku hanya tersenyum saja kearahnya sambil geleng pelan.
"Anggap saja itu rejeki buat bapak. Terima saja pak, saya ikhlas" ucapku karena terlihat wajah pak Sarjio bingung, nampak wajahnya seketika sumringah.
"Ayo mas,,,"
___________
Saat aku sudah sampai, akupun masih berada didalam. Aku mendengar deru motor yang tak asing buatku karena tadi pagi mengantarkanku.
Saat aku kedepan, diruang tengah tak ada simbah kakung....
Aku menuju keteras...
"Mas,,,?"
Panggil suara yang begitu ku kenal.
"Bening,,,?" Dia terkejut sekali seakan tak percaya jika aku sudah berada disini.
Begitupun dengan Bening juga terkejut melihat kehadiranku tidak menyangka kalau tujuanku kesini.
Setelah makan bersama, aku pun di ajak ngobrol ke kamar tentu saja Bening memelukku juga mencurahkan perasaannya. Aku tak bisa menolaknya...
Terlebih saat bibirku dilumatnya, aku tidak berbuat apa apa, terlebih menolaknya, aku pasrah. Terlebih, jilatan, sepongannya serta deeptroatnya sangat jago banget hampir membuatku ngecrot seketika bahkan saat salivanya serta pagutannya, membuatku sudah sanggup membendung pejuhku, maka secepatnya ku suruh untuk mengemutnya.
Maka tidak tunggu lama, langsung pejuhku tak dapat ku tahan lagi, padahal aku tak ingin dia menelannya tapi dia tidak nolak bahkan dengan senang hati menelannya sampai habis tanpa sisa. Aku puas rasanya bahkan dikenyot untuk terakhir sambil dipijat pelan supaya tidak tersisa. Rasanya geli-geli, bikin nagih.
_________
Kini kenangan yang baru saja ku lalui, saat berada dipinggir sungai hingga aku ngecrot hingga tiga ronde dan crotnya selalu banyak. Mungkin Bening heran mengetahui pejuh yang ku keluarkan sering cukup banyak. Dia terlihat puas, aku lebih puas. Aku juga sangat puas. Yang membuatku heran kekuatanku seperti bertambah, setiap kali Bening mengemutnya hingga pejuhku muntah, kekuatanku bertambah membuatku makin segar padahal selama ini aku ngecrot tubuhku tidak bertenaga hingga beberapa hari. Beda ketika aku ngecrot dengan Bening aku seperti mendapat kekuatan baru serta lebih kuat dan segar.
Maka dari itu aku pasrah diapakan oleh Bening karena semakin aku serahkan maka disaat itu kekuatanku seperti bertambah.
Bahkan aku memandang jengkel sekali cowok yang di panggil namanya Riko, aku sinis menatapnya tidak suka. Geram juga geregetan melihatnya ingin mencekiknya saja. Melihat Bening seolah dia babuny, dan saat Bening bercerita tentang orang tuanya maka aku tidak bisa memutuskannya. Hanya geram saja. Betapa bodohnya Bening bisa di bodohi oleh Riko serta memperalatnya.
Kini aku sendirian dikamar tamu karena tadi Riko mengajak bicara sama Bening dikamar, aku tidak tau apa yang dilakukan didalam. Hatiku panas melihatnya, tapi aku tidak bisa berbuat apa apa untuk mencegahnya karena ku lihat Bening terlihat marah jika aku tidak memberi ijin.
Ingin sekali ku pecahkan kepalanya, ku hancurkan kontolnya....
Ku lepas bajuku, suasana terasa gerah hingga menyisakan celana pendekku. Frustasi ku rasakan terlebih saat ku lihat Riko menoleh kearahku penuh ejek. Sumpah! Rasanya ingin membunuhnya seketika.
"Hmmm,,, aku harus melakukan sesuatu,,,?" Dengan senyum sinis pandanganku seperti menembus dinding kamar.
Semilir angin menerpa tubuhku...
"WHUSSSSHHHHHHHH,,,!"
Kini ada seperti bayangan berada didepanku ...
Fokus!
Aku tersenyum menatap tubuh tanpa Sukma didepanku!
"Awas kau Riko!"
Pov Kharisma end!
#bersambung,,,
*****
Apa yang akan dilakukan terhadap Riko?
Apa yang terjadi nantinya dengan Riko?
Rahasia apa yang dimiliki oleh Kharisma?
Ikuti kisah selanjutnya "TEROR"
Sl 3 Mei 2022
Komentar
Posting Komentar