65. Perlahan, Terbuka.

 Bab 65. Perlahan, terbuka...


★★★


Pov Kharisma


________


Niatku untuk memberinya pelajaran gagal total karena aku mendapat ancaman dari dek Bening...


Dia tau kehadiran dan sudah menebak siapa aku sebenarnya, padahal wajahku sudah ku samarkan bahkan rata tapi dia tau dari aroma tubuhku.


Aku tidak berani melawannya karena aku bisa binasa ditangannya.


Tapi, cowok yang sok kegantengan itu membuatku jengkel karena selalu mengancam dek Bening bahkan berani memeluknya padahal tinggal selangkah lagi dia datang di dunia mimpi merusak semua rencanaku hingga membuatku tak berdaya. Aku tak bisa menolak ke inginannya.


Dari pada dia maeah padaku secepatnya aku pergi karena aku takut dia marah padaku, maka semua rencana akan gagal.


Aku tau kalau dia telah diwarisi gelang Pengikat jiwa oleh kakek Setiaji, namun dek Bening tidak tau kalau kotak yang selalu dibawanya itu adalah kotak yang didalamnya ada jimat Pusakanya yaitu Gelang pengikat jiwa.


Bagaimana pun juga aku akan merebut pusaka itu, karena aku tidak menemukan kitab Penjerat mimpi, sepertinya kakek telah memusnah kitab itu. Tapi, tidak mungkin kakek memusnahkannya.


Maka jalan satu satunya aku akan merebut kotak itu dari tangan dek Bening, tapi aku tidak pernah ada kesempatan. Sepertinya dia selalu waspada karena mungkin dapat mandat dari kakek untuk menjaganya hingga pada saatnya dibuka serta dipakai, saat itu aku tidak bisa merebutnya lagi karena akan bersatu dengan jiwanya. Aku tak ingin hal itu terjadi, jadi sebelum hal itu terjadi maka aku akan merebutnya terlebih dulu.


Ahh,,,


Aku duduk termenung memikirkan rencana apa yang sebaiknya ku lakukan.


Terlebih saat ini dek Bening sedang tidur bersama cowok brengsek yang kegantengan.


Kini aku tidak berani mengganggunya karena dek Bening terlihat marah.


Rasanya aku tidur dalam gelisah, terlebih kini aku berbaring selalu bolak balik karena aku sulit tidur.


"Ahhh,,," ku jambak rambutku karena pusing terlebih mengingat dek Bening tidur berdua dengan Riko.


Rasanya aku tidak tahan lagi ingin rasanya aku membunuh cowok brengsek yang ganjen itu. Aku makin dibuat geram tapi tidak bisa berbuat sesuatu.


Terpaksa ku pejamkan mataku rapat ku paksakan untuk tidur sekalipun sangat sulit. Butuh perjuangan...


Pov Kharisma end!


___________


Tinggalkan sejenak tentang Kharisma yang gelisah...


★★★★


Aku agak terkejut melihat senyum Riko yang tak biasa, terlebih tadi sedikit tertunda mengenai bayangan yang ditakuti olehnya. Namun, Ku yakinkan kalau bayangan itu tidak akan mengganggu lagi, sepertinya Riko sudah tenang.


Tapi, hal yang membuatku heran sekaligus terkejut mengenai sikapnya yang mendadak berubah drastis dengan memelukku erat serta menciumku lembut seakan terkenang dengan kenangan yang telah lewat, seakan kenangan di alam mimpi begitu membekas tak bisa terlupakan.


Dia begitu terobsesi dengan kejadian dimana dia terjebak di dunia mimpi serta tidak bisa kemana mana, saat dia menciumku untuk pertama kalinya hingga membuatku marah serta pergi meninggalkannya sendirian.


Aku yang sudah pernah melihatnya tentu tidak kaget lagi terlebih dia tidak bersunat hingga saat dia tidak memakai apa apa hanya tersenyum nakal kearahku. Persis seperti seorang bintang porno yang profesional. Ku akui kalau dia sering melakukannya dengan pacarnya Raya.


Namun, terbersit rasa nyeri ketika aku melihatnya seperti mesra saat dekat membuatku hanya bisa diam bahkan saat dengan sapuan lidahnya yang membuaiku aku tidak dapat menolaknya, terlebih gejolak didadaku begitu besar hingga aku hanya menikmati apa yang dilakukannya padaku.


Ku hentikan aksinya yang menyelomoti pentilku bergantian.


Sepertinya Riko kontolnya sudah ngaceng, walaupun belum maksimal mungkin masih ada rasa malu tapi kalau sama pacarnya langsung main tusuk tanpa aba aba. Hingga Raya pacarnya menjerit kesakitan tapi setelah itu menjerit jerit kenikmatan. Dasar lonte jalang!


Karena pagutannya tadi sudah dilakukannya, kini aku yang akan membuatnya klepek klepek, liat saja aksiku yang tak pernah dilakukan oleh pacarnya dulu. Ku dengar menurut pengakuan Riko pacarnya sudah diputuskan. Terserah! Itu hak Riko. Aku tau pasti Raya tidak terima itu semua jika Riko memutuskan sepihak tanpa sepengetahuan Raya, karena selama ini hubungannya baik baik saja, hanya karena suatu masalah hingga membuat mereka renggang dan itu karena aku, itu juga akibat ulah mereka yang bermain main denganku.


Mata Riko setengah terpejam. Berharap. Ada kerinduan yang mendalam dimatanya.


Lehernya ku jilati lembut penuh rasa...


Cupp,,,!


Aghhhhh,,,!


"Ouggghhhh,," desahnya tertahan.


Turun ke bawah, tak ku sia siakan dadanya yang sudah tegang, dengan gemas ku sentuh yang kanan ku kenyot bagian kirinya.


"Gilak,,, auggghh!" desisnya menahan nafas matanya sampai terpejam meresapi kenyotanku.


Gantian sebelah kirinya, hingga kini turun kebawah di perutnya, ku kecup pelan. Sesekali ku selingi dengan kissmart, entah berapa jejak ku tinggalkan disana begitu dilehernya. Dadaku saja sampai merah merah akibat ulahnya, begitu pun lehernya tentu saja ada tapi cuma satu itupun dilakukannya agak lama, entah bagaimana bekasnya.


Apakah nantinya akan menimbulkan masalah?


Detak jantungnya kian berpacu, perut ratanya kembang kempis...


"Kamu gak sunat kenapa?" tanya lirih dengan suara agak serak.


"Akhhh,,, ak, ku,,, hahhh,,, takut" jawabnya terbata, nafasnya kian tak terkontrol.


Terlebih lubang udelnya ku jilati, dia seperti bergidik tidak tahan.


Hmmm,,,


Agak kebawah aku disungguhi pemandangan yang sungguh mengesankan.


Kontol yang tidak bersunat, ada lelehan percum, kepala jamurnya yang berwarna merah keunguan menyembul, menggoda.


Namun, jembutnya yang ku ciumi duluan karena merasa gemas. Ku baui aromanya yang membuatku fly.


Bukan hanya itu saja gagang kontolku pegang dengan lembut lalu ku kocok pelan hingga kulupnya nutup buka menampil kontol jamurnya yang merah keunguan.


"Oughhh,,, " dengusnya lagi, tertahan.


Mata merem melek keenak, percumnya sudah tentu meleleh.


Ingin rasanya ku icipi...


Lubang kencingnya sedikit terbuka hingga terlihat dalamnya yang merah.


Ku jilat ujung sambil ku sapu air madzinya, hmmm,,, rasanya agak asin, nikmat.


Ku kelitik lubang kencingnya membuat Riko langsung kelojotan. Tubuhnya bergetar hebat seperti tubuhnya dialiri listrik membuatnya seperti kesetrum. Nafasnya makin tak karuan.


Hufffff,,, hah, hah,,," nafasnya agak tersendat.


Ku kocok pelan hingga ujung kepala kontolnya terbuka. Bijinya cukup lumayan menggoda tergantung diantara gagang kontolnya yang lumayan besar yang membuat pacarnya Raya menjerit jerit nikmat kini akan ku santap sebagai menu utama.


Ternyata sekalipun tidak sunat, Riko menjaga kebersihan dan kesehatan kontolnya agar tetap bersih tidak ada kontorannya yang disebut smegma.


Kini saatnya menikmati menu utamanya, maka ku kulum penuh rasanya. Sambil ku tarik kulit kulupnya kebawah. Rasanya, enyui,,, nikmat banget. Nafasku sampai menderu dengan detak jantung yang kian terpacu hingga ku rasa aku lari berkilo meter jauhnya.


Riko sudah ngos ngosan tak terkontrol bahkan sesekali tubuhnya mengejan hebat dengan sesekali matanya ditahan. Dihempaskan nafasnya dengan kuat...


Hohhhh,,,,


Namun, tetap saja nafasnya masih tersengal sengal s akan kehabisan oksigen.


Tubuhnya bergetar hebat, matanya terpejam namun kemudian terlihat membulat karena gairahnya telah memuncak.


"Hahhh,,, aku sudah,,, tidak kuat hhahhhhhh,,," teriaknya ditekan. Kepalaku ditekan kuat hingga kontolnya melesak lebih dalam ketengggorokanku.


"Mmmhhhhh,,, kok,,," hampir aku muntah, jika ditahan terus terlebih kontol Riko berkedut berkali kali memuntahkan pejuhnya sangat banyak.


"Hah,,," nafasnya terdengar lega, tubuhnya bergetar sebentar dengan mengatur nafasnya yang tadi seperti berpacu.


Air mataku tidak keluar lagi, tadi rasanya mau pingsan saat Riko masukan batang kontolnya kedalam mulutku. Bahkan masuk dikerongkonganku membuatku tadi mengapai serta megap megap dibuatnya.


Ku kenyot untuk terakhir kali...


"Ahhh,,, ngilu..mmmm,,, ahhh,,," desisnya tertahan sambil mengernyitkan dahinya, geli. Aku tersenyum puas tapi tidak ku perlihatkan padanya.


"Gila, ini oral sex yang sangat luar biasa


Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.


Kamu bisa hebat seperti itu, kamu belajar dari mana" pujinya sambil berceloteh gak jelas. Ku tanggapi hanya dengan menggelengkan kepala.


"Bahkan Raya saja gak pernah lakuin kayak gitu. Katanya ogah,,," ocehnya. Hingga aku memberikan hadiah padanya berupa...


"Plak,,,!" ku gampar keras mukanya. Aku dibandingkan dengan pacarnya.


"Awhhh,,,, hadeh,,," sambil pegangi mukanya yang panas enyui.


"Syukurin!. Nyesel aku mau lakuin ke kamu!" sewotku, membuatku meradang karena ucapannya.


"Jangan gitulah Yang,,," rengeknya penuh sesal.


"Bug,,,!"


"Hadeh,,,?" ringisnya lagi kena tinju mukanya hingga nampak membekas biru.


"Gue sumpah gak akan mau lagi sama Lo!" ancamku marah. "Lo pikir gue buat pelampiasan Lo aja" hardikku emosi tinggal dewa, hingga tanpa sadar aku ngomong gaul. Aneh, mungkin aku terbawa suasana ketika di dunia mimpi aku pernah memarahi Riko hingga emosiku meluap sambil ku delikan mataku menatapnya tajam.


"Maafkan aku,,,"


"Basi,,,!" seruku masih terbawa emosi.


"Satu hal lagi, jika Lo gak sunat, jangan harap aku memaafkan Lo selamanya. Ingat itu,,,!" tudingku bangkit dari duduk diranjang menatapnya sangat tajam.


"Iy, iya,,," wajahnya penuh sesal sambil memakai pakaiannya dengan kikuk.


"Siapa yang suruh Lo pakai pakaian. Lo harus bugil semalaman,,,!" bentakku lagi tapi masih ku kontrol. Urungkan niatnya buat pakai dilepar sembarang terlihat tidak terima tapi tidak bisa berbuat banyak.


"Kejam amat. Iya, iya,,, puas kamu,,," rutuknya, kelihatan gak ikhlas. Dongkol pasti.


"Bodo amat!" Aku pun berlalu pergi meninggalkannya dikamar sendirian.


#bersambung,,,,


*****


Apakah Riko akan bugil semalaman seperti yang diperintahkan Bening?


Bagaimana kisah selanjutnya, Riko serta Kharisma?


Ikut kisah selanjutnya "TERBAWA"


Sb 7 Mei 2022



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.