84. Ingin Berkencan.

 Bab 84. Ingin berkencan


★★★★


Pov Riko


___________


Kini perasaanku merasa agak lain, entah mengapa aku merasakan hal itu, padahal sebelum sunat aku tidak merasakan hal seperti ini.


Ini seperti? Ah....


Rasanya aku tidak membayangkan akan seperti ini.


Keadaanku yang sudah disunat atau dikhitan membuatku rada sensi.


Tapi ada kelegaan tersendiri karena aku sudah menuruti keinginan Bening.


Kini giliran ku untuk menagih janjinya untuk kembali kesini dan akan ku tunjukan kalau aku sudah sunat dan tidak takut sunat seperti yang ku bayangkan selama ini.


Aku sedang rebahan di bad pribadiku, perasaanku sudah tidak khawatir lagi bahkan sudah tenang.


Kini tabir mimpi telah terbuka, bukan berada di dunia mimpi melainkan didalam mimpiku.


Ah,,,


Aku tidak menyangka kalau kali ini mimpiku terasa berbeda, aku tidak bertemu Bening atau siapapun melainkan Raya pacarku.


Kali ini dia terlihat begitu cantik dan seksi, bodynya terlihat sangat aduhai membuat pandanganku tidak bisa lepas menatapnya, terlebih dengan senyuman manisnya membuatku makin dag dig dug.


"Baby apa kabarnya?" sapanya lembut disertai senyum yang menggoda. Mataku tak bisa lepas darinya.


"B, baik sayang" balasku gugup karena Raya terlihat makin cantik dan seksi sekali. Makin sempurna kecantikannya aku tidak bisa memungkirinya kalau Raya benar benar cantik kali ini.


Atau mungkin karena ini efek selama ini aku tidak pernah bertemu dengannya. Terakhir kali aku bertemu disaat sekolah ketika akan ujian terakhir dan ketika ujian kami terlalu sibuk dengan belajar.


Bajunya dress rendah hingga belahan dadanya terlihat menggiurkan, hingga aku menelan ludah.


"Kau begitu cantik Raya"


"Ha ha,,," Raya hanya tertawa lirih menampakan gigi putihnya yang tersusun rapi dengan bibir pink merekah.


"Terima kasih. Apa akan kau sia sia aku" seperti sebuah ajakan sekaligus tantangan bagi Riko yang sedari tadi menikmati kecantikan Raya kekasihnya ataupun mantan pacarnya.


"Sampai kapan kau akan berdiri disitu baby. Kau tidak kangen padaku, kau tidak merindukan diriku" senyumnya makin manis hingga tak sadar aku pun mendekatinya.


Jakun ku turun naik menikmati setiap keindahan yang dimiliki Raya, sungguh aku sangat terpesona dan aku ingin berkencan dengannya malam ini.


Terlebih dibalik celana seperti ada yang mendesak kuat hingga terasa sesak juga sakit membuatku sampai meringis sendiri menahan rasa sakit yang tiba-tiba.


"Awww,,, hessshhh,,," ringisku karena rasanya sakit.


"Kenapa baby, kok kamu kayak kesakitan gitu?" tanya Raya memastikan keadaanku baik baik saja padahal sekuatnya aku menahannya.


"Hi hi hi,,," tawa lirih Raya terlihat menggoda terlebih kini melihat kearah selakanganku karena aku sambil meringis karena tegang minta digesekan.


Aku makin blingsatan sendiri terlebih melihat Raya makin sensual sangat menggodaku.


'Sial!?' umpatku dalam hati makin pikiranku jadi tak karuan. Sumpah, karena rudalku tegang bikin aku tidak konsen terlebih ada Raya yang tersenyum menggoda ingin aku menerkamnya.


Aduh, aku ingin mencumbunya hingga membuat nafasku ngos ngosan.


Hingga tak ku sadari  aku pun mendekatinya dengan gemas. Tanpa peduli aku ciumi wajahnya hanya pasrah, bahkan ku peluk dengan gemas.


Ku lumat bibir ranumnya penuh nafsu, hingga ku lucuti bajunya satu persatu hingga kini hanya mengenakan bh dan cd warna pink gambar bunga saja.


Wow,,,!


Bikin aku makin tergiur oleh pesonanya. Liurku menetes tak terasa.


'Ohh,,, aku ingin menggagahinya' denyutan dibalik celanaku makin menyiksaku.


Hingga tak terasa aku melepaskannya serta membuangnya sembarang bahkan kaos yang ku kenakan tak terasa kini entah kemana.


Hingga kini aku bagai Adam yang turun kedunia tanpa memakai apa apa.


Raya terlentang pasrah, bahkan pahanya telah dikenalnya hingga nampak lubangnya mengiurkan.


"Kamu sudah sunat beb" senyum Raya nampak binal. Aku mengangguk tersenyum bangga dengan pujiannya.


"Ohh,,, aku tidak sabaran merasakan kejantananmu beb" ucapnya penuh tantangan. Bahkan milikku nampak merah karena bekas sunatku. Bahkan lelehan percum sangat banyak.


Aku tahu Raya tidak suka mengulum rudalku seperti yang dilakukan oleh Bening. Aku teringat emutannya yang membuatku bisa langsung crot karena deeptroatnya  luar biasanya, begitu lihaynya seperti lonte profesional bahkan mungkin masih kalah dengan Bening karena emutannya bikin ngilu kontolku bahkan tidak perlu waktu lama membuatku crot tak ku sadari, dan itu nikmat luar biasa.


Ku dekati Raya yang terlentang pasrah. Ku arahkan rudal ku tepat dilubang nikmatnya.


Menyentuh dibibirnya, membuat Raya bergetar hebat.


Dan saat akan ku masuki...


"Rikoooo,,,!"


Aku dikagetkan sebuah suara yang sangat ku kenali dan itu suara Bening.


Tubuhku langsung tegang ditempatku.


Aku terduduk serta menatapnya tak percaya.


Bagaimana sampai Bening ada disini?


"Bangsat kau Riko!" umpatnya marah. Tapi, kenapa keadaannya berbeda. Ini cuma seperti bayang bayang, hingga membuatku sedikit tenang.


Jika ini di alam mimpi seperti yang ku alami seperti dulu saat aku disekap di dunia mimpi maka ceritanya akan berbeda.


Raya nampak ketakutan serta memunguti pakaiannya lalu mengenakannya dengan tergesa hingga terlihat berantakan bahkan mukanya juga memucat ketakutan.


Ku tatap Raya dengan isyarat supaya tenang, dan jangan tegang. Hingga membuatnya sedikit tenang dan bernafas lega.


"Memalukan. Bahkan dimimpi kau berbuat cabul. Tega sekali kau Riko.


Pergi kau wanita jalang, kenapa kau datang kesini" bentak Bening marah penuh emosi.


"Bening, maafkan aku. Aku juga tidak tau kalau akan seperti ini,,," tukasku membela diri juga Raya karena masih terlihat ketakutan. Dia tidak mungkin akan bicara kalau tidak akibatnya akan fatal.


"Oh, kau sange?. Kau butuh lubang hingga kau butuh pelampiasan"


"Ak- aku,,,"


"Percuma. Aku juga tidak peduli"


Bening kemudian berlalu dan sosoknya telah lenyap entah kemana?


Sementara sosok Raya pacarku sudah tidak ada ditempatnya.


Aku seperti frustasi...


Ku pejamkan mataku, sambil ku jambak rambutku dan aku berteriak kencang hingga menimbulkan gema disekitar.


"Aaaakkkkkkkkkk,,,,!!!!"


____________


Ku terbangun dari mimpiku serta melihat sekitarku dan aku masih dikamarku.


Sunyi...


Ku perhatikan keadaanku masih memakai sarung telanjang dada.


Ku rasakan sakit dibagian vitalku.


Ku singkap sarungku dan ku dapati lelehan pejuhku yang begitu banyak karena seminggu lebih aku tidak ngecrot, sekalinya mau crot didatangi oleh Bening di mimpi. Padahal tadi mau enak enakan sama Raya karena aku ingin berkencan dan pengen indehoian dengan Raya.


Mana rasanya nyut nyutan lagi, antara nyeri dan linu karena aku telah ngecrot dengan sendirinya dan kayaknya iritasi karena memerah.


"Hesh, aduh, aduh,,, awhh,," ringisku nyeri serta ku tahan, mungkin efek biusnya sudah habis.


Ku cari alkohol untuk meringankan rasa nyeri yang ku rasakan.


Tapi aku agak takut juga, pasti nantinya rasanya akan perih. Pasti. Mana aku yang mengoleskannya sendiri, jika ada temannya pasti aku minta bantuan.


Bening?


Kini aku kepikiran Bening tiba tiba.


Mana tadi datang ke mimpi ku dan marah campur emosi bahkan aku belum sempat sex dengan Raya padahal tinggal sedikit lagi rudalku milikku masuk dan aku bisa ngerasain nikmat lubangnya.


KEPARAT!


Anjay!


B#ngsat!


Umpatku dalam serta geram. Mana rasanya kini risi lagi, pengen ke kamar mandi serta basuh rudalku yang basah karena cairan milikku akibat mimpi yang ku alami.


Rasanya ngilunya sudah hilang tapi rasa nyerinya masih ada walaupun tidak separah saat lagi on tadi.


Aku juga malas beranjak dari tempatku.


Lebih baik aku minum penghilang rasa nyeri karena tadi dokter Miko berpesan bila efek dari obat hilang disuruh untuk minum penghilang rasa nyeri.


Untung didekatku sudah disediakan air mineral serta obat yang ku konsumsi.


Setelah minum, beberapa menit kemudian efeknya sudah terasa hingga rasa nyeri yang ku rasakan menghilang.


Ah, lega!


"Sayang, ih jorok!" Pekik mama mengagetkanku.


"Mamaaaa,,,,!"


Pov Riko End.


__________


#bersambung,,,,


Ikuti kisah selanjutnya "PESAN TERAKHIR"


Minggu 12 Juni 2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.