86. Menunggu.
Bab 86. Menunggu...
★★★★★
Pov Riko
_______
Ku dengar lagu yang pas dengan suasana hatiku.
Hari Sabtu ini ku lalui dengan kesendirian terlebih akhir akhir ini mimpiku dipenuhi mimpi bersama Raya mantan pacarku yang belum resmi aku putuskan terlebih saat ini sering cari perhatian padaku.
Ingin aku dekat seperti dulu takutnya nanti Bening tidak mau dekat dan berteman denganku.
Terkadang aku tidak tahu mengenai perasaanku yang sering berubah.
Disisi lain aku juga ingin dekat dan selalu bersama Bening seperti saat ini aku begitu merindukannya sekaligus juga merindukan Raya pacarku.
Sungguh aku kangen dengan lubangnya yang membuatku bergetar saat mengingatnya.
Tapi aku juga takut jika nantinya Bening tahu tentang hubunganku dengan Raya CLBK lagi, Bening bakal pergi dan tidak mau berteman denganku.
Tapi aku sangat merindukan Raya juga ingin kencan dengannya merasakan kehangatan tubuhnya.
"Aww,,, hessshhhh,,," desisku tertahan saat rasa nyeri ku rasakan pada kontolku yang telah dipotong ujungnya, tapi kulitnya (Sunat itu yang dipotong disebut preputium atau bahasa awamnya kulit kulup yang menutupi kepala penis (glans penis)," kata Ahli Bedah Urologi Dr Johan R Wibowo SpBU).
Kini terlihat lebih lucu dan nyentrik. Menggemaskan. Aku aku bisa tersenyum sendiri, bangga juga.
Teringat...
Mamaku sempat melihatnya saat ku buka sarungku hingga mamaku teriak kaget atau hanya pura pura, tapi hal itu bikin aku kesal dengan ulahnya.
Aku merasa kesepian saat ini biasanya ada yang menemaniku.
Bening...
Besok hari Minggu tentunya Bening akan kembali lagi ke Jakarta, aku akan melihatnya lagi, akan bersamanya lagi dan tentunya akan bertengkar yang berujung ribut.
Entah mengapa aku teringat momen momen saat itu bikin geli juga tersenyum.
Aku begitu merindukannya.
Ku buka hpku...
Ku lihat aplikasinya, ku lihat, ku geser dari atas kebawah dengan perlahan serta ku perhatikan satu persatu hingga tertuju pada satu aplikasi game online yang sering ku mainkan ketika suntuk.
Aku tersenyum sendiri jika ingat hal tersebut. Entah mengapa tanpa sengaja aku menyentuhnya, aku ingin login untuk bermain karena sudah lama aku tidak membukanya setelah aku balik lagi kesini.
Terakhir aku main ketika aku berada di kampungnya Bening saat kumpul bersama teman teman.
Aku tahu teman temannya begitu ramah, juga tenggang rasanya cukup tinggi. Mereka begitu menghargai serta tidak memandang kaya ataupun miskin mereka tidak peduli. Bahkan saat mangga ayam bersama begitu asik. Ingin aku mengulangnya kembali.
Rasanya aku ingin mengajak dan mengundang mereka datang kesini status saat nanti jika liburan. Yess, itu ide yang cemerlang, siapa tahu Bening akan berubah sikapnya setelah mengetahui teman teman nya datang kesini karena ku undang. Akan ku danai mereka untuk datang kesini, istilahnya gratis buat datang ke Jakarta. Itu rencanaku. Tapi entah kapan realisasinya aku tidak itu hanya suatu rencana?
Kini aku telah memasuki portal dunia game, pertama yang ku lihat yaitu id RAHASIA karena itu milik Bening, aku penasaran apakah sudah pernah login selama punya hp baru.
Teringat mengenai hp baru, sebenarnya aku ingin memberinya hp baru dengan merk Apple digigit. Tapi karena sering terjadi pertengkaran dan percekcokan serta aku tidak ada kesempatan buat bersama dengan Bening karena tidak punya kesempatan karena Kharisma lelaki busuk yang ngaku saudara itu seperti tidak memberiku kesempatan buat dengan Bening.
Bahkan sampai pulang, hpnya masih ku bawa dan sampai kini masih berada dalam tasku terbungkus rapi.
Pernah ketika itu akan ku berikan tapi tidak jadi. Selalu ada penghalang. Aku menelan kekecewaan terlebih kini Bening sudah memiliki hp baru walaupun menurutku tidak terlalu bagus, mungkin menurutnya itu sangat bagus karena kurang mampu buat beli yang berkelas serta bermerk. He he,,,, maaf Bening, aku tidak bermaksud menghina mu terlebih keadaanmu.
Aku sangat ingat ketika disana kakek dan neneknya Bening begitu menyanyangiku terutama neneknya bahkan ku anggap nenekku sendiri sehingga aku membelikan barang barang yang dibutuhkan supaya nenek tidak capek mengerjakan, dibuat ringan terlebih nenek sudah tua, walaupun keadaan masih sehat dan kuat. Memang, aku jarang bersama dengan kakek karena kakek orangnya berkharisma, karena kakek begitu menyayangi Bening dan sering bersama Bening bahkan Bening ku lihat sering memeluk kakeknya serta tak malu buat menciumnya.
Kini aku sedang menunggu kedatangan Bening kembali lagi ke rumah ini...
Setelah ku perhatikan sepertinya hanya waktu itu Bening onlinenya.
Tapi ku lihat teman temannya pada online, tapi aku tidak ingat siapa saja mereka karena temannya sangat banyak, aku tidak hafal nama mereka satu persatu. Siapa mereka,,, Tono, Ferdy, hmmm,,,, lupa, sudahlah.
Lebih baik aku tanya mereka lah apa Bening sedang bersama mereka. Lebih baik aku chat salah satunya.
"Hay sob,,, Bening apa gak online, dia berada dimana?" chatku pada Ferdy kalau tidak salah, karena Ferdy ku lihat yang paling dekat dengan Bening. Aku yakin mereka tidak akan ada apa apanya. Mereka tidak sakit.
"Kita lagi kumpul bro. Ini ada, tapi gak mau online. Males katanya" balasnya, aku tidak tahu siapa yang membalasnya.
"Salam ya buat Bening. Besok balik kan. Semua sudah ku urus, tinggal berangkat karena tiketnya ada dikamarnya. Tinggal berangkat" jelasku supaya semua jelas.
"Wah, enak ya Bening cuma tinggal berangkat, naik pesawat lagi,,,"
"Kalian boleh kok ke sini gratis, kerumahku saat libur semester. Gimana?"
"Beneran?"
"Kapan aku pernah bohong. Tapi, tolong ya untuk malam ini Bening suruh online, mabar!"
"Oke"
"Aku tunggu"
Dengan tidak sabar aku menunggu Bening untuk online, aku yakin Ferdy akan memaksa Bening buat main. Aku yakin tidak bisa nolak.
Agak lama juga aku nunggu, akhirnya yang ku tunggu nongol juga. Langsung ku kasih caption senyum.
Tak ada tanggapan dari Bening, gak apa apa yang penting online saja sudah senang, kayak durian runtuh menimpa diri. Aku senyum senyum sendiri gak jelas.
"Hay, bisa mulai" sapaku sambil ku tambahi emoji kepala orang senyum.
"Cepat" sahutnya singkat. Hal itu membuatku lega dapat balasan chatnya.
"Sekarang tidak ada alasan lagi buat batere ngedrop, karena hp baru"
"Terserah aku" sahutnya cepat.
"Temanmu gak diajak"
"Terserah"
"Jutek amat"
"Suka aku. Mau main atau ngobrol. Aku udah ngantuk, gak pake lama" pungkasnya ingin main cepat.
"Oke, iya,,, gak usah sewot, napa?, He he,,,"
Kini aku mulai permainan lima vs lima. Tengah berlangsung tentu saja adu skill dalam permainan yang ku mainkan bersama Bening dan teman temannya. Sengaja aku tidak mengundang squadku karena diantaranya ada Angga saudara Bening.
Mendingan aku main sama Bening karena tidak ada kata defeat saat bermain dengan Bening, bahkan menang telak. Bahkan jika beruntung lawan akan menyerah ditengah permainan karena kewalahan melawan satu orang.
Ku akui kalau Bening sangat jago dalam bermain game online yang satu ini.
Aku belum pernah menemukan lawan yang bisa mengalahkan Bening karena ku lihat di profilnya tidak ada satunya yang kalah, bahkan semuanya mendapat mvp dengan kill terbanyak.
Kini pun seakan lawan tidak berat bahkan turet lawan sudah habis. Kadang aku kasihan karena lawan kena bantai habis-habisan tapi selalu dikasih nafas mencoba untuk bangkit tapi berujung terbanyak semua tanpa sisa pada menit ke lima belas.
Victory!
Sudah hampir setengah jam aku bermain dalam satu pertandingan rasanya mataku tak ngantuk. Seperti asik aja bermain game online yang ku mainkan.
"Sekali lagi, ya..."
"Ya,,," balas Bening singkat dan aku harus masuk ke match juga invite temanya Bening.
"Nanti aku kasih skin legend deh kalian kalau menang, beri aku savage!"
"Oke, pasti boss, tapi jangan lupa kirim skin legendnya dua"
"Gampang, asal aku bisa savage dua kali. Aku kasih skin legend seperti yang kalian minta"
"Terima kasih boss, pasti bisa savage dua kali kok. Mungkin malah bisa tiga"
"Siip"
Permainan kedua pun dilanjutkan. Kali ini aku ingin dapat apa yang ku ingin. Kalau masalah untuk membelikan skin legend dua itu mah soal kecil karena aku semua sudah dapat.
Tapi, memang dalam bermain dengan Bening selalu dilarang pakai skin itu peraturan yang ditetapkan, itu kan gak keren namanya. Tapi, gak apa apa asal menang. Tapi, memang bisa dipastikan setiap permainan selalu menang.
Kini fokus dalam bermain...
Betul apa yang dichatkan oleh Ferdy, akhirnya aku dapatkan....
Savage!
Lanjut lagi permainan, kini sudah lima belas menit, aku sudah dapat apa yang ku ingin.
Pada menit ke dua puluh aku juga dapat lagi...
Savage!
Senang rasanya, bisa dua kali Savage.
Bahkan saat usai permainan aku dapat lagi 'Savage' jadi aku dapat tiga dalam durasi dua puluh tujuh menit, usai permainan.
Permainan yang sangat luar biasa, sangat menyenangkan. Rasanya aku puas sekali.
Kini aku pun dalam room dan melihat lihat hasil pertandingan.
"Sesuai janji"
"Iya, pasti aku kirim ke akun kalian. Tenang saja" balasku, kemudian sibuk mengirimi skin ke mereka yang ikut bermain.
Kini baru ku ingat seseorang,,,
"Bening?"
Log out!
Pov Riko end!
#bersambung....
__________
Ikuti kisah selanjutnya "Detik-detik"
Senin 27-6-2022
Komentar
Posting Komentar