97. Rahasia Yang Sangat Mengejutkan.

 Bab 97. Rahasia yang sangat mengejutkan


★★★★★


Rasanya kantung kemih ku sangat penuh, mendesak ingin dikeluarkan hingga membuatku meringis menahanya.


"Bu maaf saya ijin buat ke toilet" ringisku, menahan pipisku yang sudah diujung kepala. He he he....


Bu Laras tahu tentang ekpresiku juga tidak mungkin bisa mencegahku untuk menunggu terlebih menahannya.


"Silahkan" ijin beliau dengan tersenyum ramah, mengerti keadaanku yang sudah tidak  bisa menahan lagi.


Tentu saja, aku buru buru buat keluar kelas, merunduk hormat ketika masih didalam untuk menghormati bu Laras.


"Hhuuuuuuuuuu,,,,!" sorak seluruh kelas ketika aku yang merunduk sambil meringis menahan sakit diperut karena rasa pipis yang tak bisa ku tahan lagi.


"Aduh,,, mati aku,,, aku melakukan sesuatu?" gumamku lirih menatap sekeliling.


Sepi!


Tersenyum sambil meringis....


Whussss, blippp,,,,?


Dalam sekejam aku telah sampai di toilet sekolah yang terasa sepi.


Dengan tergesa ku buka resleting ku guna membuang urinku.


Namun, disela konsentrasi ku, aku seperti mendengar suara yang sangat jelas.


Untung sudah sebagian ku keluarkan hingga perutku tidak terasa kram lagi.


Tinggal sisanya lagi cepat ku keluarkan supaya lega.


Hingga selesai!


Kini aku pertajam pendengaran ku guna untuk mendengar perbincangan beberapa orang.


Entah berapa orang aku tidak tahu, karena mereka seperti bergantian.


Sepi sejenak?


Lalu ...


"Seminggu yang lalu gue udah menakhlukan Sarah dan mendapatkan keperawanannya. Kini nunggu giliran yang lainnya para cewek di Permata Bangsa semuanya harus gue perawanin. Menyesal gue dari dulu gak sekolah disini. Fuck! Pokoknya gue harus bisa dapatin semuanya terutama kelas dua belas saat ini gue berada"


Ku dengar jelas ucapan yang ku duga itu Alex. Aku tidak mungkin melakukan hal seperti tadi jika tidak dalam keadaan kepepet ataupun terpaksa. Yah, aku terpaksa menggunakan ilmu Halimunan yang ku dapat dari mas Kharisma lebih tepatnya mencabut darinya. Benar perkataan jika menggunakan ilmu Halimunan maka umur yang kita miliki akan berkurang sehari. Beruntung mas Kharisma dulu menyerap energi ku setiap kali aku mengoralnya makanya kekuatannya bertambah.


Namun karena kesalahan yang telah dilakukannya maka aku pun tak segan menghukumnya walaupun itu sangat kejam.


Maka dari itu aku tidak ingin mengambil resiko lagi menggunakan ilmu Halimunan dengan sembarangan lagi jika tidak dalam keadaan berbahaya.


"Kapan kita dapat jatahnya boss. Enak boss selalu dapat yang pertama. Paling tidak kita kita bisa incip incip gitu boss. Please ya, kita dibagi gitu" sela yang lain sepertinya juga ingin merasakan yang didapat oleh Alex sebagai bossnya.


"Heh,,, dengerin gue, itu terserah kalian. Seharusnya kalian tidak tolol,,,"


"Maksudnya boss?"


"Seharusnya kalian cekoki lebih banyak obatnya supaya lebih lama. Biar kalian ikut bersenang senang"


"Kenapa bisa gak bilang dari dulu?"


"Itu kebodohan kalian! Makanya gunakan otak kalian buat berpikir bukannya diam mulu"


"Maaf boss kita gak ngerti soal itu"


"Makanya jangan cuma pasif. Gunakan otak kalian, bukan diletakan di dengkul"


"Iya boss. Mulai besok kita akan ikutin saran boss"


"Nah, itu baru sip"


Setelah itu tidak ku dengar lagi suara mereka. Sepertinya itu rencana mereka kedepannya.


Tapi...


Ada satu hal yang masih jadi pikiranku.


Dimana Alex melakukan hal tidak senonoh itu pada cewek yang jadi target sasarannya.


"Hmmm,,,?!" gumamku berpikir dan membuatku tersenyum.


"Yess, aku tau dimana tempatnya"


"Aku akan bertindak suatu saat nanti"


"Alex, aku yang akan menggagalkan rencanaku, bila perlu aku akan membongkar semua kebusukanmu"


Tak ku sadari aku pun telah keluar dari area toilet. Namun, yang membuatku terkejut aku dihadang sekitar enam siswa yang tidak ku kenal atau mungkin aku belum paham wajah mereka.


Tapi, aku mengenal salah satu diantaranya, 'Alex'!


Wajah tegasnya terlihat membesi, makin tegas dan garang.


Aku tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu.


Namun, dugaanku tidak jauh dari,,, karena aku baru keluar dari toilet.


"Dari mana Lo masuk ke toilet?" sentak Alex dengan mata merah melotot kearahku. Emosinya telah memuncak.


Aku harus tenang, jika tidak,,, semuanya bisa runyam. Jika tenang aku bisa berpikir jernih. Serta memberi alasan yang masuk akal. Aku harus menjawab bagaimana?


Mendadak aku ketakutan?


"Maaf Alex, aku masuk dari pintu. Memangnya kenapa?" ulasku serta ingin tahu jawaban dari Alex seperti apa.


"Boss ini aneh? Memangnya Bening ini makhluk gaib yang bisa  masuk dalam toilet secara tiba tiba" bisik salah satu dari mereka yang dekat dengan Alex. Ku akui kalau mereka rata rata perawakannya hampir sama baik postur maupun body serta kulit yang bersih terawat.


"Kita keasikan ngobrol bisa, maka kita gak denger klo Bening lewat" sahut yang lain memberi alasan membenarkan perkataan temannya yang awal komen.


"Gue mau tanya, Lo denger gak kita ngomong apa aja" selidik Alex dengan tatapan tajam.


Langsung ku gelengkan kepalaku supaya Alex tidak mencurigai ku.


"Bener Lo tidak boong" todongnya masih dengan tatapan tajamnya tidak di alihkan sama sekali dengan mata membulat sesekali.


"Apa gunanya buatku? Aku juga tidak tau urusan kalian apa rame rame ditoilet. Karena tujuanku untuk buat hajat. Aku juga tidak tau kalau kalian beramai ramai ada didalam toilet lagi ngapain?" kini tatapku penuh selidik pada mereka, ku usahan dengan pandangan  agak jijik supaya mereka tidak menaruh curiga padaku.


Ku akui matanya begitu bening, hingga siapa saja yang menatapnya pasti terpesona dan langsung suka terlebih wajahnya terlihat tegas serta ada kumis tipisnya makin nampak kemachoannya. Tubunya tegap, prefect idaman kaum hawa, aku saja lamgsung suka tapi melihat tingkahnya bikin aku langsung illfeel.


"Kok kita yang jadi tertuduh boss"


"Memangnya kita berbuat apa boss?"


Ucapan anak buahnya Alex kayak orang cengo, bikin aku tersenyum geli tapi aku tidak ingin memperlihatkan karena nanti malah membuat mereka mencurigai ku, jadi aku hanya diam menatap mereka bergantian tanpa ekspresi.


",,, Diam kalian!" bentak Alex tidak bisa menahan diri, lalu mendekat kearahku.


"Jika Lo tau dan denger omongan kita tadi, gue akan pastikan elo tidak akan selamat!" mata Alex melotot sambil mencengkram kerah bajuku hingga membuatku naik. Kejadian ini sama persis seperti kejadian yang ku alami dengan Riko.


Kenapa semua kejadian seperti refplay dalam kehidupanku, seperti sebuah siklus dimana aku lah sang pemain dan menjalani permainan yang sang dalang sebagai pelakon.


"Gue gak peduli pada ancaman kalian. Terutama Lo Alex!" Ku dorong dengan kuat tubuh Alex yang tadi memegang krahku tapi sudah dilepaskan hanya tangannya masih menempel didadaku.


"Wah songong juga tuh anak!"


"Benar benar tuh bocah, tengil!"


"Gayanya sok mau melawan boss"


"Dia belum tau siapa kita sesungguh"


Bisik para kacung Alex yang sedang mencibirku.


Aku tidak peduli, selama mereka tidak turun tangan dan melukaiku tidak masalah, aku bisa memaafkan, jika mereka turun tangan dan bertindak melampui batas maka aku tidak akan memaafkannya.


"E-Lo,,," lotot Alex geram hingga otot ditubuhnya menonjol menahan emosi.


"Berani-beraninya Lo melawan gue. Lo belom tau siapa gue-"


"Gak tuh. Yang gue tau Lo murid baru disini. Bye,,," aku melenggang pergi meninggalkan mereka yang sedang melotot sekaligus melongo dengan apa yang aku lakukan pada mereka terutama Alex.


"BENINGGGGG,,,,,!" teriak Alex geram penuh kemarahan tanpa aku menoleh kearahnya.


Itu sebagai pelajaran pada mereka  karena tidak semua dia bisa kerjain.


Walaupun aku juga merasa takut karena aku belum tahu siapa sesungguhnya Alex itu, seperti dulu keadaan Riko ternyata papanya orang yang punya kuasa di sekolah Permata bangsa.


Sedangkan Alex masih penuh misteri, aku tidak tahu tentang Alex sebenarnya.


Namun, yang lebih membuatku ngeri mengenai rencana yang akan membuat para cewek terutama dikelasku menjadi gadis bukan perawan. Bukankah itu sangat mengerikan.


Apa sih yang ada dipikiran Alex sehingga punya niat sejagat itu, yang ada dipikiran lubang wanita yang masih perasaan dan ingin direnggutnya, ingin dirusaknya setelah itu ditinggalkannya. Aku harus bertindak sendirian. Apakah aku nantinya akan mampu untuk mengatasinya.


Aku harus minta tolong pada siapa mengenai rencana yang akan dijalankan oleh Alex dan teman temannya yang gila itu.


Apa apa Riko? Kayaknya tidak mungkin.


Atau sama mas Surya, aku jarang ketemu. Interasiknya aja belum setelah aku kembali lagi kesini.


Ingat mas Surya, mendadak aku kangen padanya. Bagaimana kabarnya mas Surya sekarang, setelah sekian lama tidak bertemu?


Tanpa sengaja aku berpas pasan dengan Sarah dengan wajah sendu sepertinya menuju ke toilet padahal di situ ada Alex dan kawan kawannya.


Hadeh, aku tidak membayangkan kejadian apa yang bakal di alami oleh Sarah ketika bertemu dengan Alex dan ganknya.


Sepuluh langkah aku berjalan ku dengar jeritan dari Sarah. Namun aku tidak bisa berbuat sesuatu untuk menolongnya.


Karena ku tahu Sarah sudah rusak, mungkin sekalian akan dirusak lagi oleh Alex dan ganknya.


Ya Tuhan!


Kini aku sampai di lapangan, pikiranku berkecamuk.


Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Sarah? Semoga Alloh melindunginya. Itu harapanku.


"Bening,,,!" sapa seseorang.


"Ehhh,,,,?"


#bersambung....


____________


Siapakah orang yang membuat Bening terkejut?


Apa yang akan dilakukan oleh Bening selanjutnya setelah mendengar rencana Alex yang akan membuat para cewek dikelasnya menjadi tidak suci lagi?


Ikuti kisah selanjutnya!


Jumat 8 Juli 2022.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

73. Berakhir.

1. Ilmu Penjerat Mimpi

29. Rasa Bosan.