Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

316. S2, Jadi aneh, apa biasa karena semalam, lihat saja.

 316, S2. Jadi aneh, apa biasa karena semalam, lihat saja. ★★★★★ POV author Dalam tenda kini yang ada hanya Dimas dan Gimen saja, sedangkan yang lainnya sudah pada bangun juga pergi ke sumur buat cuci muka maupun bersih bersih serta mandi.  Keduanya berdua bangun dalam keadaan letih seperti pengantin baru, tapi wajahnya ceria.  Entah mengapa baik Dimas maupun Gimen, keduanya selalu terbayang wajah Bening yang telah membuat mereka berdua melayang layang semalam. Keduanya hanya memakai kolor doang karena semalam merasa kegerahan didalam tenda.  Keduanya saling pandang, dalam diam... "Dim,,," "Gim,,," Keduanya sama sama panggil, terlihat aneh. Keduanya tertawa lirih dengan kelucuan yang terjadi.  "Kamu duluan Dim, ada apa? Apa kamu mau cerita?" Dimas tidak bisa berkata, diam sesaat. Ia berpikir sejenak, tampak ragu, apa perlu ia cerita tentang semalam.  Jika dipendam perasaan Dimas makin tak enak. Ia tahu kalau semalam pun Gimen juga melakukan hal yang sama....

315. S2. Pembahasan.

 315. S2. Pembahasan. ★★★★★ Bahkan senyum pun seakan pelit.  Terlebih saat ini mas Kharisma hanya memakai sarung serta baju pendek, pres badan hingga bentuk tubuhnya tercetak jelas. Mengenai kejadian semalam tentu hal itu jadi rahasia pribadiku. "Kamu melamun apa dek?" Mas Kharisma bertanya sambil memperhatikanku. Dari sikapnya membuatku tak enak hati. Senyumnya seolah dipaksakan. Tidak seperti biasanya, tulus. Itu bisa ku rasakan.  Hatiku mendadak, pedih. Entah mengapa hal itu langsung ku rasa?. Mungkin karena mas Kharisma yang jadi penyebabnya, hingga aku merasa bersalah.  Atau mas Kharisma tau apa yang terjadi, ku lakukan didalam tenda semalam.  Secara, aku tidak tau dia tidur dimana semalam. Juga, aku tidak mendapat bayangan apa apa tentang kedepannya, hingga aku merasa aman dan lega.  Saat aku akan melakukan, memang, mendadak ku rasakan perasaanku tidak enak. Bahkan, aku sedang kepikiran mas Kharisma saat itu.  Tapi melihat sikap mas Kharisma saat...

314, S2. Kejadian Semalam.

 314, S2. Kejadian semalam. ★★★★ Tiba tiba nafas Gimen terengah engah, tersengal, sepertinya sangat KONAK akut melihatnya. Itu akibat ciumanku. Entah apa yang jadi pemicunya hingga hal itu terjadi. Apakah hanya sebuah ciuman bisa membuat orang sangek, langsung crot.  Tapi, yang dialami oleh Gimen sepertinya terjadi.  Semakin dalam aku cium, serta ku lumat kuat. Tampak tubuh Gimen menegang hebat.  Lalu.... "Oughhh,,,Haahhh,,," desahan lirih lolos dari mulutnya. Nafasnya ngos ngosan, detaknya cepat sekali, perutnya kembang kempis.  "Aku keluar. Aneh,,,?" gumamnya lirih. Ku lepas ciumanku padanya. Dia terlentang menormalkan nafasnya. Sepertinya sangat keletihan.  Senyum licikku terukir, kini menghadap kearah Dimas. Apakah hal yang sama juga terjadi padanya. Rasa penasaran ku makin menggebu serta ingin coba pada Dimas.  Tanpa ragu karena sejajar posisinya juga miring, tepat didepanku.  Ku rasakan hembusan nafas hangat nya. Kesempatan. Karena sudah nge...

313, S2. Bibir yang terasa Manis.

 313, S2. Bibir yang terasa manis ★★★★★★ Karena kepala batang kontol Gimen cukup lumayan gede dimulutku hingga terasa penuh. Tapi entah mengapa aku merasa begitu puasnya.  Terlebih saat ku kenyot, beuh, rasanya mantap jiwa cuy.  Sebisanya aku kenyot, ku empotkan mulutku.  Tubuh Gimen kelojotan saat sekuatnya aku kenyot. Dia seperti menahan nafasnya, dadanya bergemuruh, detak jantungnya, kembang kempis perut ratanya, tidak selalu kotak kotak, rata tipis.  Bahkan saat ku kenyot,sambil ku sedot, hal itu membuatnya makin tak karuan. Tentu saja tubuhnya makin berkeringat, hingga aromanya menyeruak. Tapi tidak menghentikan aksiku untuk mengeluarkan isi pelernya.  Bahkan hanya sebagian yang mampu ku telan batang kontolnya, itu pun sudah sangat keras bak pentungan milik pak satpam sekolahku. He he heee... Tubuhnya makin mengejan hebat, sudah tentu sebentar lagi isinya akan menembak, keluar.  Satu Dua Tiga.... "Oughhh!" dengusnya tertahan, kepala ku sambil dipe...

312, S2. Rasa Bersslah 2.

 312, S2. Rasa bersalah bag 2.  ★★★★ Sebenarnya aku melakukan hal itu, bagi bagi hadiah untuk menarik simpati bagi teman temannya Bening, antusiasnya bagus banget, belum lagi nanti aku akan bagi bagi sembako bagi warga sekitar.  Aku melakukan hal itu dengan ikhlas tanpa pamrih.  Aku berharap dengan bersedekah, usaha yang dilakukan oleh tuaku makin lancar dan berhasil. Itulah tujuanku.  Bila perlu aku akan usaha disini, bisa juga nanti jadi boss pengepul getah karet atau padi yang dijual oleh masyarakat disini saat panen tiba.  Menurutku itu usaha yang bagus, untuk di kelola serta bisa menjanjikan maju, itu juga demi kesejahteraan masyarakat sekitar supaya hidup lebih layak. Peningkatan ekonominya yang pas pasan biar lebih baik lagi. Ini salah satunya untuk menarik perhatian dan simpati tetangga serta warga sekitar. Aku punya tujuan seperti itu.  Tapi yang jadi masalahnya Bening bisa memaafkan aku atau tidak. Itulah yang menjadikan ku ragu saat ini....

311, S2. Rasa Bersalah.

 311, S2. Rasa Bersalah. ★★★★★ POV Riko ---------- Seandainya jika waktu bisa diputar ulang.  Tidak, tidak, semua itu hanya anganku saja.  Ada rasa penyesalan dalam jiwa, ku rasakan saat ini.  Apa aku terlalu bodoh untuk berkorban sebesar ini pada Bening.  Atau memang ini KARMA yang harus aku terima dari apa yang telah ku perbuat selama ini pada Bening. Sekalipun aku telah banyak berkorban untuknya selama ini, ku akui kalau terlalu besar punya kesalahan padanya.  Itu semua ku lakukan karena aku sangat mencintainya.  Sekali pun aku melakukan apa pun yang namanya cinta dipaksa, maka hal itu tidak akan baik pada akhirnya.  Selama ini aku merasa sangat bersalah, karena itu semua keegoisanku, terlalu sayang pada Bening yang begitu berlebihan menjadikan aku terobsesi padanya. Hingga apapun ku lakukan supaya Bening tidak bisa berpaling pada siapapun. Hanya milikku seutuhnya. Ternyata yang ku lakukan satu kesalahan besar.  Bukan hanya itu saja, aku a...

310. S2. Eh, Ini apa?.

 310, S2. Eh, Ini apa?. ★★★★★ Terasa makin dag-dig-dug tak karuan di dalam dadaku. Betapa tidak keduanya, Gimen dan Dimas ke-SANGE-an AKUT.  Keduanya telah memiringkan tubuhnya masing masing menghadapku.  Aku berharap kejadian ini tidak pernah terjadi. Aku tidak menyangka hal ini terjadi.  Padahal sekuatnya aku menahan godaan, tapi ternyata apa? Aku disuguhkan hal yang tak terduga seperti sekarang. Apa yang musti aku lakukan? Menikmati saja, atau menolak atau memilih pergi dari tenda. Tapi, bukan kah ini tadi keputusan buat tidur bareng mereka. Jadi tidak ada alasannya buat ku untuk pergi. Apa kata mereka  nanti jika tahu aku pergi, tentu akan timbul pertanyaan. Malah nantinya curiga padaku. Sebenarnya apa yang sedang terjadi. Kemungkinan hal itu yang nantinya akan ditanyakan padaku.  Lalu aku akan tidur dimana, aku tidak tahu mas Kharisma tidurnya disebelah mana, jika aku menyusulnya tidur. Aku tidak tahu. Jadi, ku nikmati saja.  Bahkan yang membuatku...

309, S2. Tidur bareng dengan...

 309, S2. Tidur bareng dengan... ★★★★★ Selama mas Kharisma mengijinkan aku tidur bareng bareng dengan temanku dari gesture serta tatapannya, aku terima saja  karena aku jaga perasaannya saat.  Bagaimana pun kuatnya hati seseorang, pasti akan ada saat rapuhnya. Sekuat apa pun hati itu. Hal itu lah yang membuatku berpikir ulang, karena selama ini aku rasa tidak ada orang yang sepengertian seperti mas Kharisma sekalipun Riko telah banyak berkorban untukku.  Pun, dengan Alex yang masih memendam perasaannya untukku, tapi aku sudah tidak berharap lagi padanya. Terlalu egois. Walaupun mungkin aku lebih egois dari mereka.  Tentu, aku memilih tidur bareng Gimen, Dimas, Dirga, Supriyanto dan Tarmuji. Satu tenda. Mereka sangat senang.  Kenapa alasan aku memilih mereka, karena wajah mereka pas pasan, walaupun body bagus, itu rata rata cowok kampung tapi ada hal yang spesial dari yang mereka miliki yaitu kontol mereka yang gede dan panjang. Tapi, tujuanku bukan itu. Nia...

308. S2. Masalah Tidur.

 308, S2. Masalah Tidur. ★★★★★ Malam semakin larut, perasaan bahagia pun kini menyelimuti mereka yang telah dapat hp baru gratis. Para cowoknya masih berada diluar sedang berkumpul, ngobrol bareng, ngobrol asik. Aku memilih bersama dengan mas Kharisma saja, Angga dan mas Surya juga Alex.  Riko nimbrung dengan yang lainya, yaitu Ferdy, Gimen, Tono dan lainnya.  Sesekali Riko menatap ku, pun Ferdy juga yang lain. Tapi mereka tidak ada yang membicarakan ku, memilih untuk diam hanya sesekali memandang kearahku.  Mana aku peduli mereka, aku cuek saja, lagian mereka sudah happy dengan dunia mereka masing masing.  "Riko, jangan begadang terlalu malam, jaga kesehatanmu, karena kamu baru sembuh" ujar mas Kharisma tentu masih didengar Riko dengan baik.  Aku telah memberi isyarat pada mas Kharisma supaya memperingati Riko akan kesehatan, terlebih baru saja sembuh. Jadi kalau tidur jangan terlalu larut larut. "Iya mas, sebentar lagi" jawab Riko seperti tidak enak dapat...

307. S2, Bagi-bagi.

 307, S2: Bagi-bagi. ★★★★★ Malam telah menyelimuti jagad Raya, bintang bintang bertaburan dilangit malam, ditemani dengan bulan purnama yang bersinar keperakan hingga suasana.  Semua persiapan buat acara mangga diluar rumah, di pelataran yang luas.  Lampu dipasang di tiap sudut hingga suasana makin semarak. Terang. Seakan ada hajatan. Namun, itu bukanlah hajatan melainkan sedang kumpul kumpul para muda mudi atas undangan Riko.  Tentu hal itu banyak mengundang penasaran serta keingintahuan tetangga sekitar.  Siapa yang tak tergiur akan dapat hadiah, dari Riko itu secara cuma cuma.  Bahkan Riko juga berencana akan bagi bagi sembako ke tetangga sekitar lusa. Bukankah hebat, luar biasa. Tentu hal itu hal biasa dan sangat mudah bagi, mengingat orang tua nya kaya raya tentu bukan lah hal sulit.  Pemanggang juga sudah dipersiapkan, ada daging ayam dan sapi buat  barbeque serta minuman softdrink serta camilan begitu banyak.  Malam ini akan benar bena...

306. S2, Tebar pesona.

 306, S2. Tebar pesona ★★★★★★ Tentu saja mas Kharisma pun mulai ngobrol ngobrol bareng para ceweknya.  Tentu hal itu menimbulkan rasa kecemburuan para cowoknya yang tidak bisa seperti apa yang dilakukan oleh mas Kharisma. Tentu saja mereka para cowoknya tidak bisa menyaingi mas Kharisma yang punya pesona tersendiri dengan para ceweknya.  Para ceweknya sangat antusias dan terlihat senyum dan bahagia.  Para cowok cowok langsung berwajah kecut karena tindakan yang dilakukan oleh mas Kharisma. Aku hanya tersenyum senyum dalam hati dari tadi, aku tersenyum penuh arti pada mas kharisma dan berterima kasih.  "Lihat mas Kharisma tuh, tebar pesona pada cewek cewek, huh,,," sungut para cowoknya. Entah siapa yang bicara aku tidak tahu, aku hanya duduk santai mendengarnya. Karena berada dirumah simbah.  Mereka lagi menikmati minuman serta camilan yang dibawa Riko begitu banyak.  Sengaja mereka menunggu kedatangan Riko hari karena sudah diperbolehkan pulang. Tak te...